BUKAN SUPERHERO

BUKAN SUPERHERO
Kerja Kelompok : Rumah Amel


__ADS_3

Akhirnya mobil yang di tumpangi mereka pun berhenti di sebuah gerbang besar, klakson mobil di bunyikan dan gerbang pun di buka oleh seorang satpam. Setelah itu mobil pun melaju masuk dan di parkir kan di halaman depan.


Mereka pun turun dari mobil, dan takjub dengan halaman depan rumah Amel.


"Wah halaman mu besar ya Mel luas". Kata Radit kagum.


"Terimakasih, nah kita masuk yu". Ajak Amel pada teman-temannya.


Akhirnya mereka lun masuk ke sebuah rumah besar dengan pintu besar yang terbuka dengan otomatis.


"Selamat datang". Sapa pelayan di rumah Amel.


Lalu mereka pun dipersilahkan masuk dan duduk di ruang tamu yang lumayan besar.


Amel pun pamit ke kamar untuk ganti baju dan menyuruh pembantu di rumahnya untuk menyiapkan makanan dan cemilan bagi mereka.


Mereka yang di ruang tamu di suruh oleh salah seorang pembantu Amel untuk pindah ke sebuah ruangan yang dimana di situ ada sofa, karpet bulu besar, ada sebuah meja dan tv. Mereka pun di persilahkan duduk dan menunggu Amel ganti baju.


Tak berapa lama pembantu tadi pun datang membawakan mereka cemilan dan minuman untuk mereka.


Sambil menunggu Amel mereka pun menyiapkan bahan-bahan yang di perlukan untuk tugas dan mengemil makanan serta minuman yang disediakan tadi.


"Hai bro gak nyangka ternyata Amel orang kaya ya rumahnya gede amat". Kata Radit takjub.


"Lo gak tahu Radit, Amel itu kan anak pemilik sekolah yang kita tempati, cuman emang dia gak pernah ngasih tahu ke seluruh sekolah, jadi yang tahu tentang dia hanya yang terdekat aja kayak gue sama Selly dan Riska aja yang tahu tapi lo pada udah fix ya jangan kasih tahu Amel siapa sebenernya ke satu sekolahan, karena itu Amel yang minta katanya biar mereka tahu sendiri". Kata Santi menjelaskan.


"Oh lo jadi udah tahu dari awal, ok deh kita janji gak akan bilang-bilang ko". Kata Doni


"Yap gue dan Selly sama Riska pernah ke rumah Amel ko waktu dulu itu pun baru pertama kali karena waktu itu gue dan yang lainnya di suruh Amel ke rumahnya buat temenin dia bahkan waktu itu kita nginep disini karena katanya orang tuanya lagi dinas ke luar negeri gitu". Kata Santi panjang lebar.


"Tapi gue heran kenapa dia ke sekolah gak pernah lihat pake mobil di jemput gitu!"Tanya Radit.


"Bukan gak pernah tapi sebenernya jemputan nya ini di suruh Amel buat nungguin di gang dekat halte bus itu kan jarang yang lewat ke sana". Kata Santi.


"Jadi Amel ini kayak menyembunyikan jati dirinya ya." Tanya Andri.


"Yap seperti itulah dan hanya kita teman dekatnya yang tahu serta guru-guru di sekolah saja, dia sembunyi-sembunyi seperti itu karena dia takut kalau satu sekolahan tahu, mungkin 1 sekolahan itu akan coba dekat-dekat sama Amel karena ada maunya, Amel cerita sama gue waktu itu dulu pas SMP satu sekolahnya pada tahu kalau dia anak orang kaya nah ada seorang teman yang pura-pura berteman sama dia dan baik sama dia, terus ternyata lama kelamaan dia di manfaatin gitu sama temannya"Seru Santi.


"Terus lo juga". Tuduh Radit.


"Enak aja lo ngomong, sorry ya gue Selly dan Riska temenan sama Amel tuh tulus, oh iya kalian jangan bilang-bilang ke temen-temen yang lain ya nanti di sebarkan". Balas Santi kesal dengan tuduhan Radit.


Rion,Radit,Andri dan Doni pun mengangguk.

__ADS_1


Saat mereka semua sedang sibuk mengobrol tiba-tiba Rion tidak sengaja melihat ke arah jendela di ruangan lantai 2 tersebut di halaman Amel ada seorang satpam Amel yang sedang tertidur di pos nya 'mungkin ngantuk' batin Rion.


Disaat itu Rion tidak sengaja menemukan 2 oran pria memakai jaket hitam akan mencoba membuka gerbang Rumah Amel. Rion pun mencari cctv-nyarumah tersebut dan ada ternyata.


Lalu tidak berapa lama Amel pun datang.


"Hai semua maaf lama nunggu ya". Tanya Amel.


"Hai gapapa ko yu kita mulai". Kata Santi.


"Amel aku mau nanya?"Seru Rion tiba-tiba sambil terus memperhatikan orang tersebut.


Pertanyaan Rion membuat teman-temannya melihat kearahnya.


"Boleh, eh ada apa?". Tanya Amel.


"Coba kamu lihat kamu kenal 2 orang itu gak !"Tanya Rion sambil menunjuk ke arah luar jendela.


Karena penasaran Amel dan yang lainnya pun melihat ke arah luar jendela, Amel pun terkejut.


"Aku gak kenal ko". Jawab Amel.


"Mereka kayak mau ngerampok, soalnya pintu gerbangnya kayak coba di buka gitu". Kata Radit yang sedang melihat ke arah gerbang.


"Nyala kok". Jawab Amel.


"Gini aja itu satpam mu lagi tidur coba kita bangunin diam-diam agar pencuri itu gak kabur jadi biar tertangkap". Kata Andri.


"Boleh deh jadi gua, dan Doni ke pos satpam." Kata Radit memberikan ide.


"Iya, gue dan Rion akan ngasih kode di atas sini untuk ngasih tahu pencurinya masih ada". Kata Andri.


"Kalau gitu Amel dan Santi coba telepon polisi ya" . Kata Radit.


"Baik". Jawab Amel dan Santi berbarengan.


Akhirnya Amel di temani Santi menelepon polisi.


Radit dan Doni turun ke bawah dan ke arah pos satpam untuk membangunkan satpam tersebut.


Akhirnya satpam tersebut pun bangun ketika gerbang terbuka dan pencuri itu pun kaget, lalu mencoba kabur Andri pun langsung ikut turun ke bawah.


Karena sudah sepi dia atas tidak ada orang Rion pun diam-diam menggunakan kekuatannya dan mengalirkan listrik ke arah pencuri yang berjumlah 2 orang tersebut yang mencoba lari dan akan di kejar oleh satpam beserta teman-temannya.

__ADS_1


Rion pun segera mengalirkan listrik dari tangannya melewati jendela terbuka dan mengarahkannya ke arah kaki pencuri tersebut yang mengakibatkan pencuri tersebut jatuh.


Dan akhirnya pencuri tersebut pun di tangkap oleh pak satpam dan teman-temannya.


"Syukurlah berhasil". Kata Rion tersenyum dan segera menyusul teman-temannya ke bawah ke halaman depan rumah.


Tidak berapa lama polisi pun datang dan menangkap pencuri tersebut, lalu polisi pun meminta keterangan dari Amel dan teman-temannya.


Amel pun memperlihatkan bukti dari cctv rumahnya.


"Terimakasih kalian semua sudah menggagalkan aksi pencuri tersebut". Kata polisi tersebut.


"Sama-sama pak".Jawab mereka semua.


Akhirnya polisi pun segera membawa 2 orang pencuri tersebut ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Amel pun bernafas lega.


"Maaf ya non, tadi saya ketiduran untung dibangunkan temen-temen non". Kata Pak satpam terlihat sedih.


"Tidak apa-apa pak, Bapak kan perlu istirahat juga". Kata Amel tersenyum.


"Justru kita yang harus nya minta maaf sama bapak karena ganggu istirahat bapak". Kata Radit.


"Tidak apa-apa ko den". Kata satpam tersebut.


"Untungnya kita semua dapat mencegahnya, berterimakasihlah pada Rion karena dia yang pertama kali melihatnya, kalau tidak entah bakal jadi gimana" . Kata Andri.


"Terimakasih ya Rion". Kata Amel sambil tersenyum.


"Sama-sama". Jawab Rion balas tersenyum.


"Ya udah kita ke atas yu, kita harus cepat ngerjain tugas kita keburu malam". Kata Santi.


"Oh iya ayo semuanya kita ke atas lagi". Kata Amel yang lupa akan tugas kelompoknya.


Akhirnya mereka semua pun masuk lagi ke dalam rumah dan ke lantai atas lagi untuk mengerjakan tugas mereka.


Dan akhirnya mereka pun mengerjakan tugas mereka sampai beres.


Selesai makan mereka pun di persilahkan makan malam di rumah Amel sama-sama. Sedudah makan malam mereka pun akan pulang ke rumah masing-masing.


.Tidak berapa lama orang tua Amel datang dan mereka pun berkenalan serta pamit kepada kedua orang tua Amel.


Mereka pun pulang diantarkan supir Amel karena di suruh Amel untuk mengantarkan mereka ke rumah masing-masing.

__ADS_1


*Terimakasih bagi yang sudah membaca novel saya ini, jangan lupa vote ya 😊🙏*


__ADS_2