
Sementara itu Rion dan teman-temannya yang sudah selesai makan di kantin beranjak dari kantin dan menuju kelas mereka, karena sebentar lagi bel masuk kelas berbunyi.
Lalu mereka pun duduk di bangku mereka masing-masing.
Akhirnya bel masuk pun berbunyi menandakan istirahat telah selesai. Dan guru mata pelajaran selanjutnya pun memasuki kelas dan memulai pelajaran sampai jam pulang sekolah.
Akhirnya bel pulang sekolah pun usai para murid pun berhamburan keluar kelas dengan perasaan senang.
Di dalam kelas Rion...
"Brian kamu mau kumpul tidak?". Tanya Andri.
"Boleh deh, wah senangnya sekarang bisa sekolah seperti kalian". Jawab Brian dengan senang.
"Eh memangnya dulu kamu sekolah dimana?". Tanya Rion yang tiba-tiba menghampiri mereka.
Andri dan Brian pun terkejut dengan kedatangan Rion yang tiba-tiba, mereka pun saling tatap seperti memberikan sebuah kode.
Rion pun bingung dengan tingkah mereka.
"Oh, itu sebenarnya dulu aku homeschooling, soalnya dulu aku pernah kecelakaan jadi orang tuaku menyuruh ku untuk sekolah di rumah". Jawab Brian sambil tersenyum meyakinkan.
Tentu saja yang di jawab Brian sedikit ada yang benar dan sedikit disertai kebohongan.
"Oh begitu ya". Kata Rion sambil tersenyum.
Tentu saja, Rion sebenarnya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Brian? Rion tidak bodoh karena kata-kata Brian seperti menyembunyikan sesuatu, Rion hanya bersikap biasa saja dengan Brian karena dia tidak mau terlalu menanyakan privasinya dan juga Rion gak kenal Brian, kenal pun baru tadi pagi.
"Halo Rion, kamu belum pulang?". tanya Amel yang tiba-tiba muncul di sebelah Rion.
__ADS_1
"Halo Mel, belum sih". Jawab Rion sambil tersenyum.
"Begitu ya". Seru Amel sambil tersenyum.
"Ehem". Andri pun berdehem.
Rion dan Amel pun langsung melihat ke arah Andri.
"Loh Amel belum pulang?". tanya Santi yang datang bareng Radit.
"Belum ko Dan". Jawab Amel lembut.
"Eh Rion kamu belum pulang, ku kira kamu pulang duluan?". tanya Radit heran.
"Belum sih". Jawab Rion.
"Wah-wah ini pasangan abis darimana tumbenan berduaan, akur pula?". Tanya Acep yang tiba-tiba nongol diantara mereka.
Mereka pun saling tatap dan langsung menjauhkan diri mereka masing-masing.
Yang lain pun hanya tertawa melihat tingkah laku mereka berdua.
"Dengar ya aku sama dia, bukan pasangan". Jawab Santi sambil menunjuk ke arah Radit.
"Iya siapa juga yang mau berpasangan sama orang cerewet macam dia". Jawab Radit sambil menunjuk ke arah Santi.
"Cerewet katamu, lihat dulu kamu gimana dong". Teriak Santi.
"Berisik, lah emang benar". Kata Radit.
__ADS_1
Brian pun yang dari tadi melihat ke arah mereka dengan tatapan yang sulit diartikan terutama Radit.
Riska yang menyadari ada yang aneh dengan tatapan Brian ke Radit.
"Apa dia cemburu?". Gumam Riska dalam hatinya.
Perdebatan antara Radit dan Santi pun dimulai.
Yang lain pun hanya bengong karena sudah biasa dengan tingkah mereka berdua.
"Nah kalian semua kita pulang yu tinggalkan mereka berdua". Ajak Andri.
"Nah iya ayo". Kata Acep.
Akhirnya tanpa sepengetahuan Radit dan Santi mereka pun keluar dari kelas diam-diam dengan Andri dan Acep yang menyeret Brian karena tidak mau keluar kelas.
Dengan alasan ingin bareng Santi, karena kesal mereka pun menyeret Brian.
Setelah perdebatan mereka usai Radit dan Santi pun langsung bingung karena teman-temannya sudah tidak ada dikelas.
"Loh mereka kemana?" .tanya Radit.
"Lah kemana ya?". tanya Santi balik sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling kelas.
"Jangan-jangan kita ditinggalkan dan mereka pulang duluan". Jawab Radit.
"Apa? beraninya mereka awas saja besok". Kata Santi marah.
Akhirnya Radit dan Santi pun ke luar kelas menyusul teman-temannya, berharap tidak ditinggalkan.
__ADS_1
Bersambung~~~
...Terimakasih banyak bagi yang sudah mau membaca ☺️...