
Akhirnya bel istirahat pun berbunyi Andri pun memperkenalkan Brian pada teman-teman yang lainnya karena Andri seorang ketua kelas.
Banyak sekali teman-temannya yang penasaran dengan Brian, bahkan banyak pertanyaan yang diajukan untuk Brian, tentu saja Brian menjawabnya dengan tulus meski banyak sekali yang dia tutupi.
Rion dan Radit yang melihatnya pun merasa takjub dengan ketenaran Brian yang berstatus murid baru tapi banyak sekali yang ingin berkenalan dengannya terutama perempuan kecuali para laki-laki yang merasa iri plus kalah tenar, tapi tidak untuk para cowok cuek.
" Radit kita ikutan kenalan yu, siapa tahu kita dapat berteman dengannya?". Ajak Rion pada Radit.
"Boleh hanya saja dia tenar banget sih baru aja beberapa menit yang lalu dia datang sudah seheboh ini". Jawab Radit.
"Kamu iri hm?". Tanya Rion sambil tersenyum.
"Siapa yang iri? bagaimana pun juga aku tetap yang tertampan di kelas ini hahaha". Jawab Radit.
Rion yang mendengarnya pun hanya pasrah mempunyai teman seperti Radit yang kepedean nya patut di pertanyakan ulang.
Akhirnya Rion dan Radit pun beranjak menuju Brian.
"Nah Brian kenalkan mereka Rion dan Radit". Tunjuk Andri pada mereka berdua.
"Wah perkenalkan aku Brian". Kata Brian.
"Rion". Kata Rion sambil tersenyum membalas jabatan tangan Brian.
Dilanjutkan dengan berkenalan dengan Radit.
"Oh ini Rian tuh wah tampan juga". Gumam Brian dalam hati.
__ADS_1
Setelah mereka semua berkenalan akhirnya mereka pun berkeliling sekolah untuk menunjukkan tempat-tempat pada Brian di sekolah dan terakhir mereka menuju kantin sekolah untuk mengisi perut mereka di kantin.
"Akhirnya selesai juga". Kata Brian.
"Yah begitulah sekolah kami terbilang cukup luas". Kata Andri.
"Kalau begitu kalian mau pesan apa biar si Dini yang pesankan ayo catat di kertas ini?". Tawar Acep.
"Seenak jidatmu Acep kenapa aku ?". Tanya Doni balik.
"Ya elah Don gapapa dong amal". Jawab Acep Santai.
"Hah baiklah kali ini, karena ada Brian sebagai murid baru". Kata Doni.
Sesudah mereka mencatat pesanan mereka Doni pun membawa catatan tersebut ke kantin.
Tidak berapa lama Santi dan kawan-kawannya pun datang.
"Halo". Jawab mereka semua.
Lalu Santi dan kawan-kawannya pun duduk dekat mereka, karena mereka mendapatkan meja dan kursi panjang.
"Kita ikut ya disini". Izin Santi.
"Oke". Kata Andri.
Lalu Santi dan kawan-kawannya pun memesan makanan dan minuman juga.
__ADS_1
"Lah ada Santi". Kata Radit yang duduk di sebelah Santi.
"Emang kenapa?".Tanya Santi.
"Gak apa?". Jawab Radit cuek.
"Ko aku kesal ya".Gumam Santi.
"Aku juga sama kesalnya sama kamu". Kata Radit.
"Huh mulai kalian". Kata Acep.
"Heh kalian nanti mulainya di kelas aja, kalau mulai disini bisa kacau apalagi kalian duduk bersebelahan gitu". Kata Andri.
"Betul tuh Andri".Kata Acep menimpali.
Mereka semua yang sudah terbiasa dengan Radit dan Santi hanya tersenyum terkecuali Brian yang melihat mereka dengan pandangan sulit diartikan.
Sementara di seberang meja mereka, ada sekelompok laki-laki seperti mereka dan mereka kakak kelas dari Rion dan kawan-kawannya.
Tapi salah satu dari mereka ada yang melihat ke arah Rion dkk.
"Wah ternyata dia punya banyak teman juga ya,dan salah satunya orang yang pernah menyelamatkannya, tidak ku sangka mereka satu komplotan".
"Enaknya gimana ya?." Gumam laki-laki tersebut dalam hatinya sambil tersenyum misterius.
Siapakah dia?
__ADS_1
Bersambung ~~~
...Terimakasih banyak bagi yang sudah mau membaca ☺️....