BUKAN SUPERHERO

BUKAN SUPERHERO
Disekolah (2)


__ADS_3

Akhirnya bus yang di naikin Rion pun sampai di halte bus dekat sekolah Rion. Rion pun segera membayar ongkos bus tersebut dan segera turun. Akhirnya setelah turun dari bus Rion segera berjalan menuju gerbang sekolahnya dan masuk kedalam sekolah.


Saat Rion sedang berjalan santa di halaman sekolah akan menuju kelasnya tiba-tiba Rion di kaget kan oleh seseorang di belakangnya.


"Pagi Rion". Sapa orang itu memegang pundak Rion.


Rion yang kaget pun langsung melihat kebelakang dan menjawab seruan orang itu.


"Astaga Andri bikin kaget aja, pagi juga". Ucap Rion kaget sambil melihat kebelakang dan nampak lah wajah Andri yang tersenyum.


"Ke kelas bareng yu". Ucap Andri mengajak Rion.


"Ayo".Jawab Rion kepada Andri.


Akhirnya mereka pun berjalan menuju kelas mereka dan mengobrol sepanjang perjalanan.


Tiba- tiba saat mereka asik tengah mengobrol mereka di kaget kan oleh seseorang di belakang mereka.


"Hai kalian berdua ". Kata seseorang yang mengagetkan


"Astaga". Kata mereka berdua berbarengan.


"Sedang apa kalian berdua pagi-pagi sudah menggosipkan". Ucap orang itu.


"Menggosipkan dengkul mu emangnya kita cewek, kita lagi membahas untuk pelajaran olahraga hari ini lagian lo apa sih ngagetin kita Radit kurang kerjaan". Kata Andri


Ternyata yang mengagetkan mereka adalah Radit.


"Justru itu aku mengagetkan kalian berdua, karena aku lagi kurang kerjaan hehehe". Kata Radit.


Jawaban dari Radit membuat Rion dan Andri kaget berjamaah.


"Kalian mau ke kelas kan bareng yu!". Radit menawarkan kepada temannya untuk masuk ke kelas bareng.


"Boleh ayo". Jawab Rion.

__ADS_1


Lalu akhirnya mereka bertiga pun jalan bareng menuju kelas mereka sambil mengobrol. Akhirnya mereka bertiga pun sampai di kelas mereka dan duduk di bangku mereka sambil mengobrol dan Andri pun ikut mengobrol dengan mereka karena bangku Andri dan Acep berada di belakang bangku Rion dan Radit. Tidak berapa lama datanglah Acep dan ikut mengobrol juga dengan mereka.


Akhirnya bel masuk sekolah pun berbunyi. Hari ini jam pertama di kelas Rion dan kawan-kawannya adalah pelajaran olahraga. Dan guru olahraga pun masuk ke kelas mereka.


"Pagi semuanya". Sapa guru olahraga tersebut.


"Pagi Pak Bagus". Sapa semua murid di kelas.


Pak Bagus adalah guru olahraga di sekolah mereka.


"Olahraga hari ini adalah kita akan lari pagi keluar sekolah dengan mengelilingi daerah sekitar sekolah, lalu kembali lagi kumpul di lapangan sekolah mengerti semua". Kata Pak


Bagus menjelaskan pada semua murid.


"Mengerti Pak". Kata semua murid di kelas.


"Nah sekarang kalian semua ganti baju kalian dengan pakaian olahraga dan kumpul di lapangan sekolah kita lakukan pemanasan terlebih dahulu". Ucap Pak Bagus.


"Baik Pak". Ucap semua murid di kelas.


Akhirnya semua murid di kelas pun berhamburan ke luar kelas dan menuju toilet sekolah untuk ganti baju. Anak-anak cowok ke toilet cowok dan anak-anak cewek ke toilet cewek. Selesai berganti pakaian olah raga akhirnya murid-murid berkumpul semua di lapangan sekolah dan mengikuti pemanasan serta pengarahan dari Pak Bagus.


"Aduh kenapa harus lari-lari gini sih, bisa tidak olahraga nya di lapang sekolah aja main basket kek, sepak bola kek". Ucap Acep mengeluh.


"Diam Acep lo itu ya kerjaannya mengeluh melulu kayak cewek tau gak". Ucap seorang cewek yang bernama Santi yang berlari santai dibelakang Acep dan Radit.


"Santi bener lo itu jangan kayak cewek dong, semangat sedikit kenapa lagi pula kan ini cuman lari santai gak lari ngebut". Ucap Radit.


"Iya tuh Radit bener kamu itu kan cowok harus kuat dong". Ucap Selly teman santi yang berlari di samping santi.


"Dengar ya kalian berdua dan lo Radit, gue ini bukan gak kuat tapi sebentar lagi panas nih gerah". Ucap Acep.


"Alah alasan aja lo Cep". Ucap Santi dan Selly berbarengan.


"Iya lo itu cowok semangat dong". Ucap Andri sang ketua kelas dia berlari di depan Acep dan Radit.

__ADS_1


"Berjuang dong Cep, masa kalah sama cewek". Ucap Rion di samping Andri.


Acep yang merasa dirinya di rempug sama teman-temannya pun seketika langsung pundungan.


Akhirnya mereka pun melanjutkan lari santai mereka dan sesekali ada yang mengobrol dengan teman lari di samping mereka katanya biar gak terasa capek. Lari santai mereka ini dengan posisi berbaris 2 orang-2 orang.


Hari pun semakin siang dan matahari mulai menampakkan diri. Mereka pun kepanasan untungnya mereka tidak lupa membawa botol minum mereka yang mereka bawa seperti pengarahan Pak Bagus agar mereka bisa berhenti selesai dan minum saat kehausan. Sesekali di antara mereka ada yang mengeluh karena capek, ada juga yang menikmatinya sambil mengobrol dengan teman.


Pada saat mereka melewati di dekat sebuah bangunan yang akan di bangun di sekitar daerah sekolah mereka Santi dan Selly yang sedang asik mengobrol tidak menyadari ada sebuah besi yamg jatuh ke arah kepala Santi disaat itu juga Radit yang melihat ke arah belakang dan melihat kearah Santi langsung berlari dan berusaha melindungi Santi dengan memeluknya serta melindungi kepalanya dengan dirinya, Selly yang ada di sampingnya kaget murid-murid yang di belakang Selly dan Santi kaget.


Rion yang melihat ke arah belakang dan ke atas pun kaget, akhirnya secara diam-diam Rion pun mengalirkan listrik dari tangannya dan mengarahkannya ke besi tersebut akhirnya besi tersebut pun terpental dan tidak jadi jatuh ke arah Radit dan Santi.


"Syukurlah, berhasil mereka berdua selamat huh". Ucap Rion sambil menghela nafas lega.


Teman-teman yang lainnya pun kaget dan menghentikan lari mereka. Pak Bagus pun segera berhenti berlari dan menghampiri mereka. Selly yang melihat kejadian tersebut syok dan kaget tiba-tiba ada sebuah listrik d atas kepala mereka dan dari mana datangnya tapi listrik itu menyelamatkan Radit dan Santi. Setelah beberapa saat dalam pose pelukan Santi sadar dan mendorong Radit.


"Lo apa-apaan sih meluk-meluk gue".Kata Santi marah.


"Harusnya lo berterimakasih sama gue tadi gue mau nyelamatin lo dari bahaya". Kata Radit.


"Radit benar Santi tadi lo hampir tertimpa besi bangunan, untung tadi Radit lihat dan berusaha lindungi lo". Kata Selly.


"Iya bener tuh, untungnya tadi juga ada yang nyelamatin lo berdua jadi besi itu gak jadi menimpa lo berdua". Kata Acep.


"Siapa emang?" Tanya Radit dan Santi barengan.


"Gue juga gak tahu". Jawab Acep.


"Gue juga heran mungkin kayak ada pahlawan super hero gitu yang nyelamatin kalian berdua, dan tidak menunjukan dirinya jadi dia menyelamatkan kalian berdua diam-diam". Kata Selly antusias.


"Kayaknya sih gitu". Ucap Acep menimpali.


Rion yang mendengarkannya pun hanya diam saja dan mendengarkan teman-temannya berbicara.


Dia hanya lega akhirnya teman-temannya selamat. Adiknya pun ketika tahu kakaknya mempunyai kekuatan itu dan selalu menolong orang adiknya selalu berkata kalau dia superhero. Tapi Rion selalu berkata pada adiknya bahwa dia bukan superhero. Akhirnya setelah kejadian itu Pak Bagus pun segera menemui murid-muridnya karena khawatir dan mendengarkan penjelasan tentang kejadian tadi dari muridnya.

__ADS_1


Lalu Pak Bagus pun menghampiri tukang bangunan disana dan memberikannya peringatan agar selalu berhati-hati dalam bekerja, lalu akhirnya mereka semuan pun kembali berlari santai dan akhirnya tiba dilapangan sekolah. Setelah tiba di lapangan sekolah mereka pun duduk sambil menselonjorkan kaki mereka.


*Saya mengucapkan terimakasih banyakpada kalian yang mau membaca novek saya, semoga kalian semua suka😊. Jangan lupa kritik dan sarannya serta vote ya agar saya semangat dalam mengerjakan novel saya karena dukungan kalian 🙏*


__ADS_2