
Akhirnya Rion pun sampai di rumah Amel.
"Nah sudah sampai, makasih ya Rio". Kata Amel tersenyum.
"Iya sama-sama". Kata Rion.
"Maaf ya sudah merepotkan". Kata Amel yang merasa bersalah.
"Ah tidak apa-apa ko, tidak merepotkan, justru aku senang kamu pulang dengan selamat, soalnya aku tahu kamu tidak hafal rute bus dan jalan". Kata Rion.
"Hahaha iya juga ya, harus nya aku bertanya dulu". Kata Amel.
"Sekali lagi makasih ya Rion". Lanjut Amel tersenyum.
"Iya sama-sama". Kata Rion tersenyum balik.
Rion pun akhirnya pamit pada Amel untuk pulang ke rumah nya.
Di sepanjang jalan Rion terus memikirkan tentang Radit yang mengetahui ke kekuatannya itu.
Rion berpikir ini baru Radit yang tahu bagaimana kalau semua teman-teman nya tahu, apakah mereka akan marah juga dan mungkin mereka tidak mau berteman lagi dengan nya?. Batin Rion dalam hati.
Tapi Rion juga tahu cepat atau lambat mereka semua mengetahuinya.
"Mungkin besok aku harus menjelaskan semuanya pada Radit". Kata Rion dalam hati.
"Meskipun akhirnya entah seperti apa? yang penting aku harus berani memberitahu semuanya pada Radit". Lanjut Rion dalam hati.
Saat dalam perjalanan ke halte bus, Rion pun melihat seorang bapak-bapak yang sedang mendorong mobilnya sendirian.
Rion pun berinisiatif untuk membantunya.
"Permisi pak boleh ku bantu!". Tawar Rion pada seorang bapak yang sedang mendorong mobilnya itu.
"Iya, boleh nak". Kata bapak tersebut sambil berbalik ke arah Rion.
__ADS_1
Bapak itu dan Rion pun terkejut.
"Loh bapak yang waktu itu kan?". Tanya Rion pada bapak itu.
"Eh". Bapak itu pun terkejut.
Bapak itu pun benar-benar terkejut ketika bertemu dengan Rion.
Masalahnya sejak kejadian itu, bapak itu pun berhenti untuk mengikuti Rion, dan mendinginkan kepala.
Pasalnya setelah tahu kebenarannya bapak itu pun berusaha untuk merenungkan dengan apa yang terjadi dan menghindar untuk sementara sampai saatnya tiba.
"Pak maaf". Panggil Rion.
"Eh iya nak". Sahut Bapak itu yang tersadar dari pikirannya.
"Boleh saya bantu". Rion pun menawarkan diri .
"Ah tentu boleh". Sahut Bapak tersebut.
Setelah berjalan beberapa jam untuk sampai ke tempat tujuan yaitu sebuah bengkel, akhirnya mereka pun istirahat sejenak sambil menunggu mobilnya di perbaiki.
"Hah akhirnya ". Kata Rion sambil mengusap keringat di dahinya.
"Eh Rion!". Panggil Bapak tersebut.
"Iya". Sahut Rion.
"Ini minumannya". Kata Bapak tersebut sambil menyerahkan sebuah minuman.
"Terimakasih pak". Kata Rion.
Bapak itu pun akhirnya duduk di samping Rion.
"Makasih ya Rion sudah membantu". Kata Bapak tersebut pada Rion.
__ADS_1
"Sama-sama pak, aku ikhlas ko pak". Kata Rion sambil tersenyum.
Bapak itu pun balas tersenyum.
"Oh iya pak, kenapa anda tidak dengan supir anda pak?". Tanya Rion.
"Supir saya sedang pulang kampung jadi saya nyetir sendiri". Jawab Bapak tersebut.
"Begitu ya". Ucap Rion pelan.
Akhirnya mereka berdua pun mengobrol santai, sampai tidak terasa jam menunjukkan pukul tiga sore.
Rion pun langsung melihat ke arah jam tangannya.
"Eh sudah pukul tiga". Gumam Rion.
Rion pun akhirnya segera pamit pada Bapak tersebut.
"Maaf pak saya mau pamit pulang sudah sore". Kata Rion sopan.
"Oh begitu ya, maaf ya bapak tidak bisa mengantar kami Rion, soalnya mobilnya belum selesai". Kata Bapak tersebut.
"Iya tidak apa-apa pak? saya naik angkutan umum atau bus saja". Kata Rion.
"Baiklah saya pamit pulang dulu pak". Kata Rion.
"Baiklah hati-hati Rion". Kata Bapak tersebut.
"Iya pak, bapak juga hati-hati ya". Kata Rion.
Akhirnya Rion pun pergi dengan menaiki bus menuju rumahnya.
Bersambung~~~
...Terimakasih sudah membaca ☺️...
__ADS_1