BUKAN SUPERHERO

BUKAN SUPERHERO
Masih Adakah kesempatan (2)


__ADS_3

Seorang pria yang tadi memperhatikan mereka pun terkejut melihat kenyataan yang sudah dia lihat di depan matanya. Tanpa sadar air matanya turun. Dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Yang dia lihat adalah anaknya yang sudah tumbuh besar. Sopir seorang pria tersebut pun melihat tuannya dengan tidak percaya karena melihat tuannya menangis. Karena penasaran dia pun melihat ke arah yang di lihat oleh tuannya itu.


Dia pun melihat sebuah rumah sederhana.


"Hmmm sebenarnya apa yang ada dalam pikiran tuannya itu". Tanya sopir tersebut dalam hati.


Pria tersebut pun berjalan dan akan menghampiri rumah tersebut, namun langkahnya terhenti melihat siapa yang datang dan pria tersebut pun langsung menyembunyikan dirinya lagi di balik tembok tersebut.


Seorang wanita yang umurnya sudah tidak muda lagi dan masih terlihat cantik datang dengan baju yang rapih, kelihatan sekali dia pasti habis pulang bekerja dari kantor dia pun mengetuk pintu rumahnya dan keluarlah salah satu anaknya yaitu Mina. Lalu wanita itu pun masuk ke dalam rumahnya dan menutup pintu rumahnya.


Pria tersebut pun benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat, keluarganya yang selama dia cari akhirnya ketemu dan ada di depannya tapi dia tidak bisa menghampirinya karena dia masih berpikir apakah dia pantas untuk datang sekarang menampakkan wajahnya ke keluarganya secara mendadak apakah mereka mau memaafkannya dan menerimanya kembali. Itulah yang di pikirkan pria tersebut.


"Pak maaf anda kenapa menangis?". Tanya sopir tersebut.


"Tidak apa ayo kita kembali ke kantor". Jawab tuannya itu.


Karena tidak mau membahasnya lebih lanjut meski penasaran akhirnya sang sopir pun menurut pada tuannya itu untuk kembali ke kantor.


*


*


*


Keesokan harinya di sekolah Rion.


"Wah pagi Rion". Sapa Radit yang baru datang.


"Pagi Radit". Sapa Rion.

__ADS_1


Radit pun langsung menduduki kursi di samping Rion.


"Eh Rion kamu tugas matematika udah!". Tanya Radit.


"Eh ada apa nih tumben kamu nanyain soal tugas, ko perasaanku tidak enak ya?". Tanya Rion dengan nada bercanda.


"Apa sih tahu aja". Jawab Radit kesal.


"Tentu dong kita kan temenan udah lama pasti aku tahu nih tabiatmu Radit, pasti ujung-ujungnya kamu belum dan mau lihat". Kata Rion.


"Hehehe". Radit hanya tertawa.


"Sudahlah ini aku pinjamkan, aku sudah ko". Kata Rion sambil menyerahkan buku tugasnya pada Radit.


"Oh makasih Rion". Kata Radit.


"Sama-sama". Kata Rion.


Tidak berapa lama Acep dan Andri pun datang.


"Wah pagi Rion dan Radit". Sapa Acep.


"Pagi Rion, Radit". Sapa Andri.


"Pagi Acep dan Andri". Sapa Rion dan Radit balik.


"Eh Radit aku dan Andri disini loh kamu gak lihat kami". Kata Acep sebal.


"Diam dong aku lagi konsentrasi nih". Kata Radit.


"Emangnya kamu sedang mengerjakan apa Radit?". Tanya Andri.

__ADS_1


"Tugas". Jawab Radit singkat.


"Alah konsentrasi dari mana, kamu tuh pasti konsentrasi untuk nyontek tugasnya, bukan mikirin buat bisa jawab tugasnya". Acep menimpali.


"Emang kamu sudah Acep tidak biasanya, kan kamu juga suka ngerjain tugas di kelas!". Tanya Andri.


"Sudah dong".Kata Acep bangga.


"Wah tumben Acep hebat". Puji Rion.


"Tentu dong karena semalam yang mengerjakannya bukan aku". Kata Acep.


"Loh siapa dong?". Tanya Andri.


"Yah kakakku lah, aku mana ngerti tugasnya otakku kan gak sampai lima giga".Jawab Acep.


"Terus tugasmu apa dong?". Tanya Rion.


"Yah tidur hahahaha". Kata Acep sambil tertawa.


Rion dan Andri pun yang mendengarnya sudah menepuk jidatnya. Sementara Radit melempar pensil ke arah kepala Acep.


"Aduh, hey Radit maksudnya apa ini?".Tanya Acep sambil mengusap kepalanya.


"Kamu ini orang lagi serius malah bercanda". Kata Radit kesal.


"Aku juga serius tahu". Kata Acep yang masih mengusap kepalanya.


Tidak berapa lama bel kelas pun berbunyi dan guru pun masuk ke kelas mereka.


*Terimakasih untuk yang masih setia membaca superhero, maaf bila jarang update dikarenakan sedang banyak tugas, sekali lagi terimakasih*. πŸ™β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2