
Di jalan pada saat pulang sekolah Rion masih berpikir tentang teman-temannya kemarin.
"Aku bingung, waktu kemarin saat ku pulang sekolah, perasaan aku tidak salah lihat, aku melihat Santi, Andri,Joni dan murid baru itu berkelahi dengan para para pria berjas hitam itu, dan mereka semua itu seperti emang ada urusan yang benar-benar serius dengan seseorang". Gumam Rion.
Rion pun terus berpikir dan ingin menanyakan kepada teman-temannya, tapi Rion takut pertanyaan tersebut menyinggung teman-temannya.
*Sementara itu, di tempat lain*.
Acep, Joni ,Andri dan Santi sedang berkumpul Brian pun ikut dengan mereka.
"Hei Andri kamu yakin Rion tidak akan curiga pada kita setelah kejadian kemarin itu?". Tanya Joni.
"Benar juga sih, secara aku juga takut Rion melihat kita berkelahi dengan para pria berjas hitam tersebut". Kata Santi.
"Ku rasa dia udah agak curiga dengan kita sih, hanya saja dia seperti menutupi kecurigaannya itu dan hanya bersikap biasa saja pada kita". Jawab Andri.
"Benar kata Andri, sepertinya dia ingin menanyakan itu tapi mungkin takut menyinggung kita". Kata Brian menimpali.
"Yah betul, Rion kan baik dia mungkin kalau menanyakannya pada kita dia takut. pertanyaan dia bakal menyinggung kita". Kata Acep.
Mereka sedang berkumpul di sebuah kafe kecil tidak jauh dari sekolah.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong ku penasaran dengan seseorang yang mengincar Rion siapakah dalangnya?". Tanya Andri sambil berpikir.
"Aku juga sama". Kata Santi yang tak kalah penasaran.
"Aku sudah mencoba untuk menelusuri semua gerak gerik di sekolah ini dan aku melacak sistem sekolah ini serta cctv-nya, tapi dugaan ku sepertinya bukan orang luar bisa jadi seseorang di sekolah itu juga". Jawab Brian.
"Apa seseorang di sekolah, siapa salah satu anak di kelas kita kah?". Tanya Joni bertubi-tubi.
"Bukan dia emang satu sekolah dengan kita, tapi sepertinya dia cuman beda kelas dengan kita". Kata Brian serius.
"Benarkah tapi siapa ya?". Tanya Acep yang ikut berpikir.
"Sebenarnya aku sudah memantau setiap siswa dengan menghacker sistem sekolah juga dan mengambil data para siswa, tapi anehnya, tidak ada yang mencurigakan". Jawab Brian.
"Bisa jadi juga sih". Kata Andri menimpali.
"Tapi yang aku bingung dia tahu tentang Rion dari mana?". Tanya Joni.
"Aku pun tidak tahu, tapi sepertinya dia tahu kalau Rion itu anak ketua atau dia pernah melihat Rion menggunakan kekuatannya". Kata Brian.
"Bisa juga, bisa dua-duanya itu". Kata Joni.
__ADS_1
"Tapi bagaimana ya cara kita melindungi Rion, soalnya kita juga kan tidak bisa tiba-tiba dekat dengan Rion nanti dia curiga". Kata Santi sambil menyeruput minumannya.
"Santi benar, yang kita sekarang lakukan adalah melindunginya dari jauh". Kata Andri.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengawasinya dengan muka datar.
Setelah mereka selesai berdiskusi dan menghabiskan makanan mereka, mereka pun akhirnya pergi dari kafe tersebut dan akan pulang ke rumah masing-masing.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengikuti mereka.
Andri dan kawan-kawannya pun merasa seperti ada yang mengikuti mereka, akhirnya mereka pun berhenti di sebuah parkiran kendaraan dekat taman, untungnya tempat tersebut sedang sepi.
Saat Andri melihat ke belakangnya, dia melihat seorang Pria yang sepantaran dengannya, memakai jaket , topi serta topeng dan yang membuat Andri kawan-kawan terkejut adalah dia melihat orang itu mengeluarkan api dari tangannya.
Saat orang itu akan melempar api di tangannya itu, tiba-tiba tangannya seperti tersengat listrik dan api itu pun padam serta orang itu pun meringis kesakitan saat mereka melihat ke samping di situ mereka pun terkejut termasuk Andri dan kawan-kawannya.
"Rion". Seru mereka bersamaan, sambil melihat muka Rion yang menahan marah.
Bersambung ~~~
...Terimakasih banyak bagi yang sudah mau membaca☺️...
__ADS_1
...Maaf bila author jarang update dikarenakan banyaknya kesibukan 🙏...