
Akhirnya hari sabtu pun tiba, Rion yang sudah meminta izin pada ibunya untuk kerja kelompok di rumah temannya pun sudah siap dan sedang menunggu bus menuju halte bus sekolahnya untuk berjanji berkumpul bersama teman-temannya, tidak berapa lama bus pun datang dan Rion pun menaiki bus tersebut.
Selama perjalanan Rion berpikir dia senang sekali akhir-akhir ini dia sering jalan-jalan bersama teman-temannya walau akhir pekan.
Dulu ketika dia masih SMP dia jarang bergaul seperti ini karena dia sering malu-malu untuk sekedar berkenalan dengan teman-temannya atau pun sekedar bergabung untuk ada Radit yang selalu menemaninya.
Nah di SMA ini dia pun memberanikan diri untuk bergabung dengan yang lain dan memberanikan diri untuk berkenalan dengan teman-teman yang lain, ini semua berkat Radit yang selalu mendorongnya untuk memberanikan diri dan syukurnya dia punya teman seperti Radit.
Dia tahu selama ini dia menyembunyikan kekuatannya dari teman-temannya termasuk Radit, Rion ingin mengatakannya tapi nanti Rion ingin mengatakannya di waktu yang tepat dan Rion berharap teman-temannya tidak menjauhinya, serta dapat menerima dia.
Akhirnya bus pun berhenti di halte bus tersebut, Rion pun turun dari bus dan menyapa teman-temannya yang sudah hadir, ada Radit, Andri dan Santi.
"Hei bro apa kabar?" Tanya Radit sambil merangkul pundak Rion.
"Baik". Jawab Rion.
"Oh iya Doni dan Amel kemana!".Tanya Rion
"Doni sebentar lagi sampai, Amel katanya dia nunggu di toko yang akan kita kunjungi, dia langsung ke sana". Jawab Andri.
Tidak berapa lama Doni pun datang.
"Maaf ya gue terlambat, gue lupa ada kerja kelompok hari ini, untung tadi Andri nelepon gue". Kata Doni dengan keringat yang bercucuran sehabis berlari tadi.
"Dasar pikun, padahal masih muda". Kata Santi.
"Ya maaf gue inget nya hari sabtu itu hari libur waktunya rebahan bagi gue mah". Balas Doni.
"Ngomong-ngomong Andri tumben lo gak pake motor".Tanya Rion.
"Gak lah gue kan mau kerja kelompok bareng kalian, ya harus kompak dong kita jalan bareng". Kata Andri.
"Wah Pak ketu panutan". Kata Radit bangga.
Akhirnya bus yang mereka tunggu pun datang dan mereka pun akhirnya naik bus tersebut ke halte bus di kota.
Selama perjalanan mereka pun mengobrol tentang tugas mereka.
Tugas yang mereka kerjakan adalah kerajinan yaitu membuat sebuah taman/kota impian mereka, tugas ini adalah pelajaran keterampilan.
__ADS_1
Akhirnya bus yang mereka tumpangi pun sampai dan akhirnya mereka pun turun dari bus tersebut.
Di dekat halte bus ada Amel yang sudah menunggu mereka, dia pun melambaikan tangannya dan menghampiri temannya.
"Hallo kalian semua". Sapa Amel sambil menghampiri teman- temannya.
"Hallo ". Balas mereka semua.
"Ayo jadi kita kan, yu sekarang kita masuk ke tokonya". Kata Amel.
"Ayo deh langsung saja". Kata Andri.
Akhirnya mereka pun masuk ke sebuah toko yang menyediakan alat-alat untuk membuat sebuah kerajinan, mereka pun melihat lihat daftar yang sudah di tulis mereka di sebuah kertas dan berpencar untuk mencari bahan-bahan atau alat yang di perlukan.
Akhirnya setelah mereka berpencar dan muter-muter selama 1 jam, akhirnya mereka semua dapat alat yamg di perlukan mereka.
Mereka pun segera membayar di kasir dan keluar dari toko tersebut.
"Bro beli cemilan yu, atau minuman nanti kita makan di rumah Amel gimana". Tanya Radit.
"Ayo". Balas teman-teman yang lain.
Setelah itu mereka pun jalan -jalan sebentar karena sekarang hari minggu mereka pun jalan-jalan sejenak dan istirahat sejenak di sebuah taman.
Tidak jauh dari mereka ada seorang penjambret yang sedang lari dikejar seorang ibu-ibu. Ibu itu pun terus berlari mengejar pencopet tersebut dengan berteriak jambret-jambret.
Mereka pun melihat ke arah ibu tersebut dan di belakang pencopet tersebut banyak masyarakat yang ikut mengejar copet tersebut.
Akhirnya Rion dan kawan-kawannya berinisiatif membantu ibu tersebut.
"Hai bro bantuin yu". Ajak Radit.
"Ayo". Ucap Rion,Andri dan Doni bareng.
"Tapi Santi dan Amel tunggu disini ya". Kata Andri.
"Ok". Jawab Santi dan Amel bersamaan.
Akhirnya Rion, Andri dan Doni pun ikut mengejar copet tersebut bersama warga yang lainnya mereka pun saling berpencar.
__ADS_1
Rion pun yang masuk ke sebuah gang pun kebetulan sekali pencopet tersebut melewati gang tersebut, diam-diam Rion menggunakan kekuatannya dan mengalirkan listrik ke arah pencopet tersebut untung di sekitar Rion belum ada warga yang datang jadi hanya Rion sendiri dan pencopet tersebut tidak tahu ada Rion.
Listrik yang di alirkan Rion ke arah kaki pencopet tersebut pun membuat pencopet terjatuh.
Tidak berapa lama para warga pun datang dan menangkap pencopet tersebut, Andri pun membantu dengan menelepon polisi, untungnya para warga pun tidak sampai main hakim sendiri.
Akhirnya tidak berapa lama polisi pun datang ke tempat kejadian dan menangkap pencopet tersebut.
Dan Ibu yang kehilangan tas pun akhirnya tas nya kembali, dan Ibu pun berterimakasih pada warga dan Rion dkk yang sudah membantunya.
Akhirnya Rion serta teman-temannya pun kembali ketempat Amel dan Santi.
"Gimana pencopetnya sudah tertangkap!"Tanya Santi.
"Sudah kebetulan sekali pencopetnya terjatuh dan segera di tangkap warga". Kata Radit.
"Untungnya para warga tidak main hakim sendiri dan Andri tadi membantu mereka dengan menelepon polisi, lalu polisi pun datang serta menangkap pencopet tersebut serta Ibu yang kehilangan tas nya pun akhirnya tasnya kembali dan diminta memberikan keterangan kepada polisi". Kata Doni menjelaskan.
"Syukurlah". Kata Amel tersenyum.
"Ya untungnya syukurlah aku berhasil menemukan pencopet tersebut ". Kata Rion dalam hati.
"Oh iya ayo kita ke rumah Amel sebelum semakin siang nih nanti tugasnya kelupaan". Kata Santi.
"Ayo sekarang saja, kita berangkatnya naik apa nih Mel?" . Tanya Andri.
"Tenang saja aku tadi dengan supirku dia aku suruh tunggu di parkiran, yu kita ke sana sekarang". Kata Amel sambil menunjuk ke arah parkiran.
"Waw benar-benar orang kaya". Kata Radit takjub.
Akhirnya mereka pun ke tempat parkir untuk menemui supir Amel dan akhirnya mereka pun menaiki mobil Amel dan menuju rumah Amel untuk mengerjakan tugas kelompok mereka.
*Sedikit informasi, Amel adalah anak dari seorang pemilik sekolah yang mereka tempati sekarang, dia memiliki seorang Kakak laki-laki bernama Deon yang sekarang sudah duduk di bangku sebuah universitas, Ayah Amel bukan hanya pemilik sekolahan tapi juga pemilik sebuah perusahaan besar maka dari itu orang tua Amel jarang di rumah.
Ayahnya selalu meeting ke luar kota maupun keluar negeri dan di temani ibunya Amel.
Maka dari itu Amel selalu sendiri dirumahnya hanya ditemani seorang pembantu kepercayaan keluarganya dan seorang supir untuk mengantarnya kemanapun Amel pergi. Kakaknya Deon jarang ada di rumah dikarenakan dia selalu sibuk urusan kampus apalagi dia seorang Ketua OSIS di kampusnya*
*Terimakasih bagi yang sudah mau membaca novel saya ini , semoga kalian suka dan jangan lupa vote ya terimakasih🙏😊*
__ADS_1