
Setelah bergelut dengan pikiran-pikiran dan rencana yang iya pikirkan untuk mengikuti teman-temannya, akhirnya Rion pun tertidur.
Keesokan Harinya...
Di sekolah...
"Wah pagi semuanya". Seru Radit ketika memasuki jelas dengan ceria.
"Pagi". Ucap teman-temannya yg lain.
Di pagi hari memang suasana kelas Teresa sangat sejuk dan tenteram, karena baru ada beberapa siswa saya yang baru datang. Siswa yang datang ke sekolah lebih pagi dari yang lain kebanyakan adalah yang mengerjakan tugas sekolah.
Banyak dari mereka memanfaatkan teman dekat mereka yang lumayan visa dalam mata pelajaran tersebut.
Contohnya Radit yang langsung menghampiri Rion.
" Hoi Bestie, kamu sudah mengerjakan tugas kah? ". Tanya Radit sambil duduk di bangkunya.
" Entah kenapa hari ini perasaanku tak enak? ". Ucap Rion tanpa menjawab pertanyaan Radit tersebut.
"Huh, apa maksudmu? ". Tanya Radit kesal.
" Oalah jangan cemberut begitu, aku hanya bercanda, tentu saja sudah, memangnya aku tuh kamu". Canda Rion pada Radit.
"Huh". Radit pun tambah kesal dengan ucapan Rion.
"Sudahlah, aku tahu maksudmu kau mau mencontek kan!". Tanya Rion.
" Nah itu kau tahu maksudku". Ucap Radit ceria.
"Huh". Ucap Rion.
Akhirnya Rion pun mengeluarkan buku pr nya dari dalam tas nya, untuk di berikan pada Radit sahabatnya.
" Nah begitu dong, kita kan bestie". Ucap Radit Ceria sambil mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
Rion hanya menatap Radit datar tanpa ekspresi, Radit pun mengambil buku Rion dengan hati senang, dan langsung mencoteknya tanpa peduli tatapan Rion yang sudah menjadi aura abu2 di sekililingnya.
Teman-temannya yang melihat Rion seketika langsung takut.
Sementara Radit tidak peduli dan terus mencatat tugasnya dengan hati senang karena dapat contekan tugas tanpa harus mengeluarkan asap dari otaknya.
Teman-temannya yang lain, yang melihatnya dibangku belakang hanya bergidik ngeri.
"Ekspresinya seram percis ketua, saat sedang marah". Ucap Joni dalam hati.
"Hey Radit ". panggil Rion.
" Ya". Jawab Radit sambil fokus mencatat.
"Karena kau sudah mencontek pekerjaan rumahku, tentunya harus ada imbalan kan! ". Tanya Rion.
Mendengar perkataan Rion, Radit pun langsung menghentikan kegiatan menulisnya tersebut dan langsung melihat ke arah Rion.
" Apa maksudmu? ". Tanya balik Radit.
" Ada apa denganmu Rion? ". Tanya Radit balik.
"Tidak ada, aku hanya ingin meminta imbalanku, padamu karena kau sudah sering mencontek pekerjaan rumahku". Ucap Rion.
" Baiklah, jadi apa yang kamu mau? ". Tanya Radit serius.
'Biarlah kali ini aku mengabulkan keinginan, Rion karena sudah mau memberikan contekan untuknya'. pikir Roni.
Lalu Rion pun tersenyum penuh arti.
" Imbalannya adalah ". Ucap Rion.
Lalu dia pun membisikkan sesuatu pada Radit, yang membuat Radit kaget.
Setelah itu, Radit pun, langsung mencatat kembali tugasnya. Dan tidak berapa lama bel masuk pun berbunyi.
__ADS_1
Sepulan Sekolah...
" Oh iya, tadi ketua menelepon ku, katanya sepulang sekolah kita harus datang menemuinya, mungkin ada hal penting yang ingin ketua bicarakan ". Ucap Andri pada teman-temannya.
" Baiklah kalau gitu, Amel kau mau ikut kami lagi? ". Anak Joni.
" Sepertinya tidak, aku mau menemani mama, siang ini". Ucap Amel.
"Baiklah". Ucap Joni.
Akhirnya Andri dkk pun menaiki mobil mereka.
Setelah semuanya sudah tidak ada, waktunya Rion dan Radit beraksi.
" Kamu yakin Rion, mau memata-matai mereka, ada apa sih sebenarnya aku bingung? ". Tanya Radit.
" Nanti akan kujelaskan, yang penting sekarang kita ikuti mereka ". Ucap Rion Serius.
" Baiklah untungnya hari ini, ayahku tidak berangkat kerja, jadi motornya bisa ku bawa hehehe ". Ucap Radit bangga.
" Syukurlah, tapi kau yakin mereka tidak akan tahu? ". Tanya Rion.
" Tenang saja, tidak akan karena mereka kan tidak pernah lihat aku pakai motor, ayo naik ". Ucap Radit dengan menyerahkan helm satu lagi yang kebetulan ada.
Akhirnya Rion pun menaiki motor Radit, tidak lupa dengan jaket kupluknya agar gak ketahuan, beserta helm yang kacanya ditutup.
Mereka pun berhasil mengikuti mobil Andri dkk, yang sekarang sedang memasuki sebuah gerbang perusahaan besar, dengan mode otomatis.
Karena banyaknya cctv, Rion dan Radit pun, hanya bisa memarkirkan motornya dari jauh dan menyembunyikan motornya di dekat semak2 tinggi.
" Nah bagaimana caranya kita masuk? sepertinya disini mempunyai sistem keamanan yang tinggi". Ucap Rion.
"Aku punya ide, serahkan pada ku". Ucap Radit tersenyum misterius.
Nah apakah yang akan di lalu kan Radit? 😄
__ADS_1