
Pagi hari pun telah tiba, pagi hari ini Rion seperti biasa berangkat bareng bersama adiknya, mengantar adiknya ke sekolah, lalu menunggu bus di halte dekat sekolah adiknya. Akhirnya bus tersebut pun tiba dan Rion pun langsung menaiki bus tersebut untuk menuju ke sekolahnya.
Sampailah Rion di halte bus tidak jauh dari sekolahnya. Rion pun langsung turun dari bus tersebut dan akan berjalan menuju sekolahnya, saat hendak berjalan menuju sekolahnya tiba-tiba Rion melihat seorang Bapak-bapak sedang berusaha melawan seorang pencuri yang kelihatannya pencopet tersebut berusaha mencuri tas, dompet yang sedang di pegang oleh bapak tersebut.
Saat pencuri itu berhasil merebut tas bapak tersebut dan lari, bapak tersebut pun berusaha mengejar pencopet tersebut meninggalkan mobilnya yang terparkir di pinggir jalan. Rion pun berinisiatif menolong bapak tersebut.
Rion melihat ke arah jam tangannya.
"Masih pukul 07.00 pagi masih ada waktu sebelum kelas di mulai". Gumam Rion.
Akhirnya dia pun berlari dan berusaha mengejar pencopet tersebut dengan cepat dia pun mengambil jalan pintas , untungnya dia tahu jalan pintas di sekitar sekolahnya.
Akhirnya Rion pun melihat pencopet tersebut memasuki sebuah gang kecil dia pun berinisiatif untuk masuk ke gang tersebut tapi dia bingung kalau di masuk ke gang tersebut dan menghalangi copet tersebut dia takut pencopet tersebut akan tahu kekuatannya.
Dia pun berpikir dengan cara apa dia melawan pencopet tersebut. Akhirnya dia ingat punya sebuah kacamata lensa hitam yang kemarin di kasih Acep di kelas yang kata Acep dia dapat kacamata itu menang lomba menembak bebek di pasar malam pas liburan bareng adiknya , karena gak suka dia pun memberikannya pada Rion.
Akhirnya Rion pun langsung mencari kacamata itu di tas nya dan akhirnya ketemu lalu dia pun mengeluarkan sebuah jaket yang selalu dia bawa, dia pun langsung membuka blazer sekolahnya, dasi lalu menyimpannya ke tas. Lalu Rion pun menyimpan tas nya di tempat yang aman dia pun memakai jaket dengan Hoodie nya dan kacamata hitamnya lalu dia pun masuk ke dalam gang itu.
Kebetulan sekali pencopet itu sedang kebingungan mencari jalan karena gang yang dia masuki adalah sebuah gang kecil, sempit dan buntu.
"Mau kemana kamu". Kata Rion tegas kepada pencopet tersebut.
"Siapa kamu?". Tanya pencopet tersebut sambil ketakutan.
"Kamu gak perlu tahu, tolong berikan tas yang tadi kamu curi dari bapak tadi". Tegas Rion pada pencopet tersebut.
"Tidak mau, kamu mau apa hah bocah begini mau jadi sok pahlawan pakai penampilan seperti itu lagi". Kata pencuri tersebut sambil menatap tajam ke arah Rion.
"Tolong berikan tas nya padaku". Tegas Rion pada pencopet tersebut.
''Tidak mau dasar bocah ku lawan saja bocah begini bisa apa hah?" . Kata pencopet tersebut sambil mau melayangkan tinju ke arah Rion.
Tapi sayang tinju yang akan di layangkan ke Rion di tahan dengan satu tangannya dan Rion pun mengeluarkan sebuah listrik kecil dari tangannya hingga pencopet tersebut kaget dan mundur serta meniup tangannya yang habis tersengat sebuah listrik.
"Berikan tas nya cepat". Tegas Rion.
__ADS_1
"Kamu ini apa hah bocah bisa seperti itu?". Tanya pencopet tersebut.
"Bukan siapa-siapa aku hanya manusia biasa dan seorang anak-anak". Jawab Rion.
"Cepat kembali kan atau aku akan melakukannya lagi pada anda". Tegas Rion sambil mengeluarkan sebuah listrik di tangannya.
"Baiklah ini tas nya". Kata pencopet tersebut sambil menyerahkan tas nya pada Rion dan dia pun ketakutan.
Akhirnya Rion pun menerima tas tersebut dan pencopet tersebut pun langsung lari mencari celah dan keluar gang tapi sayang saat pencopet itu keluar gang dan lari terbirit-birit dia tidak melihat keadaan sekitar gang tersebut yang akhirnya dia malah jatuh ke sebuah selokan air di situ.
Rion hanya tersenyum kecil. Tidak berapa lama polisi pun datang bersama bapak yang tas nya di copet tersebut.
"Nah itu pencuri nya". Kata Bapak tersebut kepada polisi.
Rupanya bapak tersebut tadi menelepon polisi sambil mengejar pencopet tersebut.
Akhirnya pencopet tersebut pun langsung di bawa ke kantor polisi oleh polisi tersebut.
Rion pun akhirnya menyerahkan tas tersebut kepada bapak pemilik tas tersebut.
"Wah makasih ya nak". Kata bapak tersebut pada Rion
"Wah makasih ya nak sekali lagi kamu hebat berani sekali ".Kata bapak tersebut takjub.
"Sama-sama pak". Balas Rion.
Rion pun sudah melepas kacamatanya saat pencopet tersebut sudah di bawa polisi.
"Oh iya nak ini untuk kamu". Kata bapak tersebut sambil menyerahkan selembar uang yang cukup banyak.
"Tidak pak terimakasih saya ikhlas kok pak menolong bapak". Kata Rion dan menolak untuk mengambil uang tersebut.
Rion pun langsung melihat ke arah jam nya yang sudah menunjukkan pukul setengah delapan. Karena takut terlambat dia pun pamit pada bapak tersebut untuk kembali ke sekolahnya.
"Maaf pak saya undur diri ya ke sekolah karena sebentar lagi bel masuk sekolah berbunyi saya takut terlambat". Kata Rion halus pada bapak tersebut.
__ADS_1
"Oh iya nak silahkan maaf ya merepotkan". Kata bapak tersebut.
"Tidak apa-apa pak saya senang bisa membantu". Kata Rion.
Lalu Rion pun pamit dan langsung berlari menuju sekolahnya.
"Oh iya ngomong-ngomong nak siapa nama kamu?. Loh kemana dia ya!". Kata bapak tersebut yang ingin menanyakan namanya tapi sayangnya Rion udah pergi menuju sekolahnya.
"Ya sudahlah mudah-mudahan dapat bertemu dengan anak itu lagi, tapi kok rasanya gak asing ya". Kata Bapak tersebut sambil berpikir.
"Ya sudahlah besok saya ke sekolah anak itu lagi mukanya dia tidak asing rasanya aku ingat". Kata bapak tersebut sambil berlalu pergi menuju mobilnya kembali yang tadi di parkirkan.
Rion pun akhirnya keluar dari gang tersebut sambil membawa kacamata itu dia pun lupa untuk melepaskan jaketnya karena terlalu buru-buru. Saat hendak keluar dari gang dia mendengar seseorang memanggilnya dari belakang.
"Rion halo". Kata orang tersebut.
"Loh Acep ". Kata Rion dia pun kaget.
"Halo selamat pagi bro". Sapa Acep.
"Selamat pagi". Sapa Rion balik.
"Heh bro ngomong-ngomong kamu ngapain abis keluar dari gang itu dan memakai jaket serta itu kacamata dari ku kan". Tanya Acep.
Rion pun bingung dia harus jawab apa dan akhirnya dia pun mendapatkan ide untuk menjawabnya.
"Ah aku tadi karena kepagian datang ke sekolah jadi aku sempatkan untuk lari pagi dulu keliling sekitar sekolah ini maka dari itu aku pakai jaket dan kacamata mu itu tadi aku pakai karena ingin mencobanya saja". Jawab Rion sambil tersenyum agar tidak di curigai.
"Oh, bagaimana bagus kan kacamatanya ?". Tanya Acep.
"Bagus kok bagus". Kata Rion.
"Ya udah kita ke kelas yu 10 menit lagi bel berbunyi". Lanjut Rion mengalihkan pembicaraan.
"Ayo, tapi ngomong-ngomong blazer mu tidak di pakai dulu! ". Tanya Acep
__ADS_1
"Nanti saja di kelas". Kata Rion.
Akhirnya mereka pun masuk ke gerbang sekolah bareng. Dalam hati Rion pun berkata "Syukurlah tidak ketahuan Acep dan untungnya Acep tidak terlalu curiga". Kata Rion dalam hatinya sambil tersenyum kecil.