
"Wah hai Acep apa kabar?". Tanya Santi kepada Acep yang baru datang menghampiri.
"Yo Santi, baik". Jawab Acep sambil duduk di samping Santi.
"Wah jarang ya kita berkumpul gini". Kata Brian.
"Iya lengkap pula". Kata Santi.
"Ayolah aku mah bisa saja cuman yang susah kan mereka berdua". Tunjuk Acep pada Andri dan Joni.
"Heh kami punya kesibukan ya sebagai ketua dan wakil kelas, OSIS juga". Kata Joni.
"Iya-iya aku tahu kok". Kata Acep membalas ucapan Joni tadi.
"Eh ngomong-ngomong tadi Rion kan, dia ngapain?". Tanya Acep.
"Yah kita ditolong Rion tadi". Kata Andri.
"Apa, kok bisa?". Tanya Acep sambil teriak menggebrak meja.
"Acep diam kamu bikin malu saja". Kata Santi sambil melotot ke arah Acep.
Acep yang takut dengan Santi pun langsung duduk kembali di kursinya.
"Hehehe maaf ". Kata Acep malu.
Akhirnya mereka pun melanjutkan percakapan mereka termasuk menceritakan kejadian tadi.
Sementara itu Rion yang dalam perjalanan menaiki bus menuju rumahnya pun merasa heran dengan teman-temannya tadi, pasalnya mereka seperti menyembunyikan sesuatu. Dan juga di saat dia tadi menggunakan kekuatannya mereka tidak kaget seperti Radit melainkan bersikap biasa saja.
__ADS_1
Lalu teman-temannya itu pula pun berurusan dengan orang berjas hitam yang bertubuh besar seperti orang-orang pasukan khusus untuk mengawal atau suruhan. Bukan orang-orang seperti preman.
"Siapakah mereka sebenarnya dan kenapa mereka harus berurusan dengan orang-orang spesial seperti itu?". Dalam hati Rion pun bertanya.
Bus yang di tumpangi Rion pun akhirnya berhenti sampai di halte bus dekat sekolah Mina.
Hari pun semakin sore dan Rion pun bergegas berjalan menuju rumahnya.
Sementara itu di kafe tersebut teman-teman Rion seperti Andri dan yang lainnya juga Brian sedang berdiskusi tentang Rion.
"Serius dia benar pakai kekuatannya untuk menolong kalian".Teriak Acep yang bikin kaget semua orang.
*Bletak*.
Sebuah sendok melayang tepat ke kepala Acep dan Santi lah pelakunya.
"Kau bisa kecilkan suara mu tidak, coba lihat semua orang jadi menengok ke arah kita". Kata Santi marah.
"Oh ok maaf". Kata Acep pelan.
"Kau ini makanya kalau mau bicara itu harus di jaga, apalagi sedang membicarakan Rion yang punya memakai kekuatannya tadi, bagaimana kalau ada yang mendengarnya?, misalkan musuh". Kata Brian.
"Brian benar kita tidak boleh membicarakan Rion di sembarang tempat begini". Kata Joni bijak sambil menyeruput minumannya.
"Iya maaf ku gak akan mengulangi nya". Kata Acep pelan.
"Eh Andri ngomong-ngomong aku sudah bicarakan soal penawaran ku pada ketua loh". Kata Brian.
"Benarkah?". Tanya Andri memastikan.
__ADS_1
"Iya benar". Jawab Brian meyakinkan Andri.
"Eh meyakinkan ketua untuk apa?". Tanya Santi penasaran.
Yang lain pun seperti Acep dan Joni pun pasang telinga untuk mendengarkan.
"Meyakinkan agar aku bisa sekolah seperti kalian dan itu akhirnya berhasil". Kata Brian.
"Eh Brian mau sekolah seperti kita?". Tanya Acep kaget.
"Iya betul aku bosan homeschooling terus gak bisa menghirup udara luar dan melihat pemandangan, aku keluar pun hanya untuk mengobrol seperti ini bersama kalian atau menolong kalian, kalau ku sekolah dengan kalian kan bisa sama-sama setiap hari".
"Apalagi bersama dengan Santi melihatnya setiap hari". Gombal Brian sambil tersenyum.
"Apa sih kamu gombal aja?." Tanya Santi sebal.
"Ah Santi kau ini jangan plin-plan dong harus benar pilih Brian atau Radit?". Tanya Acep.
"Kenapa kamu bawa-bawa Radit juga ini?." Tanya balik Santi sambil marah.
Akhirnya di kafe itu pun terjadi keributan dimana Santi marah-marah pada Acep.
...*Terimakasih bagi yang sudah mau membaca ☺️* ...
...Maaf bila selama ini author sudah lama gak up dikarenakan banyaknya kesibukan serta koneksi yang tidak stabil 😢. Semoga kalian masih betah membaca karya author ini dan jangan lupa vote ☺️🙏...
...Bonus Sketsa bayangan ...
__ADS_1