
Sesudah mereka memikirkan acara apa yang akan mereka tampilkan saat event nanti.
Saatnya untuk persiapan event yaitu pemilihan untuk tokoh drama nanti dan cafe.
Hari demi hari pun akhirnya mereka lalui tidak terasa event akan segera tiba.
Di hari sabtu ini di sekolah mereka yang harusnya libur kini harus ke sekolah untuk menyiapkan persiapan untuk event nanti.
Termasuk kelas Rion dan kawan-kawan juga yang sedang berkumpul di kelas.
Mereka pun dimulai untuk pembagian tugasnya.
"Nah semuanya selamat pagi". Sapa Andri sebagai kata pembuka.
"Pagi pak ketu". Sapa teman-teman yang lainnya.
"Nah maaf aku memanggil kalian di hari libur begini dikarenakan event akan tiba dalam satu minggu lagi jadi waktu kita tidak banyak, mungkin harus nya hari ini kita tiduran di rumah, arau menghabiskan waktu weekend kalian bersama teman, tapi karena kita tidak punya waktu lagi maka dengan terpaksa aku harus memanggil kalian semua". Kata Andri merasa bersalah kepada teman-temannya.
"Tidak apa-apa ko kita ngerti". Kata Santi mewakili yang lainnya.
Semuanya pun mengangguk setuju.
"Baiklah mari kita mulai persiapan untuk event nanti, agar cepat selesai". Kata Joni.
"Nah pertama kita bahas drama yang akan kita tampilkan yaitu Aladin, ok kita rolling aja ya dari pada nanti ribut". Kata Andri menyarankan.
"Wah pasti aku yang jadi Aladin, aku kan yang paling tampan". Kata Radit dengan pedenya.
"Huh".Sorak semua temannya dik kelas pada Radit.
"Kalian kenapa sih iri ya karena aku tampan". Kata Radit bangga.
"Alah tampan dari mana hah". Tanya Selly.
"Emang benar kan". Balas Radit.
"Iya emang benar tampan, tapi kalau dilihat dari atas gedung tinggi". Balas Santi menyakitkan.
Mendengar pernyataan Santi semuanya pun tertawa dan Radit pun langsung cemberut serta pundungan di pojokan bangkunya.
"Sudah-sudah semua ayo kita mulai". Kata Andri yang menengahi mereka sebelum terjadi keributan.
Andri pun membagikan sebuah kertas kepada teman-temannya dimana teman-temannya harus menuliskan nama temannya yang lain.
Yang menurut mereka cocok jadi Aladin dan putri jasmine.
Akhirnya mereka semuanya pun menuliskannya di kertas lalu kertas tersebut dikumpulkan ke ketua kelas kembali.
Akhirnya rolling pun selesai dan sudah ada nama-nama yang akan memerankan drama tersebut.
"Nah kita sudah dapat nama-namanya yang akan bermain dalam drama tersebut". Kata Joni mewakili Andri.
Joni pun mulai melakukan pengecekan di kertas tersebut nama yang dipilih paling banyak untuk memerankan Aladin dan putri jasmine.
__ADS_1
Para perempuan pun mulai berbisik.
"Hei menurut kalian siapa yang bakal jadi Aladin dan putri Jasmine nya".Tanya Santi kepada teman-temannya.
"Kalau menurutku sih paling cocok Andri". Kata Selly.
"Kalau gue pilih Joni, pasti keren". Kata Riska sambil membayangkan Joni.
"Alah lo suka padanya ya". Tebak Santi.
"Hah e..enggaklah itu kan pendapatku saja". Kata Riska malu.
"Alah lo ngaku saja itu pipi sudah merah". Kata Selly.
"Eh Mel menurut lo siapa?" Tanya Santi.
"Kalo menurutku mungkin Rion". Kata Amel.
"Hmmm ada sesuatu nih". Kata Riska menuduh Amel.
"Eh nggak kok itu kan menurut pendapatku". Kata Amel.
"Nah semuanya mohon tenang sudah terpilih nih". Kata Joni.
Semuanya pun langsung terdiam dan memperhatikan ke depan di mana ada Andri dan Joni.
Dan juga mereka penasaran.
Seketika terdengar sebuah suara.
"Tang tung tung jreng jreng jreng". Bunyi suara tersebut di belakang.
Yang lain pun langsung kaget berjamaah dan melihat kebelakang siapa yamg membuat suara itu.
"Hei Acep ngapain lo". Tanya Radit pada Acep.
Ternyata suara itu berasal dari Acep.
"Ya kan gue membuat sebuah suara yang menegangkan kayak di film-film". Kata Acep.
"Hei lo pikir kita lagi main sinetron apa". Kata Santi kesal.
"Gak tahu tuh dia kayak kurang kerjaan aja". Kata Selly.
Seketika Acep pun langsung pundungan di pojokan kelas.
"Ya sudah biar gak lama-lama ini gue umumkan deh". Kata Joni.
Joni pun mengambil sebuah buku yang sudah di tulis nama pemeran-pemerannya, lalu dia mengambil spidol dan mulai menuliskan namanya di papan tulis.
Dan hasilnya adalah.
-Aladin \= Doni
__ADS_1
-Jasmine \= Riska
-Raja \= Irvan
Dan peran-peran lainnya seperti penjahatnya Radit,Jin nya adalah Acep.
Lalu pemeran pendukung lainnya. Mereka semua tertawa karena Radit dan Acep yang mendapatkan perannya.
"Apa sih kalian ketawa-ketawa gue gak apa-apa jadi penjahatnya toh yang penting bisa tampil". Kata Radit.
"Bener tuh". Kata Acep yang setuju dengan Radit.
Akhirnya setelah pemilihan peran mereka pun memilih beberapa orang untuk di tempatkan di cafe dan juga sebagai keamanan.
Akhirnya persiapan untuk even selesai tinggal persiapan-persiapan yang lain, seperti panggung dan lainnya di serahkan kepada pihak OSIS yang menjadi panitia dalam acara tersebut.
"Nah untuk yang tidak tampil dalam drama tersebut sebagian akan tinggal di cafe, tapi kalau kalian mau melihat teman kalian tampil silahkan, tapi ingat tutup dulu cafenya kalau mau menonton, dan untuk para pemain drama, setelah selesai bermain drama kalian bantu-bantu yang di cafe, untuk persiapan latar dan kostum serta menu cafe kita diskusikan di group cafe kalian paham".Tanya Andri.
"Paham". Jawab mereka semua.
"Nah kalau tidak ada lagi yang ingin ditanyakan silahkan kalian boleh pulang ke rumah masing-masing.
Akhirnya mereka pun membubarkan diri ada yang langsung pulang ke rumahnya, ada yang akan pergi jalan bareng teman-temannya dan yang masih nongkrong pun ada seperti Rion dan kawan-kawan yang sedang mengobrol di sebuah cafe dekat sekolah.
"Hah tadi itu benar-benar menguras persiapan kita ya". Kata Radit.
"Gue kira lo mau bilang menguras tenaga padahal kita kan gak ngapa-ngapain". Balas Acep.
"Hah sudahlah kalian oh ya Rion kamu katanya bagian cafe ya"Tanya Doni.
"Iya tidak apa-apa malah aku senang". Kata Rion tersenyum.
"Lo mah emang setiap saat selalu senang, buktinya selalu tersenyum tuh". Kata Radit.
"Alhamdulillah". Ucap Rion.
Lalu mereka pun melanjutkan obrolan mereka hingga tidak terasa hari semakin siang, maka itu mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Rion yang sedang berjalan ke arah halte bus sekolah melihat ada seorang ibu-ibu yang sedang berjalan dan diikuti oleh seorang pria misterius di depannya.
Rion yang curiga pun mengikutinya di belakangnya dengan pelan taoa menimbulkab rasa curiga. Tidak berapa lama ternyata benar dugaan Rion, pria misterius tersebut akan beurusaha mencuri tas si ibu tersebut.
Sebelum itu terjadi akhirnya Rion segera melesatkan listrik di tangannya dan menuju kaki si pria misterius hngga terjatuh, kaki pria tersebut seras seperti ada sengatan listrik.
Jadi niat si pria itu untuk mencuri pun tidak terjadi karena pria tersebut terjatuh dan si ibu sudah pergi.
Karena takut ketahuan akhirnya Rion pun berbalik dan buru-buru menuju halte bus.
Tidak berapa lama bus pun datang dan Rionpun segera menaiki bus tersebut untuk pulang ke rumah.
Di dalam bus Rion tersenyum karena berhasil menyelamatkan si ibu tersebut dan berkata dalam hati "Syukurlah berhasil' sambil tersenyum.
*Terimakasih bagi yang mau membaca semoga kalian suka, jangan luapa vote* 😊
__ADS_1