
Keesokan harinya di sekolah, Rion yang baru sampai sekolah dan memasuki kelasnya, dia pun langsung duduk di bangkunya.
Tak lama kemudian datanglah Andri.
"Pagi Rion". Sapa Andri.
"Pagi juga Andri". Sapa Rion balik.
Lalu Andri pun langsung duduk di tempatnya.
Setelah itu datanglah teman-teman mereka yang lain, seperti biasa saling menyapa.
Beberapa menit kemudian bel tanda dimulainya pelajaran pun berbunyi.
Para murid pun langsung masuk ke dalam kelas.
Rion yang merasa heran karena Radit belum datang tapi Rion berpikir mungkin Radit datang terlambat lagi.
"Mungkin dia datang terlambat". Pikir Rion.
Tapi sampai jam pelajaran di mulai dan sampai waktu istirahat pun Radit tidak datang ke sekolah.
Rion pun semakin bingung dan bertanda tanya.
"Ada apa dengan Radit?". Tanya Rion dalam hati.
Rion pun dari tadi mencari-cari Radit yang sampai sekarang belum datang.
"Kemana Radit ya?". Tanya Rion dalam hatinya.
Dia pun mencoba mengirim sebuah pesan kepada Radit.
Tapi pesan itu pun tidak di baca oleh Radit.
Tidak berapa lama Andri dan Acep menghampiri Rion.
"Rion ayo ikut kami ke kantin". Ajak Andri.
"Iya dari pada kamu sendiri di kelas mending ikut kita, ngomong-ngomong kemana Radit ya ,ko tidak masuk?". Tanya Acep.
Andri hanya diam memandang Rion yang sedih.
"Mungkin ada urusan keluarga atau kurang sehat". Jawab Andri.
"Mungkin kali ya, tapi anehnya tidak mengabari". Kata Acep sambil menimpali.
Tidak berapa lama Amel dan Santi pun menghampiri.
__ADS_1
"Loh ada apa ini?". Tanya Santi.
"Pacar mu tidak masuk sekolah dan tidak ada kabar". Jawab Acep seenaknya.
'PLETAK'
Sebuah penggaris sukses melayang ke arah kepala.
Jawaban Acep sukses mendapat sebuah penghargaan dari Santi yaitu sebuah benjolan besar di kepala Acep.
"Aduh sakit tahu Santi, kepalaku benjol nih". Kata Acep protes sambil mengusap kepalanya.
"Siapa suruh kamu jawab begitu hah". Sahut Santi emosi.
Amel dan Andri hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua.
"Eh Rion ayo ikut kami ke kantin". Ajak Amel.
"Amel benar ayo". Kata Andri.
"Hah baiklah ayo". Kata Rion sambil tersenyum.
Akhirnya mereka pun pergi ke kantin, di kantin mereka pun memesan makanan dan minuman serta mengobrol.
Rion hanya diam mendengarkan teman-temannya bicara.
Bagaimana pun juga Radit juga adalah teman sekelasnya.
"Nah nanti coba aku kirim pesan pada Radit ya". Kata Andri.
"Eh baiklah, coba tanyakan oleh Andri, karena Andri kan ketua kelas". Kata Rion.
"Tentu, nanti aku coba tanyakan pada Radit". Kata Andri.
"Terimakasih ya Andri". Kata Rion sambil tersenyum.
"Sama-sama, bagaimana pun juga Radit itu adalah temanku, dan juga sudah jadi tanggung jawab ku sebagai ketua kelas". Kata Andri balas tersenyum.
Rion pun percaya pada Andri dan merasa lebih baik.
Akhirnya bel masuk kelas pun berbunyi mereka pun bergegas menghabiskan pesanan mereka.
"Nah bel sudah berbunyi tuh ayo cepat kita masuk kelas". Ajak Acep.
"Ayo". Santi pun menyetujui.
"Andri ayo kita masuk kelas". Ajak Rion.
__ADS_1
"Baiklah kalian duluan saja aku ada urusan sebentar". Kata Andri.
"Baiklah". Kata Acep.
Akhirnya mereka pun segera menuju ke dalam kelas.
Andri pun langsung pergi ke halaman sekolah dan mencari tempat aman.
Lalu ada seorang pria yang menghampirinya.
Pria itu memakai kacamata hitam dan jas.
"Bagaimana keadaannya?".Tanya Andri kepada pria itu.
"Sementara semuanya baik-baik saja tuan muda". Jawab pria tersebut.
"Tapi saya tidak yakin akan baik-baik saja, orang itu pasti masih terus mengincarnya". Lanjut pria tersebut.
"Kalau begitu aku minta kau tetap harus mengawasinya". Perintah Andri pada orang tersebut.
"Baiklah, untungnya waktu itu saya menolongnya tepat waktu, tuan Brian memang menyuruh ku atas perintah anda". Kata orang tersebut.
"Yah Brian memang teman yang baik juga". Kata Andri.
"Kalau begitu sampaikan terimakasih ku padanya ya". Kata Andri.
"Baiklah aku akan menyampaikannya". Kata orang tersebut.
"Saya pamit dulu, dan saya akan tetap mengawasinya". Lanjut orang tersebut.
"Baiklah, pergilah sebelum kita ketahuan". Kata Andri.
Akhirnya orang itu pun pergi.
"Untungnya Rion selamat, aku penasaran siapa orang yang mengincarnya?". Tanya Andri dalam hatinya.
"Sudahlah nanti aku pikirkan,lebih baik aku sekarang segera masuk ke dalam kelas sebelum yang lainnya curiga". Gumam Andri.
Akhirnya Andri pun menyusul teman-temannya.
Bersambung ~~~
Adakah yang menebak dari kalian bahwa yang membantu Rion itu adalah Andri? Yang bisa menebaknya luar biasa loh ππβΊοΈ.
Sebenarnya clue kalau Andri lah orang nya ada loh di episode sebelumnya π€.
...* Terimakasih sudah membaca, maaf bila jarang up karena banyak kesibukan*βΊοΈ...
__ADS_1