BUKAN SUPERHERO

BUKAN SUPERHERO
Akhirnya ketahuan (3) : Masihkah Kita Bersahabat


__ADS_3

Mereka berdua pun sama terkejut, apalagi di posisi Rion yang sangat terkejut karena Radit mengetahui semuanya.


Radit pun sama terkejutnya dengan Rion bahwa hari ini dia mengetahui tentang sahabat nya itu.


Mereka berdua pun akhirnya diam tanpa ada satu kata pun yang memulai pembicaraan di antara mereka berdua.


Radit dan Rion pun sama-sama bingung memulai pembicaraan dari mana.


Rion yang akhirnya diam saja dari tadi pun akhirnya berbicara.


Dia pun menarik napas untuk memulai nya.


"Radit!". Panggil Rion.


"Maaf aku akan jelaskan semuanya pada mu tolong dengarkan ya". Lanjut Rion.


Radit hanya diam saja dan hanya mengalihkan pandangannya.


Rion yang melihat Radit seperti itu pun sedih dia tahu, Radit pasti marah pada nya.


"Hah baiklah aku akan menjelaskan semuanya dari awal". Kata Rion sambil menarik nafas.


Rion pun mencoba berpikir dia akan menjelaskan dari mana dulu?.


Akhirnya Rion pun memutuskan untuk menjelaskan semuanya pada Radit dan Rion berharap Radit tidak marah.


"Jadi". Kata Rion ragu-ragu.


Sebelum Rion melanjutkan kata-kata nya Radit menyingkir kan tangan Rion yang dari tadi memegang pundak nya.


"Sudah lah, aku mengerti". Kata Radit dingin.


"Kamu tidak usah repot-repot menjelaskan panjang lebar pada ku". Lanjut Radit.


"Kenapa?". Tanya Rion sedih.


"Tanpa kamu menjelaskan pun aku sudah tahu alasan mu". Jawab Radit dingin.


"Kalau begitu apa kamu marah pada ku ?". Tanya Rion.


"Tidak". Jawab Radit masih dengan nada terkesan dingin.


"Benar kah ?". Tanya Rion harap-harap cemas.

__ADS_1


"Iya, tapi aku perlu waktu untuk berpikir". Jawab Radit.


Mendengar jawaban Radit tadi, Rion pun merasa sedih.


"Aku pulang duluan". Pamit Radit.


"Tunggu". Cegah Rion pada Radit yang akan berbalik.


Radit pun diam dan melihat ke arah Rion.


"Radit masih kah kita bersahabat setelah kamu tahu semuanya?". Tanya Rion.


Radit pun hanya diam, dan langsung berbalik pergi dari hadapan Rion.


Rion yang tidak mendengar sepatah kata pun dari Radit hanya diam mematung dan memandang pergi Radit.


Rion tahu dia salah, dia tidak memberitahu kan semua pada Radit, Radit itu adalah sahabatnya, dia dan Radit sudah berteman sejak masih kecil sampai sekarang.


Dan sekarang Rion merasa bersalah pada Radit karena menyembunyikan semuanya.


Harusnya dia menceritakan semuanya dari Radit karena Radit itu sahabat nya.


Akhir nya Rion pun berbalik dan pulang dari sekolah menuju rumahnya, menyisakan halaman belakang sekolah yang berantakan.


Bagaimana kalau Radit menyebarkan pada teman-temannya yang lain? tapi pikiran yang itu dia tepis, karena Rion tahu Radit bukan orang yang seperti itu, dia percaya Radit.


Banyak sekali pertanyaan yang ada di pikiran Rion.


Bagaimana kalau teman-temannya tahu dan marah padanya?.


Lalu Siapa orang itu sebenarnya?.


Sambil menunggu bus datang Rion terus memikirkan semuanya tanpa sadar ada Amel yang menghampiri.


Amel hari ini sedang tidak di jemput bukan nya supir nya ada kesibukan tapi karena Amel yang minta.


Amel ingin sekali saja merasakan pulang sekolah sama seperti teman-teman lainnya.


Waktu Amel akan ke halte bus tiba-tiba dia melihat Rion, lalu Amel pun menghampirinya.


Amel pun menepuk pundak Rion yang sepertinya sedang bengong sendiri.


Sfx : pook (Tepuk Amel di pundak Rion).

__ADS_1


Rion yang dari tadi sedang berpikir pun langsung kaget.


"Astaga Amel". Kata Rion kaget.


"Hai Rion". Sapa Amel sambil tersenyum.


"Hai Amel". Sapa Rion balik.


Amel pun langsung duduk di samping Rion.


"Eh Amel tumben kamu belum pulang?". Tanya Rion.


"Belum ko". Jawab Amel singkat.


"Tumben biasanya kamu sudah di jemput supir mu". Kata Rion.


"Hmmmm.. itu sebenarnya supir ku sedang sibuk ada urusan keluarga". Kata Amel yang sebenarnya sedikit berbohong.


"Oh begitu, lalu kamu pulang pakai apa?". Tanya Rion.


"Oh aku naik bus". Jawab Amel sambil tersenyum.


"Eh kalau begitu kita pulang sama-sama ya kebetulan aku tahu bus jurusan ke rumah mu". Kata Rion.


"Eh benarkah!". Tanya Amel.


"Iya sepertinya kamu tidak tahu ya, ya sudah aku antar ya". Tawar Rion.


"Eh apa gak apa-apa, kamu bagaimana nanti?".Tanya Amel.


"Tidak apa-apa kalau aku sih gampang yang penting kamu harus pulang ke rumah mu dengan aman". Kata Rion sambil tersenyum.


Seketika pipi Amel pun merona.


"Baiklah, terimakasih ya". Kata Amel.


"Sama-sama". Kata Rion.


Akhirnya bus pun datang dan mereka pun naik ke dalam bus tersebut.


Bersambung~~~


*Terimakasih sudah berkunjung dan sudah mau membaca*☺️.

__ADS_1


__ADS_2