
“ Ehkm..ehm.”dehem Acep.
“Eh makasih ya” . Ucap Santi yang sadar dengan posisinya saat ini.
Dia langsung, menjauhkan tubuhnya,…
“Eh..i..ya sama2”.Ucap Rion.
Setelah itu Santi melihat kearah Radit yang menatapnya juga.
“ Heh dit, jangan rebut disini dong, tahhu situasi dong”. Ucap Santi yang langsung memarahi Radit sambil menjewer telingan Radit.
“Aduh..duh..duh sakit tahu, apa salahku?”. Tanya Radit yang meringis kesakitan.
“Masih nanya, kamu tuh ribut lihat tempat dong ini dimana kalau mau ribut di lapangan sana”. Ucap Santi yang udah kayak ibu2 memarahi anaknya yang bandel.
Rion dan yang lainnya hanya tersenyum melihat tingkah Santi yang memarahi Radit, bagi mereka sudah biasa melihat duo tom & jerry, Santi Radit, tapi mungkin tidak dengan Brian yang melihatnya kurang suka.
“Ih ko aku yang di salahin, salahin Acep tuh yang mulai duluan”. Bela Radit yang berusaha melepaskan telinganya dari jeweran super Santi.
“Apa Lo bilang, enak aja Wee”. Ucap Acep sambil mengejek Radit.
“Apa, kamu ngajak berantem?” Ucap Radit.
Tiba-tiba datanglah sebuah buku , mampir ke kepala mereka berdua.
“Plak-Plak”..
“Adududuh sakit”. Seru mereka berdua.
“Siapa sih yang mukul ini, minta dihajar juga?”. Ucap Acep kesal.
“Ehmm.ehmm siapa yang kau bilang minta dihajar?’. Ucap seseorang dibelakang Acep dan Radit.
Seketika mereka berdua pun kompak melihat kearah belakang mereka, dan tertampanglah wajah Sang ketua kelas yang menyeramkan Andri.
“Ehh..eh hai Pak ketu”.. Ucap Acep takut.
__ADS_1
“Hai…” Ucap Radit yang langsung sembunyi dibelakang Rion.
Brian dan yang lainnya udah ketawa melihat tingkah laku Acep dan Radit yang dipukul Andri.
Ayah Rion yang melihatnya tersenyum sambil menahan tawa, dia senang anaknya mempunyai banyak teman yang menyenangkan seperti ini.
Tadinya dia akan menyekolahkan Rion di sekolah ternama, tapi isterinya bilang biarkan Rion bersekolah bebas seperti anak biasa, apalagi mereka tinggal di tempat biasa pula, akhirnya dia menyetujui itu, dan menyuruh Andri dkk untuk bersekolah di tempat Rion berada.
Dia bersyukur Rion tidak marah, dan mau menerima penjelasannya, ternyata Rion sosok yang bijaksana, yang au mendengarkan penjelasan orang lain dulu, bukan seseorang yang akan langsung mengambil keputusan dan marah2. Tadinya dia sudah berpikir apakah Rion akan marah nyatanya tidak. Karena dia sudah bertemu Rion saatnya dia akan bertemu Mina, anaknya yang belum pernah bertemu, kecuali waktu pertama Mina lahir.
Soal Mina dia bingung harus menjelaskannya bagaimana? Dan apakah Mina akan marah atau sama seperti Rion?. Dia sudah siap dengan kemungkinan yang ada kalau seandainya Mina mau menerimanya atau tidak? Dia tidak akan lari lagi dari anka2nya, karena dia ingin anak2nya kembali Bersama dia lagi, mungkin ini sudah waktunya membawa mereka kembali lagi.
“Ehmm. Nah anak-anak waktunya makan malam ayo, kita makan Bersama-sama”. Ucap Ayah Rion yang membuyarkan obrolan mereka.
Mereka semuapun setuju dan langsung pergi ke sebuah rumah, di belakang perusahaan tersebut, terpampanglah sebuah rumah mewah, yang membuat semua orang kagum.
“ Perasaanku saja, atau selama ini, kita tidak penah kerumah bos, makan aja di Gedung tadi, dan baru-baru ini kita di undang makan di rumah bos langsung wow”. Ucap Brian.
“Mungkin karena kali ini ada tamu special”. Ucap Acep yang melihat kea rah Rion.
“ Bos, kenapa kita di undang juga makan malam di rumah bos,?”. Tanya Joni yang penasaran, pasalya Joni saja heran.
“ Huh sudah kuduga”. Seru Joni dalam hati.
“ Heh Rion tidak kusangka, kau anak orang kaya rupanya waw”. Ucap Radit kagum pada Rion.
“ Ya, tapi aku lebih suka makan di rumah Bersama ibu dan Mina, masakan ibu enak, tapi sepertinya kalau aku pulang mala mini, ayah tidak akan membiarkan ku jadi ikuti ajalah”. Ucap Rion pasrah.
“ Nah, mari kita bersenang-senang malam ini”. Ucap Radit senang.
“Tapi sebaiknya kau hubungi dulu orang tuamu Radit, nanti mereka khawatir”. Ucap Rion.
“OK”. Ucap Radit senang.
“Nah mari masuk semuanya Rion dan teman-temannya”. Ucap ayah Rion.
Ternyata ada yang menyambutnya di depan rumah terebut, yah bodyguard2 ayahnya Rion, mereka membungkuk sambil membukakan pintu tersebut.
__ADS_1
“Selamat datang tuan besar”. Ucap mereka.
Mereka masuk dan disambut oleh beberapa pelayan yang menyambutnya dengan ramah.
“Nah kalian semua selamat datang di rumah kediaman Keluarga Vanista, oh iya para pelayan rumah berkumpul”. Ucap Ayah Rion dan seketika mereka semua pun berkumpul dan menunduk hormat.
“ Oh iya perkenalkan, ini anakku Rion”. Ucap Ayah Rion, memperkenalkan Rion pada semua pelayan di rumahnya.
“Selamat datang, Tuan muda”. Sahut mereka sambil memberi hormat.
“Terimaksih”. Ucap Rion membalas sapaan mereka.
“Nah Rion dan teman-temannya akan makam malam disini dan menginap disini jadi layani dengan baik, oh iya Rion ada makanan yang pingin kamu suka dan makan?”. Tanya Ayah Rion.
“Tidak ada, aku bukan pemilih”. Ucap Rion.
“Heh bukannya kamu suka makan aw..” Ucap Radit terhenti seketika , karena Rion mencubil perutnya.
“Ada apa?’. Tanya Ayah Rion.
“Tidak ada apa2”. Ucap Rion cepat.
“Baiklah kalian semua tolong siapkan”. Ucap ayah Rion.
“Baik Tuan”. Ucap mereka dan langsung bergegas.
Mereka semua pun langsung diantar ke ruang makan, yang besae mungkin muat untuk banyak orang.
Semua pelayan dan koki sibuk menyiapkan makanan dan minuman.
“ Nah silahkan kalian makan”. Ucap Ayah Rion pemilik rumah tersebut.
Akhirnya mereka semua pun makan malam bersama.
__ADS_1