
“Baiklah Rion ayah akan memulai menjelaskan”.
“ Jadi dulu itu, Ayah menikah dengan Ibumu, tidak di setujui oleh nenekmu yaitu ibuku, menentangnya, karena ibumu hanyalah seorang anak petani di sebuah desa, tapi jangan salah ayah ibumu itu meskis ederhana kehidupannya, tapi tidak memungkiri di aitu orang kaya ko, cuman hidupnya saja di Desa, dia punya beberapa tananh, sawah dan laiinnya”. Ucap Ayah Rion.
Rion hanya fokus dan mendengarkan cerita ayahnya, tapi sebenarnya diam-diam di aitu membaca gerakan sikap dan bibir serta wajah seseorang, menilainya apakah seseorang itu berbohong atau tidak, dalam setiap ucapannya.
Sedangkan yang lainnya dengan khidmat mendengarkan.
“Tapi Ibuku, tidak tahu soal itu, karena dia hanya melihat dari tampilan luarnya saja, dimana hanya terlihat kesederhanaan yang ditonjolkan oleh keluarga ibumu, bukan kekayaannya dan itu yang Ayah suka. Berbeda dengan ibuku, ayahku menyukainya, makanya dia menyetujui aku menikah dengan ibumu. Dia sering berkunjung ke Desatersebut, dan berteman baik dengan ayah ibumu, tidak berapa lama kami menikah, dan awalnya ibumu ikut ayah ke kota dan tinggal di rumah ayah”. Ucap ayah Rion dengan jeda sejenak.
“Awalnya kita baik-baik saja layaknya keluarga biasa, tapia da sebuah kejadian dimana, ayah dan kakekmu pergi ke luar kota untuk beberapa minggu dalam perjalanan bisnis, saat itui ibumu sedang mengandungmu”.
“Seperti biasa ibuku yaitu nenekmu dan ibumu, mengantar kita ke bandara, awalnya semuanya baik-baik saja, aku sering bertanyau kabar dengan isteriku sendiri, tapi 1 minggu kemudian tidak ada balasan kabar lagi dari isteriku, akupun bertanya-tanya, lalu menelepon ibuku, ibuku bulang baik-baik saja, dan juga dengan alasan2 lainnya”.
“ Lalu setelah urusan bisnis ku itu, akupun pulang ke rumah, lalu aku jtidak melihat isteriku, aku bertanya pda ibu, dimana isteriku?, ibuku bilang dia sudah keluar dari rumah ini, dengan nada marah”.
“Aku bingung termasuk ayahku, lalu ayahku menyuruhku untuk mencarinya sementara ibuku di atasi oleh ayahku, akupun mencarinya di sepanjang jalan, tapi tidak pernah ketemu, nyaris putus asa, salah satu bawahanku menghubungiku, bahwa dia menemukannya di sebuah halte bus, lau aku membujuknya kembali untuk pulang, awalnya dia tidak ingin tapi akhitnya berhasil, dia bilang waktu aku pergi bisnis ke luar kota, ibu mengundang seorang temannya, temannya itu membawa anaknya dan dikenalkan pada ibuku, lalu ternyata ibuku berniat menjodohkan ku dengan anak temannya, dan bingin menyingkirkan isteriku, tapi terdengar oleh isteriku yang kebetulan mendengarkannya, akhirnya mereka rebut dan isteriku keluar dari rumah, itulah penjelasan dari isteriku”.
“Akhirnya, aku pualglah ke rumah ibuku, dam disana kami bertengkar dengan ibuku, dia tidak setuju aku menikahi isteriku, karena anak desa dan beda jauh, aku marah lalu aku memutuskan keluar gdari rumahku, dan membeli rumah sederhana untuk kami tinggal, awalnya ibuku berusaha menghalangiku tapi ayahku, menahan ibu, dan menyuruhku pergi. Dari situ kami hidup sederhana, dan akupun mencari pekerjann , lalu aku bekerja di sebuah perusahaan biasa yang gajinya tidak lumayan besar tapi cukup untuk kebutuhan kalian bertiga. Aku bahagia, sampai kamu lahir untuk beberapa lama aku pernah bermain denganmu saat kecil, lalu dengan uang yang terkumpul dengan jerih payah hasil bekerja akhirnya aku mendirikan perusahaan IT sendiri, dan akhirnya berjalan lancar, sampai akhirnya ibumu mengandung adikmu, aku senang, lalu tidak lama kemudian aku dapat kabar dari seorang bawahanku, bahwa ayahku sakit, aku dan isteriku pun datang membawamu, kamu pernah bertemun dengannya Rion, hanya saja kamu tidak ingat, karena msih kecil dia meminta maaf padaku, ibumu dan kamu. Sampai akhirnya dia meninggal, lalu karena perusahaan tidak ada yang memegang ibu menyuruhku kembali, tapi tidak dengan ibumu, aku menolak tawaran ibu karena lebih memilih keluargaku, tapi pada akhirnya Ibumu bilang padauk untuk melakukannya, dan dia akan tetap menunggu, sampai akhirnya aku kembali dan meninggalkan kalian, lalu menggabungkan perusahaan ku yang baru dengan perusahaan ayahku sampai sebesar ini”.
“ Tapi meski begitu aku selalu memberi kabar pada ibumu, dan menanyakan keadaanmu juga adikmu. Waktu adikmu lahir aku ada disamping ibumu, dan kau tidak sadar karena waktu itu kau sekolah, nah Rion sejauh apapun aku ayahmu tapi aku selalu memperhatikan kalian, bahkan aku selalu meminta seseorang untuk mengawasi kalian, makanya aku meminta Andri dan yang lainnya untuk bersekolah di sekolahmu, oh soal kekuatanmu itu sebenarnya dari kakekmu dia bilang untuk melindungimu”. Ucap ayah Rion yang membuat Rion terkejut.
Rion pun terkejut, kalua teernyata selama ini ibunya masih berhubungan baik dengan ayahnya, selama ini dia selalu berpikiran buruk tentang ayahnya yang meninggalkannya, kenapa ibunya tidak memberitahukannya?
“Oh ya bagaimanakabar adikmu?”. Tanya Ayah Rion.
“Dia baik-baik saja ko”. Jawab Rion
“Oh syukurlah”. Ucap Ayah Rion lega.
__ADS_1
“Dan kamu Amel kenapa kesini, ada perlukah?’. Tanya Ayah Rion.
Semuanya terkejut termasuk Rion, yang ternyata dia kenal dengan Amel.
“ Anda kenal Amel!”. Tanya Joni.
“Tentu dia anak sahabatku sejak SMA plus rekan bisnisku juga”. Ucap Ayah Rion santai.
“Eh”. Semuanya terkejut.
“Ehmm…Ehmm..”. Acep berdehem.
“Kenapa lo Acep, sakit tenggorokan amandel?”. Tanya Radit.
“Sialan kau dit, gak sampai segitunya gue baik2 aja”. Ucap Acep kesal dengan Radit.
“Abisnya lo dari tadi berdehem terus kenapa? “. Tanya Roadit mengejek.
Amel mukanya memerah.
Rion sih biasa aja, mungkin emang dia gak peka.
“Pak kalau ingin menanyakan anak bapak yang cewek, kalau tidak bisa lewat abangnya, bisa tuh lewat Andri dia tahu pak”. Ucap Acep sambl tersenyum.
Rion dan ayahnya bingung termasuk Amel dan Santi, yang lain sudah mengerti.
Seketika itu juga Andri menginjak kaki Acep, “duak”.
“Adududuh apaan sih lo ndri”. Ucap Acep sambil memegang kakinya yang kesakitan karena diinjak Andri dengan keras.
__ADS_1
“Sebentar saya ingin menanyakan pada kalian berdua Rion dan temannya Radit, bagaimana kalian bisa masuk kesini, system keamanan disini cukup tinggi, sandinya kuat, bagaimana caranya hebat sekali?”. Tanya Ayah Rion.
Yang lain pun penasaran, dan berpikir siapa yang melakukannya, hebat sekali bisa membobol system keamanan disini tanpa suara.
“Oh soal itu, itu temanku Radit yang melakukannya”. Jawab Rion.
“Hah”. Sahut yang lainnya langsung terkejut berjamaah.
“Yang bener, kang tidur dikelas yang melakukannya”. Tanya Acep Penasaran.
“Heh apa maksud lo, bilang gue kang tidur hah, walau kenyataan, jangan buka aib gue lo”. Ucap Radit yang emosi.
“Hoh emang bener kan, lagi pula gue kaget bisa2 lo pemalas, jarang ngerjain pr sekolah bisa kayak gitu”. Ucap Acep
“Apa lo bilang?, oh ngajak berantem lo”. Ucap Radit yang mungkin emosinya udah di ujung tanduk.
“Siapa takut bodoh”. Ucap Acep.
Ayah Rion hanya melihat dan tersenyum melihat tingkah teman-teman anaknya tersebut.
Pada saat mereka mau berkelahi.
Radit di halangin oleh Rion dan Santi, sedangkan Acep oleh Brian dan Andri.
Pada saat Roni akan melawan dan lepas dari Rion, tidak sengaja tangan Radit kena Santi, dan menyebabkan Santi hampir jatuh, karena Santi ditangkap oleh Rion.
Mereka yang disana kaget, melihat itu termasuk ayahnya Rion dan yang lainnya.
Posisi Rion yang menangkap Santi, seperti memeluk Santi, dan Santi yang memeluk Rion, mereka berdua pun saling berpandangan dan saling tersenyum.
__ADS_1
Dan tidak mereka sadari ada 3 mata yang melihat mereka dengan api cemburu di hatinya.