BUKAN SUPERHERO

BUKAN SUPERHERO
Strategi 2


__ADS_3

"Aku". Ucap orang tersebut masuk ke dalam ruangan tersebut.


Yang lain pun langsung syok di tempat dan terdiam memandang orang tersebut.


"Amel". Ucap Acep yang sudah sadar dari keterkejutannya.


Akhirnya Amel dan Joni pun ikut duduk bersama mereka.


"Joni bagaimana bisa?". Tanya Andri.


"Huh itu". Jawab Joni.


*Flashback*


Sesudah Amel pulang dari kejadian tadi dan diantar Joni, di mobil Amel hanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Joni yang melihatnya dari kaca mobil hanya diam saja seakan mengerti kondisi Amel saat ini yang mungkin membuatnya terkejut.


Akhirnya setelah sekian lama mereka terdiam dan tepat dihadapan mereka lampu merah. Akhirnya Amel pun memulai percakapan.


"Sudah berapa lama?". Tanyanya.

__ADS_1


"Sudah berapa lama apanya?". Joni balik bertanya.


"Aku tanya padamu sudah berapa lama kalian semua mengetahui soal Rion?".


Joni pun bingung dia harus memulai menjelaskannya dari mana?, setelah berpikir beberapa saat akhirnya Joni pun menjawab pertanyaan Amel dan menjelaskannya.


"Awalnya kami juga kaget soal itu, jadi kami semua aku, Andri, Santi, Acep dan Brian bekerja di sebuah perusahaan besar itu, kami bekerja karena bakat kami, jangan tanya kenapa Acep pun yang sering remedial di sekolah bisa masuk, itu karena Acep hanya pintar dalam IT, jadi dia tidak terlalu pintar dalam pelajaran sekolah, dia masuk ke sekolah karena hanya solidaritas saja".


"Kami semua pun punya tempat tinggal di sebuah perusahaan tersebut, tempat tinggal yang sudah di sediakan dan dilengkapi fasilitas yang terjamin bagi kami semuanya".


"Jadi awalnya kita semua satu tim, awalnya pekerjaan kita hanya bekerja seperti orang-orang biasa, hanya saja kita bekerja dibagian yang terbilang sangat santai bagi anak-anak muda seperti kami, awalnya kami homeschooling, tapi suatu hari pada saat itu bos kami menyuruh kami semua untuk sekolah di SMA pada umumnya, untuk menjalankan sebuah misi rahasia, lalu kami pun menyetujui dan kami sudah di daftarkan oleh bos kami ke sekolah tersebut, kami pun harus bersikap layaknya murid biasa di sekolahan tersebut bergaul seperti biasa bersama anak-anak lain".


"Jadi misi kalian itu apa?".


"Beda! maksudnya?".


"Iya kami harus melindungi identitas seseorang".


"Rion maksudnya".

__ADS_1


"Iya betul, bos kami menyuruh kami untuk melindungi Rion dan menjadi temannya, awalnya kami tidak tahu tujuan kami sekolah di luar, kami sedikit bertanya-tanya, kenapa bos kami tumben sekali menyuruh kami untuk keluar lingkungan?, biasanya kami ini di sembunyikan dan hanya diam di dalam perusahaan ataupun rumah kami yang sudah di sediakan, kami pergi keluar hanya kalau sedang ingin berjalan-jalan saja saat libur".


"Jadi kalian itu semacam agen rahasia perusahaan?".


"Yap betul seperti itu, kami bekerja di belakang layar perusahaan".


"Kalian ternyata pintar juga dan kalian menyamar seperti agen rahasia saja".


"Iya, kami memang agen, tapi bagaimanapun kami juga hanyalah sekumpulan anak muda yang ingin menikmati masa mudanya seperti yang lain, tapi kami bersyukur di perusahaan ini kami semua di fasilitasi yang cukup tinggi".


" Kalau boleh aku tahu bos kalian itu siapa? dan hubungan apa dengan Rion, dia perhatian sekali dengan Rion sampai seperti itu?".


Joni pun terdiam memikirkan apakah dia harus membuka kartu pada Amel, tapi Joni berpikir mungkin tidak apa-apa memberi tahukan pada Amel, toh Amel teman mereka dan mereka cukup baik mengenal Amel, akhirnya dalam satu tarikan nafas Joni mengungkapkannya dan membuat Amel terkejut.


"Bos kami itu adalah ... Ayahnya Rion".


"Apa?". Amel pun terkejut.


Dan saat itu pula lampu hijau menyala, Joni pun melajukan kendaraannya.

__ADS_1


Dan detik itu juga kata-kata Amel membuat Joni terkejut.


^^^...Terimakasih banyak bagi kalian yang mau membaca novel saya ini, maaf bila jarang update dikarenakan kesibukan author πŸ™β˜ΊοΈ...^^^


__ADS_2