
...*Di Sebuah Taman*...
Di taman tersebut terlihat dua orang yang sedang duduk bersama dengan canggung karena tidak ada salah satu dari Mery yang berbicara.
Dua orang itu adalah dua orang sahabat yaitu Rion dan Radit.
Mereka pun hanya duduk berdua tanpa bicara dengan pikiran masing-masing yang entah kemana.
Karena merasa canggung, akhirnya Rion pun memulai berbicara terlebih dahulu.
"Radit kamu tidak apa-apa?". Tanya Rion yang ingin memastikan bahwa sahabatnya benar baik-baik saja.
"Aku baik-baik saja". Jawab Rion singkat.
Setelah percakapan itu pun mereka pun hanya terdiam lagi.
Mereka berdua pun bingung harus berbicara apalagi.
Akhirnya karena tidak ada yang mau berbicara satu kata pun di antara mereka, Rion pun memberanikan diri untuk menyerang mengajak Radit berbicara duluan.
"Radit". panggil Rion.
"Iya". sahut Radit dingin.
"Bagaimana menjelaskan nya padamu? tapi penjelasan ku ini sangat panjang, jadi ku bingung harus menjelaskan dari mana". Kata Rion.
"Tidak apa? aku mengerti kalau kamu belum siap untuk menjelaskan semuanya tidak apa-apa? aku paham". Kata Radit.
Rion pun terkejut dengan apa yang di dengarkan langsung dari Radit.
"Kenapa?". Tanya Rion.
"Selama ini aku berpikir aku seperti egois karena keingintahuan ku pada mu , sejujurnya aku sangat kecewa, karena selama ini aku tidak tahu tentang sahabat ku sendiri..aku kecewa pada mu juga Rion yang tidak jujur pada sahabat sendiri, tapi setelah aku pikirkan mungkin kamu punya alasan tersendiri untuk tidak memberitahukan". Jawab Radit panjang lebar
"Begitu ya, maaf bukan karena aku membohongi mu tapi, karena aku belum siap untuk menceritakan semuanya".Kata Rion pelan.
" Tidak apa-apa?, aku mengerti". Ucap Radit pelan.
"Oh iya Rion, aku pulang duluan ya". Kata Radit.
"Baiklah aku juga lebih baik pulang". Kata Rion.
Akhirnya mereka pun berpisah ke arah yang berbeda.
Radit masuk kembali ke gerbang sekolah untuk mengambil motor nya, sedangkan Rion seperti biasa menuju halte bus yang tidak terlalu jauh dari taman dan sekolah nya.
Rion pun duduk di halte bus tersebut sambil menunggu sebuah bus jurusan ke arah alamat rumah nya.
Di halte bus tersebut entah kenapa tidak ada seorang pun dan hanya Rion yang duduk sendiri di halte.
"Tumben sepi di jam segini". Kata Rion sambil melihat ke arah jam tangan nya.
Tanpa Rion sadari di kejauhan ada seseorang yang sedang memperhatikan nya.
__ADS_1
"Halo bos, ah iya anak itu benar kan yang bos kirim kan di foto dan video waktu itu"
"Fotonya juga saya sudah kirim kan ke bos, anak itu kebetulan sedang sendirian, ini tameng yang tepat bos".
"Baik lah akan ku laksanakan sesuai perintah bos". Sahut orang itu kepada seseorang di telepon dengan senyum misterius.
Orang tersebut pun memakai penyamaran nya yang serba hitam, seperti jaket, kacamata, topi dan sarung tangan hitam agar tidak di kenali sang target.
Diam-diam orang tersebut pun mendekati Rion dengan membaca sebuah pemukul menuju ke belakang kepala Rion, saat hendak orang itu akan memukulnya, Rion yang merasakan ada seseorang di belakangnya pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghindar dari pukulan tongkat tersebut.
SFX : ' Settt '
Rion pun langsung menghindar dan melihat ke arah belakangnya, dan dia pun kaget ada seseorang yang akan memukulnya.
"Siapa kamu?". Tanya Rion.
"Kau tidak perlu tahu nak, siapa aku sebenarnya?".Kata orang tersebut sambil tersenyum misterius.
"Astaga siapa dia?" Gumam Rion dalam hati.
Orang itu pun mencoba untuk memukul Rion lagi, tapi Rion terus-terusan menghindari nya.
SFX : ' Duagghh '
Sampai akhirnya tonkat pemukul nya salah sasaran dan malah mengenai tiang halte bus.
Karena capek menghindar terus akhirnya Rion pun lengah dan orang tersebut pun sukses memukul ke arah kaki Rion, hingga membuat Rion terjatuh.
' Bruukk '
"Gawat, aku bisa sih menggunakan kekuatan ku tapi ini kan tempat umum, tempat dekat jalan raya, nanti kalau ada orang yang lewat bagaimana?". Gumam Rion dalam hati.
Orang itu pun semakin mendekat dan siap melayang kan pemukul nya.
"Tamat kau nak". Ucap orang tersebut.
Rion pun bingung dan hanya bisa memejamkan matanya dan berpikir cara menghindarinya serta berdoa dalam hati.
'Duagghhh'.
Tiba-tiba terdengar sebuah suara keras.
Rion pun langsung membuka matanya ketika mendengar suara tersebut.
Dan dia pun terkejut melihat orang yang hampir memukul nya tadi sudah tersungkur jatuh di tanah oleh seseorang yang sekarang ada di hadapannya dengan setelan jas hitam dan kacamata hitam.
Lalu orang itu pun melihat ke arah Rion yang masih terduduk dengan wajah terkejut.
"Kau baik-baik saja nak?". Tanya orang tersebut.
"Aku baik-baik saja". Jawab Rion gugup.
" Ugh ". Rintihan kesakitan dari orang yang akan memukul Rion tadi.
__ADS_1
" Pergilah kamu sekarang, dan jangan ganggu anak ini lagi".
"Atau aku akan panggil polisi sekarang". Lanjut orang yang menolong Rion.
Karena tidak mau rumit dan berurusan dengan polisi orang tersebut langsung lari.
Lalu orang berjas tersebut melihat ke arah Rion tepatnya ke arah kaki Rion yang terluka dan bengkak.
"Kau baik-baik saja nak, mau ku antar ke rumah sakit?". Tawar orang itu.
"Tidak usah pak, terimakasih sudah menolongku". Ucap Rion halus menolak tawarannya.
"Kalau begitu mau ku antar pulang?".Tawar bapak berjas tersebut.
"Tidak, terimakasih aku bisa pulang sendiri, dan aku juga masih bisa berjalan, tapi terimakasih pak sudah menolong ku".
Ucap Rion sambil berdiri meskipun dia masih meringis kesakitan.
"Oh begitu, sama-sama nak ini adalah kewajiban dan tugas ku". Kata orang itu.
"Maaf pak kalau saya bertanya, kenapa anda menolong saya? dan tahu saya dalam bahaya, apa anda tidak sengaja lewat dan melihat saya?". Tanya Rion panjang lebar.
"Tidak, saya tidak kebetulan lewat, saya menolong anda karena anda teman majikan saya". Jawab orang tersebut.
"Begitu ya, maaf kalau boleh tahu, siapa ya?". Tanya Rion.
Pria berjas itu pun bingung harus jawab apa, karena bos nya bilang jangan di beritahu.
Akhirnya pria itu pun pura-pura menerima telepon.
"Halo, oh baiklah saya akan segera kembali". Sahut pria tersebut seperti menerima telepon dari seseorang yang penting.
Rion pun bingung melihatnya.
Lalu orang itu pun menyimpan kembali handphone nya ke dalam saku dan segera pamit pada Rion.
"Baiklah karena anda baik-baik saja saya pamit undur diri karena bos sudah memanggil, oh iya bos saya menyuruh saya memanggil kan taksi karena mustahil untuk anda berjalan dan menaiki bos, jadi mohon jangan menolak". Kata orang tersebut cepat keburu Rion menolak tawarannya lagi.
Akhirnya orang tersebut pun memesan taksi dan menyuruh Rion naik taksi tersebut serta membayar taksinya.
Rion pun tak lupa mengucapkan terimakasih dan titip salam ucapan terimakasih pada bos nya.
Di sepanjang jalan Rion pun berpikir siapa temannya yang menolong nya.
"Apakah Radit, yang menolong nya?, tapi itu tidak mungkin Radit kan tidak punya bodyguard, pasti temannya itu orang kaya, tapi siapa?". Gumam Rion dalam hati.
Rion pun terus berpikir siapa temannya yang menolong dia? dan juga kalau temannya tahu tentang kondisi dia.
Di dalam taksi Rion pun terus berpikir.
Siapakah orang tersebut yang menolong Rion dan mengetahui kekuatan Rion? ☺️
Bersambung ~~~
__ADS_1
...*Terimakasih sudah setia membaca ☺️*...
...Maaf beberapa hari ini tidak update di karenakan banyak kesibukan 🙏☺️...