BUKAN SUPERHERO

BUKAN SUPERHERO
PEMBAHASAN


__ADS_3

Setelah acara makan malam itu mereka pun melanjutkan diskusinya, mereka akhirnya kembali ke ruangan awal.


“Jadi, mari kita kembali ke pembahasan awal”. Ucap ayah Rion.


“ Pembahasan Apa?” Tanya Radit.


“Oh itu pembahasan orang misterius yang pernah menyerang mu dan Rion waktu itu”. Jawab Joni.


“Eh”. Ucap Radit kaget.


“ Oh orang kelas sebelah, yang kelasnya d belakang bukan”. Ucap Rion tenang.


Semuanya langsung melihat kearah Rion terkejut.


“ Eh, Rion kau kenal?” Taya Acep.


“ Tidak, aku pernah beretemu saja waktu itu tidak sengaja bertabrakan waktu lewat belakan sekolah, dan aku selalu lihat dia memasuku kelas belakang”. Ucap Rion tenang.


“ Jadi begitu?. Ucap Andri


“ Jangan sampai mereka tahu kalau aku pernah bertarung dengannya 1 lawan 1”. Ucap Rion dalam hati.

__ADS_1


Radit hanya melihat Rion sejenak, dia tahu kalau Rion pernah bertarung dengan orang itu sendirian, dia tidak akan mengatakannya pada yang lain, karena Radit tahu itu privasi Rion, hanya Rion lah yang berhak mengatakannay pada mereka, dia menghargai privasi temannya itu.


Joni melihat Rion dengan bingung, melihat Rion yang dengan santainya menjawab seseorang yang menyerangnya saat itu.


“ Ngomomg2 Rion, ko bisa kamu hsesantai itu membahas musuhmu sendiri?”. Tanya Brian heran, pasalnya Rion hanya santai saja padahal dia sudah tahu siapa musuhnya?


Akhirnya Brian mewakili Joni yang juga ingin tahu.


“ Tenang, ya, aku emang santai saja selama dia tidak melakukan seseuatu pada “SAHABATKU”. Ucap Rion penuh penekanan sehingga membuat yang lain seketika bergidik ngeri, mereka tahu soal Radit pernah diserang tapi mereka tidak tahu soal Rion bertarung dengan orang itu.


“Dan dia juga bukan musuhku, dia cuman seorang kenalan disekolah, mungkin bisa dibilang kakak kelas kita kalau tidak salah, lagipula aku males banget punya musuh”. Ucap Rion tenang.


“Tapi bukannya dia pernah menyerangmu dan mengincarmu?’. Tanya Acep.


Seketika mereka merasakan hawa yang tidak enak di sekeliling Rion, termasuk para bodyguard ayahnya tersebut.


“Beh ngerinya dia”. Ucap Brian dalam hati.


Ayah Rion merasakan ada seseuatu yang disembunyikan oleh anaknya ini.


“ Ya sudah nanti kita bahas ini lagi sekarang sudah malam mari kita tidur” Ucap ayah Rion.

__ADS_1


“  Eh kalian pada mau kemana?” Tanya Rion.


Melihat teman-temannya ke pintu keluar.


“ Kami punya kamar sendiri – sendiri disini”. Jawab Andri.


“ Nah Radit kamu mau  tidur dikamarku?”. Tanya Joni.


“Aa..”. Belum selesai Radit menjawab Rion sudah memotong duluan jawaban Raduit.


“ Tidak Radit denganku” Jawab Rion cepat.


Rion pun melihat kearah ayahnya, ayahnya, ayahnya langsung paham.


“ Baiklah kau tidur di rumah ya, para pelayan sudah menyiapkan kamarmu, ikut ayah Rion dan juga temanmu boleh bersamamu”. Ucap Ayah Rion.


Akhirnya Rion dan Radit pun mengikutinya, mereka menaiki tangga yang agak lumayan melelahkan. Dan mereka pun akhirnya tiba di sebuah pintu diujung Lorong tersebut, dan ada pintu beasr, ayahnya membuka pintu kamar tersebut yang membuat Rion dan Radit terkejut,


“ Nah selamat datang Rion ini kamarmu, kamu bebas disini menggunakan apapun ini rumahmu,kalau gitu ayah pamit dulu selamat mala”. Ucap Ayah Rion yang pergi meninggalkan kamar tersebut.Rion da Raditpun masuk ke kamar tersebut.


“ Waktunya besok menemui putriku Mina”. Ucap Ayah Rion tersenyum.

__ADS_1


 Terimakasih bagi kalian yang sudah membaca karya author ini 🙏


__ADS_2