BUKAN SUPERHERO

BUKAN SUPERHERO
Startegi


__ADS_3

Setelah mengantarkan Rion pulang ke rumahnya, Andri pun segera melajukan mobilnya ke sebuah perusahaan besar, dia masuk ke dalam perusahaan besar itu, seorang satpam yang melihat mobil Andri segera membukakan gerbang untuk Andri karena satpam tersebut sudah mengenal Andri. Andri pun melakukan mobilnya bukan di depan sebuah gedung perusahaan tetapi lebih ke dalam sebuah halaman gedung yang dimana harus melewati sebuah gerbang besar , diapun mengeluarkan kartu namanya dan menunjukkan kartu namanya pada sebuah kamera otomatis yang mendeteksi siapa yang datang?, setelah itu gerbang itu pun langsung membukakan pintunya untuk Andri, dan mobil Andri pun melesat masuk ke dalam.


Akhirnya dia tiba di sebuah rumah besar bergaya modern yang terdapat sebuah air mancur dan taman yang indah, dia pun segera mungkin memarkirkan mobilnya di halaman rumah tersebut.


Dia pun keluar dari mobil dan memasuki rumah tersebut dengan mengeluarkan kartu namanya dan menunjukkan kartu namanya tersebut pada kamera pendeteksi di samping pintu rumah tersebut.


Setelah pintu rumah tersebut terbuka, dia pun langsung di sambut salah seorang pelayan laki-laki yang sudah berumur sekitar 60 han dan sudah bekerja lama di rumah tersebut.


"Silahkan masuk nak Andri". Pelayan tersebut pun langsung membungkukkan badannya memberi hormat pada Andri.


"Terimakasih pak Yana". Ucap Andri.


Pelayan tersebut bernama pak Yana, pak Yana sudah bekerja di situ sekitar 20 tahun dan menjadi kepala pelayan serta pelayan kepercayaan pemilik rumah dan perusahaan tersebut.


Andri pun langsung menuju sebuah lift dan naik kelantai atas lalu menuju sebuah ruangan.


Saat dia memasuki ruangan besar tersebut di sana sudah ada, Santi, Brian, Acep yang sudah berkumpul dan duduk manis di sebuah kursi yang di lengkapi sebuah meja besar dan panjang.


Seorang pelayan langsung masuk dan menyuguhkan sebuah minuman untuk Andri


" Hai Andri bagaimana Rion?". Tanya Santi saat Andri duduk di bangkunya.

__ADS_1


"Dia sudah lumayan baikan, aku tadi mengantarkan dia sampai rumahnya". Jawab Andri sambil meminum minumannya, sepertinya setelah kejadian tadi dia merasa haus.


"Hah, syukurlah kalau begitu". Ucap Santi.


"Eh Joni belum datang?". Tanya Andri.


"Belum dia sedang mengantarkan Amel ke rumahnya". Jawab Acep.


"Begitu ya". Ucap Andri sambil menyenderkan badannya ke kursi agar badannya terasa nyaman.


"Aku tidak percaya dengan kejadian tadi, benar-benar di luar dugaan sekali". Ucap Brian sambil memainkan laptopnya, tampaknya, Brian sedang sibuk mencari sebuah petunjuk.


"Aku pun sama, masalahnya orang itu siapa? aku tidak pernah melihatnya". Ucap Santi sambil memakan makanan yang ia minta dari seorang pelayan.


"Kalau ku pikir-pikir benar juga seragam dia terlihat seperti seragam sekolah kita, apa dia bersekolah di sekolah yang sama dengan kita?" Tanya Andri.


"Bisa jadi sih begitu, dilihat tadi sepertinya dia memang bersekolah di sekolah kalian, coba pikirkan bagaimana bisa dia mengenal Rion kalau dia tidak di sekolah kita?". Tanya Brian balik, dan masih sibuk dengan laptopnya.


"Eh benar juga, dan tampaknya dia seperti mengincar Rion dari awal, dia seperti sudah mengetahui kemampuan Rion". Ucap Andri.


"Nah seperti dugaan ku sepertinya memang ada sesuatu yang tidak beres".Ucap Brian.

__ADS_1


"Apakah dia di suruh seseorang untuk mengincarnya Rion?". Tanya Acep.


"Bisa jadi dugaan mu benar cep, dia sepertinya di suruh oleh seseorang juga". Jawab Andri.


"Tapi siapa orangnya?". Tanya Santi yang penasaran.


"Untuk saat ini, aku akan mencari tahu orang tersebut dan kalau memang benar ada orang yang menyuruhnya lebih baik kita selidiki keseluruhannya". Ucap Brian serius.


Saat mereka berbincang-bincang, tiba-tiba Joni pun datang.


"Hai semuanya, ternyata kalian sudah berkumpul lebih dulu daripada aku". Ucap Joni.


"Tidak juga, aku baru muncul beberapa menit yang lalu". Ucap Andri.


"Sebelum itu ada seseorang yang ku bawa dia memaksaku untuk ikut kesini". Ucap Joni serius.


"Hah siapa?". Ucap Santi kaget dan memandang Joni.


Joni hanya terdiam dia bingung mau mengatakannya, tapi seseorang yang datang ke ruangan tersebut membuat mereka semuanya kaget dan membulatkan mata.


"Aku". Ucap Orang tersebut.

__ADS_1


Siapakah orang tersebut? jangan lupa tetap baca bukan superhero 🤗.


...Terimakasih bagi kalian yang sudah mau membaca bukan superhero selama ini, maaf bila beberapa bulan ini bukan superhero jarang up, dikarenakan kesibukan author dengan tugas-tugas yang menumpuk 🙏...


__ADS_2