
Di ruangan rapat...
Andri dkk pun tersebut terkejut dengan apa yang di sampaikan bodyguard tersebut. Pasalnya bagaimana mungkin tempat sebesar ini dengan sistem keamanan ketat dan kode2 rahasia di sejuru tempat, bisa di tembus.
"Orang sepintar apa yang dapat memecahkannya? ". Ucap Andri dalam hatinya.
" Wah, orang sehebat apa dan sepintar apa nih, bisa memecahkan kode untuk masuk ke tempat ini, wah Brian sepertinya dia lebih pintar darimu soal ini". Ucap Acep kagum sekaligus menyindir Brian.
Brian pun tidak menanggapi ucapan Acep, karena apa yang di ucapkan Acep benar, Brian yang sudah tinggal lama di situ pun tidak dapat mengetahui kode sistem tempat ini dan tidak bisa memecahkannya..
"Apakah penyusup itu sudah sampai ke tempat kita sekarang? ". Tanya Santi memecah keheningan.
" Kalau di lihat sari situasinya, sepertinya dia pandai sekali ya, kemungkinan bisa saja pelaku itu sudah ke tempat kita". Ucap Joni menjawab pertanyaan Santi.
"Wah-wah ini gawat kalau begitu". Ucap Acep tenang. Sepertinya dia tahu sesuatu.
" Eh Acep ngapain kamu berucap sesantai itu, kita lagi panik tahu ". Ucap Santi marah.
" Sudahlah anak-anak, lebih baik kita cek saja langsung ke luar". Ucap bos mereka tersebut.
"Baiklah, kita lihat penyusup sepintar apa mereka ini? ". Ucap Andri.
Akhirnya mereka pun keluar dari ruang rapat, dengan berbagai persiapan, bilamana mereka harus berkelahi nanti.
Sementara Itu Rion dan Radit...
__ADS_1
"Ko ada rumah me wah seperti ini di sebuah perusahaan? ". Ucap Radit heran.
" Yah mungkin emang perusahaan ini, menyatu dengan rumah ini, maksudku bisa saja perusahaan di depan tadi di awasi langsung oleh pemiliknya ". Ucap Rion.
" Benar juga sih, siapa tahu begitu, benar-benar bukan orang sembarangan sepertinya ". Ucap Radit kagum.
Karena penasaran akhirnya mereka berdua pun ingin mendekati rumah itu, kalau bisa sekalian ingin masuk tapi takut tidak sopan.
Saat mereka mendekati rumah itu, dan menaiki beberapa anak tangga untuk menuju rumah Megan tersebut.
Sementara Andri dkk...
" Duh, siapa sih mengganggu saja mereka ini". Ucap Santi mengeluh.
Bagaimana dia tidak mengeluh? coba bayangkan dia sedang duduk enak di ruang rapat tadi, dengan kursi empuk, makanan dan minuman lezat tersaji, yang menggunggah selera untuk mengatasi rasa lelahnya, yg seharian harus berkutat dengan sekolah, mata pelajaran yang sulit, ulangan harian dadakan dan Radit.
" Ko, jd ke Radit sih". Keluh Santi.
Pasalnya tadi di sekolah dia abis ribut sama Radit.
"Ada apa dengan Radit? " Tanya Brian yang mendengar keluhan Santi.
Santi kaget karena Brian mendengarnya.
"Eh tidak ada, cuman keinget tadi ribut sama dia aja di kelas".
__ADS_1
" Oh". Sahut Brian cuek. (padahal dalam hatinya mungkin cemburu) .
"Duh cape banget lagi, lagian kita harus berjalan sampai ke pintu depan rumah, mana jauh banget ini dari ruangan rapat tadi". Keluh Acep.
" Sabar cep ". Sahut Andri.
" Hei bos, tidak bisakah kita kalau rapat ruangannya dekat pintu depan aja agar lebih mudah dan tidak cape, bukan ruangan yang jauh banget dari pintu depan". Ucap Acep protes.
"Karena rapat kita rahasia jadinya ruangannya pun harus agak tertutup". Sahut Brian tersebut.
Saat mereka sudah sampai pintu depan dan Alan membuka pintu depan tersebut.
Begitu pula Rion dan Radit yang sudah menaiki tangga tersebut dan akan mengetuk pintu tersebut.
Seketika pintu itu terbuka dan tampaklah.....
Andri dkk yang bengong melihat Radit dan Rion terutama bos mereka yang mungkin kaget karena pengusupnya adalah Rion, plus anaknya sendiri datang kesini.
Rion dan Radit yang kaget melihat teman-temannya tersebut di tempat itu.
Sehingga...
" Rion, Radit kalian". Seru Andri dkk.
"Eh kalian semua". Seru Rion dan Radit barengan.
__ADS_1
Apa yang akan terjadi selanjutnya jangan lupa tetap tunggu episode selanjutnya 😄