
Tidak terasa Andri dan Brian mengobrol semalaman di kafe tersebut.
Andi pun pamit pulang ke rumahnya karena besok masih sekolah.
Keesokan harinya di sekolah
Rion yang baru datang pun langsung duduk di bangkunya tidak berapa lama Radit pun datang.
"Pagi Rion". Sapa Radit.
"Pagi Radit". Sapa balik Rion.
Rion pun senang akhirnya Radit sudah seperti biasa lagi dan masuk sekolah, "syukurlah". dalam hati Rion.
Tak lama kemudian Andri pun datang dan dia pun menyapa mereka berdua.
"Pagi Rion dan Radit". Sapa Andri.
"Pagi". Sapa Rion dan Radit berbarengan.
"Wah senang melihat kalian seperti ini". Kata Andri sambil tersenyum.
"Halo bro". Acep pun datang sambil merangkul pundak Andri.
"Apa-apaan kau tidak sopan, bukannya menyapa malah bikin kaget". Tegas Andri.
"Maaf-maaf ok ku ulangi".
"Pagi teman-teman". Sapa Acep.
"Pagi". Sapa balik teman-temannya yang sudah ada di kelas dan juga Rion, Radit.
Lalu Acep dan Andri pun langsung duduk di bangkunya.
Tidak berapa lama teman-temannya yang lain pun datang dan saling sapa, lalu terdengar suara bel sekolah berbunyi menandakan pelajaran akan segera di mulai.
Dan di mulailah pelajaran.
Sfx : Ting tong ting tong
Bel istirahat pun berbunyi, akhirnya mereka semua pun berburu makanan ke kantin untuk perut mereka.
Termasuk Rion dan kawan-kawan.
"Wih penuh banget nih kantin". Seru Acep.
__ADS_1
"Wajarlah ini kan jam istirahat pasti penuh". Kata Radit.
"Ayo kita cari meja yang kosong". Ajak Andri
Akhirnya mereka pun dapat tempat dan segera memesan makanan mereka.
Mereka pun mengobrol ngobrol seperti biasa, seperti biasa pula Radit dan Acep yang paling banyak bicara dengan sedikit keributan.
Andri yang melihatnya pun senang karena melihat mereka akur kembali.
Di saat itu pula Joni pun datang dan duduk di bangku yang masih kosong dekat mereka.
"Halo kalian". Sapa Joni sambil membawa nampan makanannya.
"Halo" .Sahut mereka semua.
"Eh Joni kau sudah baca pesan ku belum?". Tanya Andri.
"Oh itu aku belum buka handphone dari semalam". Jawab Joni.
"Kalau begitu pulang sekolah kita kesana bareng". Ajak Andri.
"Boleh deh, mumpung aku tidak sibuk". Kata Joni.
"Ehm, kalian berdua aku perhatikan ngobrol berdua kayak lagi pacaran aja sampai ajak-ajak pulang bareng". Kata Acep.
Andri dan Joni pun hanya saling pandang, mereka lupa kalau di tempat mereka ngobrol ini ada teman-temannya.
"Tidak ko kita sedang berdiskusi antar ketua dan wakil ketua kelas karena sebentar lagi bakal ada pemilihan ketua OSIS". Kata Joni mengelak.
Andri hanya bisa tersenyum dan berkata dalam hati, ("bagus Joni").
"Oh begitu ya, aku dengar-dengar emang akan ada pemilihan ketua OSIS baru ya". Kata Rion.
"Tentu karena kakak kelas kita sudah memasuki tahun akhir, mereka tidak akan aktif lagi karena akan ujian kelulusan". Kata Andri.
"Begitu ya". Kata Radit.
"Lebih baik kita lanjutkan makannya, sebentar lagi bel istirahat selesai". Kata Andri.
"Oh iya". Kata Acep.
Lalu Acep pun langsung cepat menghabiskan makanannya.
"Pelan-pelan Acep kau mau tersedak". Kata Radit memperingatkan.
__ADS_1
"Iya-iya bawel". Kata Acep.
Akhirnya bel waktu selesai istirahat pun berbunyi dan mereka pun segera kembali ke dalam kelas.
Waktu pun terus berjalan hingga akhirnya bel pulang sekolah berbunyi dan murid-murid pun langsung berhamburan keluar kelas dengan senang.
Andri dan Joni pun langsung tancap gas ke tempat tujuan mereka.
Tapi saat mereka melewati jalan pintas tiba-tiba mobil mereka di cegat oleh seseorang bertubuh besar.
Akhirnya mereka pun keluar dari mobil.
"Mau apa kalian?". Tanya Andri.
"Wah benar orang ini ya, yang dikatakan bos". Kata salah satu orang berjas hitam dan bertubuh besar.
"Benar". Kata orang yang temannya si pria bertubuh besar itu.
Mereka semua pakai kacamata.
"Apa maksudnya ini?". Tanya Joni.
"Tidak apa-apa, hanya perintah dari bos". Jawab salah satu pria bertubuh besar tersebut.
"Apa?". Kaget Andri.
"Ayo sesuai perintah bos kita habisi mereka". Kata salah satu pria tersebut.
Di depan Andri dan Joni ada sepuluh orang pria bertubuh besar.
"Kurasa kita akan terlambat". Kata Joni.
"Dan kurasa kita sekarang antara kembali dan tidak". Kata Andri.
Lalu Andri dan Joni pun sudah siap dengan kepalan tangan mereka untuk menghajar kumpulan pria tersebut dengan memasang senyum misterius.
"Ayo kita lumpuhkan mereka". Kata Andri sambil menyeringai.
"Ya". Kata Joni menyeringai.
Apakah Andri dan Joni akan selamat?
...*Terimakasih sudah membaca maaf bila tidak update beberapa hari ini, dikarenakan koneksi internet yang tidak mendukung, semoga kalian tetap setia membaca βΊοΈπ*...
***Bonus***
__ADS_1
Sketsa Andri pada saat bertugas..