BUKAN SUPERHERO

BUKAN SUPERHERO
Penasaran (2)


__ADS_3

Akhirnya mereka semua pun keluar gerbang sekolah dan menuju ke kafe tersebut. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang tak jauh dari mereka sedang mengawasi mereka, terutama Rion.


*


*


*


* Di dalam sebuah mobil*


"Pak bukankah itu murid-murid dari sekolah itu ya pak!". Tanya sopir bapak tersebut.


"Oh iya benar itu dia". Kata Bapak tersebut.


"Anak yang manakah yang bapak sedang cari!". Tanya sopir bapak tersebut.


"Yang itu anaknya". Jawab Bapak tersebut sambil menunjuk ke arah Rion.


Sopir tersebut pun mengikuti arah yang di tunjuk oleh tuannya itu. Dia sempat berpikir kenapa tuannya ini mau mencari tahu anak itu sampai beliau tidak masuk ke kantor hari ini hanya untuk mencari tahu tentang anak itu. Kenapa tuannya itu tidak menyuruh orang saja untuk mencari tahu tentang anak itu.


Tanpa sopirnya sadari tuannya itu sudah ke luar dari mobil.


"Loh tuan kemana?". Tanya sopir tersebut dalam hati.


"Eh pak kenapa anda keluar dari mobil?". Tanya sopir tersebut dan ikut keluar dari mobil.


"Aku mau mengikuti mereka ke kafe itu". Jawab bapak tersebut sambil menunjuk ske sebuah kafe yang di kunjungi oleh Rion dan kawan-kawannya.

__ADS_1


"Loh mau apa pak ke sana?". Tanya sopir tersebut.


"Tentu saja aku mau mengikuti mereka dan mencari tahu, apa saja yang dilakukan oleh anak itu dan teman-temannya". Jawab bapak tersebut.


Akhirnya sang sopir pun mengikuti tuannya dan bergegas berjalan menuju kafe tersebut, di dalam kafe mereka pun memesan meja yang agak jauh dari Rion dan kawan-kawannya, agar tidak ketahuan.


*


*


*


Rion dan kawan-kawan yang sedang asyik menikmati makanannya masih belum menyadari kehadiran seseorang yang sedang mengawasinya.


"Wah ternyata enak banget ya makanannya disini". Kata Radit heboh.


"Eh Radit makanlah dengan benar, telan dulu makanannya baru bicara, nanti kamu tersedak loh". Tegur Rion dan menasehati Radit dengan baik.


"Iya ya, aku paham ko". Kata Radit dengan cemberut.


Teman-teman yang lainnya pun hanya bisa geleng-geleng kepala dan tertawa kecil melihat tingkah laku Radit.


"Wah minumannya juga segar ya dan juga banyak variannya serta menu yang segar-segar". Kata Acep.


"Iya betul, kafe baru ini benar-benar bagus ya, desainnya pun kelihatan modern dan juga sesuai dengan para kaum muda seperti kita ya". Kata Irvan.


"Iya betul, untunglah kita datangnya pas kafe ini pertama kali buka ya jadi masih murah dan juga ada diskon". Kata Andri.

__ADS_1


"Bener". Kata Joni.


Tidak berapa lama Santi dan kawan-kawannya pun datang ke kafe tersebut dan menghampirinya mereka karena tidak sengaja melihat mereka.


"Halo kalian semua". Sapa Santi pada mereka.


"Halo". Kata Rion dan kawan-kawannya menyapa balik Santi dan teman-temannya.


"Loh ko Santi kok bisa ada disini kalian juga Amel, Selly dan Riska!". Tanya Radit pada Santi.


"Terserah kita lah, kita kesini tuh mau makan juga dan mau mencoba menu di kafe baru ini". Kata Santi.


"Ya sudah kalau begitu kita ke meja kita dulu ya, ayo Santi". Kata Amel yang menengahi Radit dan Santi karena Amel tahu kalau di biarkan mereka berdua bakal debat panjang.


"Ya sudahlah ayo". Kata Santi yang berlalu pergi ke meja yang sudah mereka pesan.


Akhirnya Santi dan kawan-kawannya pun pamit untuk ke meja mereka. Tiba-tiba Rion berdiri dari bangkunya dan pamit kepada teman-temannya untuk pergi ke kamar mandi.


Akhirnya Rion pun pergi ke kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi, Rion melihat seorang pegawai restoran yang membawa banyak sekali pesanan di tangannya dan kesulitan dalam melihat jalan tanpa pegawai itu sadari ada sebuah benda di bawah dan itu akan menyebabkan pegawai itu terjatuh.


Sebelum itu terjadi Rion pun mengeluarkan sedikit kekuatan listriknya dari tangannya dan melihat dulu keadaan sekitar, setelah di rasakan aman dia pun mulai mengarahkan kekuatan listriknya yang tidak terlalu besar ke arah benda tersebut lalu memindahkan benda tersebut ke tempat yang di rasa cukup jauh dari lantai.


Akhirnya Rion pun berhasil.


"Syukurlah berhasil dan akhirnya pegawai itu pun akan selamat". Kata Rion dalam hati sambil tersenyum kecil.


Lalu Rion pun langsung bergegas menuju meja teman-temannya dan kembali menikmati makanannya. Tanpa Rion sadari ada seseorang yang melihatnya di balik sebuah tembok.

__ADS_1


Siapakah orang tersebut?


*Terimakasih bagi yang sudah mau membaca* ☺️


__ADS_2