
Sepanjang perjalanan setelah obrolan itu Andri dan Rion hanya diam.
Rion pun masih memikirkan kata-kata Andri tadi. Dia bingung dengan semua ini.
Kenapa pertanyaan-pertanyaan ini tidak ada jawabannya?
Dan malah seperti pecahan puzzle yang harus di pecahkan oleh Rion.
Dan Rion ingin sekali memecahkan dan membereskan semua masalah ini.
Dia pun melihat ke arah Andri sekilas, dia ingin tahu, apa maksud Andri tentang dirinya?
Apa Andri tahu siapa dia?
Dia ingin menanyakan semua itu, tapi dia takut kalau Andri tidak akan menjawabnya.
Akhirnya mobil yang mereka tumpangi pun berhenti di sebuah Rumah.
Saat melihat rumah tersebut Rion pun kebingungan, karena Andri mengajak Rion ke rumah Radit.
"Eh ini rumah Radit?". Tanya Rion yang masih kebingungan.
"Tentu, ayo". Ajak Andri dan tak lupa melepas sabuk pengamannya lalu keluar dari mobil.
Rion pun melakukan hal yang sama dan mengikuti Andri.
Mereka pun mengetuk pintu Rumah Radit yang lumayan besar juga tapi terlihat sederhana.
' Tok Tok Tok '
"Permisi". Kata Andri sopan.
Tidak berapa lama keluar lah seorang ibu yang tampak masih cantik.
"Iya". Sahut ibu tersebut.
"Maaf Bu Radit nya ada?". Tanya Andri.
"Oh ada, teman-temannya Radit ya, eh ada Rion juga ternyata, ayo masuk". Sahut Ibu Radit yang sudah mengenal Rion dari dulu.
Mereka pun langsung masuk mengikuti ibu nya Radit.
"Eh kalian mau langsung ke kamar Radit? Radit ada di kamar ko". Tawar Ibu nya Radit.
"Ya sudah karena ada hal penting yang ingin kami bicarakan, jadi kita ke kamar Radit aja". Kata Andri.
"Silahkan kalau begitu, Rion udah tahu kan kamar Radit nah bareng Rion aja". Kata Ibunya Radit.
"Baik bu". Kata Rion.
Andri dan Rion pun menaiki tangga menuju kamar Radit, sedangkan ibu Radit membuat makanan dan minuman untuk mereka.
Sesampainya di depan kamar Radit, Rion yang tadi memimpin jalan di depan pun, ragu untuk mengetuk pintu, Andri yang melihatnya pun paham dengan situasi Rion.
Akhirnya Andri lah yang maju ke depan dan mengetuk pintu kamar Radit.
' Tok Tok Tok '.
Terdengarlah suara dari dalam.
"Siapa?". Tanya suara tersebut.
"Ini aku Andri". Jawab Andri.
"Eh Andri, tumben masuk lah". Suruh Radit.
__ADS_1
'Ceklek'
Andri pun membuka pintu dan melihat Radit yang sedang duduk di kasur sambil bermain game.
"Halo bro, apa kabar? wah ketua kelas datang ke rumah ku, ku tersanjung". Kata Radit tersenyum.
"Kabar ku baik, ah iya ini pertama kalinya aku ke rumah mu". Jawab Andri.
Andri pun menghampiri Radit.
"Dengan siapa kamu ke sini?". Tanya Radit.
"Dengan sahabat mu, Rion masuklah". Kata Andri.
Rion pun masuk dan langsung duduk di karpet dekat kasur Radit bersama Andri.
"Oh pantes kamu bisa tahu rumah ku". Kata Radit.
"Siapa bilang aku bertanya tentang rumah mu ke Rion? aku ke sini tampan bertanya dan Rion pun terkejut saat aku bawa ke sini". Kata Andri.
"Apa, terus kau tahu darimana?". Tanya Radit.
Jangan kan Radit, Rion pun heran Andri tahu rumah Radit darimana?, karena ini pertama kalinya kan Andri ke rumah Radit.
"Oh itu aku tahu saja dari seseorang, seorang ketua kelas harus tahu kan tentang anggota kelasnya termasuk alamat rumahanya". Jawab Andri sambil tersenyum kecil.
"Iya sih". Kata Radit.
"Nah mumpung di sini, aku ingin bertanya kenapa kamu tidak masuk sekolah dan tidak memberikan kabar?". Tanya Andri.
"Itu aku sedang tidak enak badan saja, dan aku lupa memberi kabar". Jawab Radit.
"Tidak enak badan ya, terus kenapa mau bermain game?". Tanya Andri.
"Aku bosen dong rebahan terus". Jawab Radit.
"Oh itu aku tidak pegang handphone, handphone ku sedang di charger tuh". Jawab Radit.
"Jangan menghindar Radit, aku tahu kau dan Rion sudah berteman sejak lama, selesaikan masalah kalian hari ini, besok tidak lagi ada kecanggungan mengerti". Tegas Andri sambil membetulkan kacamatanya.
Radit dan Rion yang melihatnya pun langsung merinding.
"Aku tunggu di luar kamar mu , kalau sudah panggil aku". Andri pun ke luar kamar dan menunggu depan pintu kamar.
Rion dan Radit pun saling pandang dengan kecanggungan.
Akhirnya Radit pun mematikan game PSP nya .
"Baiklah, Rion aku minta maaf dan terimakasih sudah menolongku". Kata Radit memulai percakapan.
"Tidak apa-apa ko, harusnya aku yang meminta maaf karena tidak bilang padamu dan soal menolong mu karena itu kewajiban ku sebagai sahabat mu". Kata Rion sambil tersenyum.
"Radit kau masih marah pada ku dan menghindari ku?" Tanya Rion.
"Tidak ko aku memang sedang tidak enak badan, dan ku lupa memberi kabar karena tidur". Kata Radit.
Andri yang mendengarnya di luar pun hanya tersenyum dan dia melihat ada yang datang ternyata ibunya Radit membawa nampan makanan serta minuman untuk mereka.
"Eh nak, sedang apa di luar kamar?". Tanya ibu Radit.
"Oh itu barusan saya ke kamar mandi Bu". Jawab Andri.
"Oh begitu ayo masuk". Ajak Ibu Radit.
"Baiklah sini ku bantu Bu". Andri pun langsung mengambil nampannya.
__ADS_1
"Terimakasih ya". Kata Ibu Radit.
"Sama-sama Bu". Sahut Andri.
Mereka pun masuk ke kamar Radit, dan melihat Radit dan Rion sedang mengobrol.
"Wah silahkan dimakan ya makanannya". Kata Ibu Radit.
"Tidak usah repot-repot Bu". Kata Rion.
"Tidak apa-apa?, silahkan". Kata Ibu Radit.
"Terimakasih". Sahut Rion dan Andri.
"Sama-sama, ibu permisi dulu ya". Pamit Ibu Radit.
Setelah Ibu Radit pergi, maka percakapan pun di mulai.
"Bagaimana sudah selesai?". Tanya Andri.
"Sudah ko dari kemarin pak ketu ". Jawab Radit sarkastik.
"Oh begitu ya ku baru tahu". Kata Andri cuek sambil memakan cemilan tadi.
"Entah kenapa ya? ku ingin sekali menjitak kamu Andri kau itu dingin dan cuek". Kata Radit.
Rion pun hanya tersenyum.
"Coba kau tengok Rion, meski sama seperti mu dingin, dan cuek tapi dia gak menyebalkan seperti mu". Kata Radit.
"Wah sekarang sudah membela sahabatnya ya". Kata Andri cuek sambil tersenyum kecil.
"Apa-apaan jawaban mu itu hah sini kau, ke jitak kepala mu". Kata Radit yang sudah kesal.
Rion pun langsung menghalangi Radit yang siap melayangkan tangannya ke kepala Andri.
Hari pun sudah sore Rion dan Andri pun pamit pada Radit serta ibunya untuk pulang lalu mereka pun naik ke dalam mobil Andri.
Andri pun langsung mengantarkan Rion menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah Rion, Rion pun pamit dan tidak lupa mengucapkan terimakasih karena sudah mengantar ke rumahnya dan membantu berbicara dengan Radit.
Setelah itu Andri pun melajukan mobilnya bukan ke arah rumahnya melainkan ke tempat seseorang.
Dia pun turun di sebuah perusahaan besar dan langsung menemui seseorang di cafe perusahaan tersebut.
"Halo Andri apa kabar?". Sapa seorang lelaki yang tidak jauh umurnya dengan Andri hanya lebih tua setahun.
"Halo Brian kabarku baik ko". Jawab Andri.
"Bagaimana tugas mu?". Tanya Brian.
"Yang aku lihat, sementara ini berjalan baik, tapi aku tidak berani jamin orang itu pasti akan mengincarnya terus".
"Ngomong-ngomong kau sudah menyelidiki orang tersebut?". Tanya Andri.
"Aku masih dalam tahap berusaha tapi sepertinya orang tersebut sangat ahli dalam menjaga identitas nya".Jawab Brian.
"Begitu ya, akhir-akhir ini aku sibuk tugasku sebagai ketua kelas". kata Andri.
"Benar, dan juga harus melaksanakan tugas dari ketua kan, untuk menjaga dia". Kata Brian.
"Ya, tapi tak apa? bagaimana pun aku harus melaksanakan tugas ku dan menjaga temanku". Tegas Andri.
"Siapakah ketua yang mereka maksud?".
__ADS_1
Bersambung ~~~
...*Terimakasih sudah membaca ☺️*...