
Mereka semua terkejut dengan kedatangan Amel termasuk Rion yang membelalakkan matanya terkejut dengan kedatangan Amel yang menuju dirinya.
Ada rasa kaget plus takut karena ketahuan Amel, Rion pun meneguk ludahnya secara perlahan saking gugupnya.
Orang yang melawan Rion tadi pun kabur segera melarikan diri dengan cepat.
"Aku tidak percaya ini". Ucap Amel dengan datar.
Rion hanya terdiam dengan memandang Amel, karena terlanjur ketahuan Amel, Rion pun mau tidak mau harus menjelaskannya dan menerima apapun jawaban Amel, meski nanti Amel menjauhinya, mungkin lebih buruknya lagi membencinya.
Sementara itu di tempat teman-temannya Rion, mereka pun tak kalah terkejutnya dengan Rion, Andri,Joni, Brian,Acep pun kaget Santi terkejut dengan menutup mulutnya.
Tanpa basa-basi mereka semua pun langsung menghampiri Rion.
"Rion kau tidak apa-apa?". Tanya Santi yang memecah keheningan.
"Tidak apa-apa ko?aku baik-baik saja". Jawab Rion.
"Tapi banyak bekas luka". Ucap Santi.
"Tidak apa-apa nanti ku obati tidak terlalu sakit juga". Ucap Rion.
"Kamu gak papa Rion?". Tanya Andri.
"Aku tidak apa-apa ko". Jawab Rion.
"Syukurlah". Ucap Andri.
Amel pun hanya melihat mereka semua dengan pandangan yang sulit diartikan.
__ADS_1
"Amel kenapa kau ada disini?". Tanya Joni.
"Aku hanya kebetulan lewat sini saja". Jawab Amel datar.
Joni tahu yang di ucapkan. Amel itu bohong, tidak mungkin hanya kebetulan lewat saja kan.
"Begitu ya". Ucap Joni.
"Loh dia kemana?". Tanya Acep.
"Sepertinya dia kabur". Jawab Brian.
"Sialan orang ini, ternyata hebat juga". Ucap Acep kesal.
"Sudahlah, mulai sekarang kita harus hati-hati apalagi orang itu sudah tahu kita semua, pasti orang itu tidak akan tinggal diam juga". Ucap Andri.
"Kalau begitu ayo semuanya kita pulang saja, hari sudah semakin sore keburu malam juga". Ucap Andri.
Posisi mereka yang merasa bersalah dan juga musuh yang sudah melarikan diri, membuat semuanya menjadi rumi. Mereka benar-benar harus menyusun rencana lagi untuk dapat menangkapnya sebelum dia berulah lagi.
"Amel ku antar kamu pulang ya". Tawar Joni.
Joni tahu Amel seperti shock sekali, dan kaget melihat semuanya, tapi dia hanya bisa diam saja dengan ekspresi yang seperti itu.
"Aku bawa mobil". Lanjut Joni.
"Ya sudah sebagian langsung ke kantor, ku mau mengantar Rion". Ucap Andri.
"Baiklah". Seru yang lainnya.
__ADS_1
Amel pun mengikuti Joni untuk menuju parkiran, dan masuk kedalam mobilnya.
Rion hanya melihat Amel sedih sampai mobil Joni pun berangkat dari parkiran.
"Rion ayo masuk". Ucap Andri dari dalam mobil.
"Iya". Ucap Rion.
Rion pun masuk ke dalam mobil Andri dan mereka pun keluar dari parkiran juga.
Diperjalanan pulang mereka hanya terdiam tidak ada yang membuka pembicaraan terlebih dahulu.
Sampai Andri yang bertanya pada Rion.
"Rion kau kenal dia tidak?". Tanya Andri.
"Tidak ko, aku gak kenal dia". Jawab Rion.
"Tapi bagaimana bisa dia mengincar mu begitu?". Tanya Andri lagi sambil menyetir mobil.
"Aku juga tidak tahu, tapi ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan dia, dulu dia pernah menantang ku di sekolah, dan mengajakku bertarung juga". Ucap Rion.
"Apa?". Andri yang mendengarnya pun kaget.
"Kalau begitu kamu harus menceritakan semuanya pada kami, besok kamu ikut kami ke kantor". Lanjut Andri.
"Kantor". Rion pun bingung.
Akhirnya mobil mereka pun sampai ke rumah Rion, dan Rion pun mengucapkan terimakasih pada Andri karena sudah mengantarnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak bagi yang sudah mau membaca ☺️