BUKAN SUPERHERO

BUKAN SUPERHERO
Keputusan Rion


__ADS_3

...Terkadang persahabatan yang indah itu sulit untuk di gapai, tapi mereka yang bersahabat sangat lama, mereka yang bertahan dengan segala kondisi dan melewati banyak situasi sulit bersama....


...Untuk membuat persahabatan itu utuh adalah sebuah kejujuran, sebuah kejujuran yang harus kita ungkapkan pada sahabat....


...Terkadang sahabat itu bisa mengerti dengan hanya melihat gerakan kita, ekspresi kita kalau kita tidak baik-baik saja....


...Tapi terkadang tidak semuanya kita bisa jujur pada sahabat soal rahasia kita....


...Karena kita juga memiliki ****privasi**** sendiri, sebuah rahasia yang tidak bisa kita ungkapkan pada siapa saja, teman-teman, sahabat bahkan keluarga....


...Dan kita terkadang memilih untuk menyimpan itu sendiri karena itu adalah sebuah rahasia besar kita yang tidak ingin kita ungkapkan pada siapa pun, kita pasti akan mengungkapkan nya suatu saat nanti ketika kita siap untuk menceritakan semuanya kepada orang-orang yang kita percaya....


...Tapi tahu kah justru hal itu lah yang terkadang membuat persahabatan menjadi terasa hambar dan seolah-olah ada yang memutuskan tali persahabatan itu sendiri....


........Back to Story........


"Hah". Rion pun menghirup dan mengeluarkan nafas sepanjang jalan, sambil berjalan kaki menyusuri jalanan menuju rumahnya.


"Aku harus bagaimana ya besok menghadapi Radit?". Gumam Rion.


"Maafkan aku Radit". Gumam Rion sedih.


Sepanjang perjalanan yang bisa Rion lakukan hanya berpikir bagaimana dia bisa berbicara pada Radit dan menjelaskan semuanya?


Selama ini Rion mengenal Radit, Radit itu adalah sahabat terbaik nya dan juga bisa ngerti apa yang selalu Rion maksud.

__ADS_1


Tidak terasa Rion pun sudah sampai di depan halaman rumahnya, tapi dia tidak langsung masuk ke dalam rumah, melainkan memutar ke arah taman dan duduk di bangku taman.


Rion terus memikirkan bagaimana caranya dia bisa menjelaskan semuanya pada Radit.


Tanpa di sadari ada seseorang yang akan mengagetkan nya dari belakang.


Sfx : Tap tap tap


Suara langkah kaki seseorang yang mendekati Rion secara perlahan.


"Hmmmm". Senyum seseorang di belakang Rion.


"Hah". Gumam Rion.


Tiba-tiba di belakang Rion.


"Astaga". Sahut Rion terkejut.


"Hahahaha kaget ya". Kata seseorang di belakang nya.


Rion pun melihat ke belakang siapa orang yang mengagetkannya.


"Hahahaha halo kak, udah pulang".


"Mina ternyata kamu ya, kakak kaget log hampir jatuh tadi". Kata Rion.

__ADS_1


"Hahaha maaf kak, abisnya ku lihat tadi kakak gak masuk rumah, malah bengong disini ternyata". Kata Mina adik Rion.


"Kakak sedang apa sih duduk di taman begini?". Tanya Mina sambil duduk di sebelah kakaknya.


"Tidak apa-apa kok hanya ingin menikmati sejuknya sore hari". Jawab Rion tersenyum sambil menatap ke arah langit.


Mina tahu hanya sekali menatap mata kakaknya dan gerak-gerik kakaknya. Sebagai adik dia tahu kalau ada yang tidak beres dengan kakaknya itu.


Karena tidak biasanya kakaknya seperti ini. Biasanya sepulang dari sekolah kakaknya langsung masuk ke rumah bersih-bersih dan makan malam bersama.


Tapi entah kenapa aku merasa kak Rion sedang tidak baik-baik saja, dan ada suatu masalah.


Mina ingin menanyakannya tapi dia tahu kalau itu mungkin sebuah masalah yang ingin kakaknya simpan dan bereskan sendiri.


Kalau pun kakaknya ingin bercerita pasti dia bakal bercerita sendiri tanpa di minta.


Hari pun semakin sore, Mina pun akhirnya menyuruh kakaknya untuk masuk ke dalam rumah.


"Kak ayo masuk sudah semakin sore, keburu ibu pulang". Ajak Mina pada kakaknya.


"Oh iya baiklah". Kata Rion.


Akhirnya mereka berdua pun masuk ke dalam rumah.


Bersambung ~~~

__ADS_1


...Terimakasih bagi yang sudah mau membaca ☺️...


__ADS_2