
Pagi hari pun datang, Rion yang sedang duduk di halaman sekolah sambil membaca buku di bawah sebuah pohon besar dan indah. Rion yang sedang membaca sebuah buku pelajaran di kaget kan oleh seseorang dari belakang punggungnya dengan menepuk punggungnya.
"Halo bro". Ucap orang itu keras dan bikin Rion kaget.
"Astaga kaget aku". Ucap Rion.
"Hahaha kaget ya". Ucap orang yang mengagetkan Rion yang ternyata adalah Radit sahabatnya.
"Tentu kaget lah aku sedang serius nih". Ucap Rion.
"Maaf ya". Ucap Radit sambil tersenyum.
"Iya aku maafkan".Ucap Rion.
"Ngomong-ngomong kamu sedang baca buku apa sih?". Tanya Radit pada Rion sambil ikut duduk di samping Rion.
"Buku pelajaran". Jawab Rion.
"Lah dikirain gue lo lagi baca buku komik gitu tahu nya buku pelajaran". Ucap Radit sebal.
"Lah kita kan harus baca buku pelajaran juga biar pandai". Kata Rion sambil tersenyum.
"Gue juga tahu, tapi gue ini aneh setiap baca buku pelajaran selalu gak masuk ke dalam otak apa ada yang salah?". Ucap Radit sambil berpikir.
"Gak ada yang salah ko, aku tebak kamu baca buku pelajaran cuman pas ujian saja atau enggak pas ada tugas". Ucap Rion menebak.
"Lah kok tahu!". Tanya Radit.
__ADS_1
"Tahu kok tergambar jelas di wajah kamu". Ucap Rion sambil tertawa.
"HM". Ucap Radit.
"Eh ngomong-ngomong Lo baca buku pelajaran apa sih?". Lanjut Radit yang bertanya pada Rion.
"Fisika". Jawab Rion.
''Astaga ku ngeri". Ucap Radit lebay.
"Ngeri sih ngeri tapi gak gitu juga ekspresinya". Ucap Rion.
Saat Radit dan Rion sedang asik mengobrol tiba-tiba datang Amel.
"Hai kalian berdua". Ucap Amel yang menghampiri mereka berdua.
"Hai Amel". Ucap Radit yang menjawab sapaan Amel.
"Oh iya Rion kebetulan kita bertemu di sini ada yang mau aku tanyakan nih?". Tanya Amel pada Rion.
"Ya apa yang mau di tanyakan?". Tanya Rion heran.
"Oh iya kemarin aku melihat kamu loh keluar dari gang dekat sekolah, kamu sedang apa di sana?". Tanya Amel.
"Hah, gang sekolah Lo lagi ngapain Rion?". Tanya Radit yang melihat ke arah Rion.
Rion pun terkejut di tanyakan seperti itu oleh Amel dan juga sekarang Radit ikut bertanya.
__ADS_1
Dia bingung harus menjawab apa pada ke dua temannya itu.
Sebenarnya Rion tidak mau berbohong kepada teman-temannya dia ingin jujur tapi untuk saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya tapi nanti dia akan bilang yang sebenarnya kepada teman-temannya.
Saat ini yang bisa dia lakukan adalah berbohong.
"Maafkan aku teman-teman nanti pasti aku akan mengatakannya tapi bukan sekarang". Ucap Rion dari dalam hatinya.
"Ah waktu itu aku sedang berjalan ke sekolah lalu aku mendengar suara kucing, terus aku mengikuti suara kucing itu dan sampailah ke gang tersebut, lalu aku melihat ternyata kucing tersebut sedang di intimidasi oleh kucing lainnya dan kucing itu ketakutan, jadi aku menolong kucing itu dari kucing lainnya, maka itu aku keluar dari gang itu setelah menolong kucing tersebut". Ucap Rion.
"Jadi begitu ya". Ucap Radit.
"Ku kira ada apa, takutnya kamu abis di palak sama preman-preman itu soalnya aku melihat preman itu keluar dari gang yang sama dengan mu soalnya preman itu jalan dengan kaki yang pincang". Ucap Amel.
"Oh yang waktu itu aku tidak tahu ada preman mungkin preman itu gak sengaja lewat gang itu juga dan mungkin dia abis berkelahi dengan orang lain atau di kejar orang terus kakinya kecelakaan jatuh atau apa gitu". Ucap Rion.
"Begitu ya". Ucap Amel pelan.
Di saat bersamaan bel sekolah pun berbunyi dan waktunya untuk para siswa masuk ke kelas di karenakan pelajaran akan segera di mulai.
"Nah karena bel sekolah sudah berbunyi ayo kita masuk ke kelas keburu pelajaran di mulai nanti kita telat". Ucap Rion.
"Ayo". Ucap Radit
"Baiklah". Ucap Amel.
Akhirnya mereka bertiga pun berjalan bersama menuju kelas mereka.
__ADS_1
"Syukurlah mereka gak curiga, hampir saja ku rasa aku harus hati-hati saat menggunakan kekuatan ku". Ucap Rion dari dalam hatinya.
*Terimakasih bagi yang sudah membaca dan jangan lupa vote ya😊*