
Kejadian pada saat jam istirahat itu pun menjadi awal akan dimulainya sebuah petualangan yang akan membawa Rion untuk menggunakan kekuatan yang sebenarnya.
Di kelas Rion seusai jam istirahat, mereka akhirnya masuk ke dalam kelas dan mengikuti jam pelajaran berikutnya sampai jam pulang usai.
Akhirnya bel sekolah pun berbunyi waktunya untuk semua murid pulang ke rumah mereka masing-masing.
Di tempat Rion dan kawan-kawan yang masih menetap di sekolah tepatnya di kantin sekolah yang sedang mengobrol hal penting, entah hal penting apa yang akan mereka bicarakan.
"Eh kalian hari sabtu nanti kalau libur kalian kemana?". Tanya Acep pada teman-temannya.
"Aku sih sudah pasti bantuin ibu bikin kue nanti, soalnya ibu bilang mau bikin kue". Jawab Radit.
"Wah hebat ternyata kamu bisa masak kue ya tidak ku sangka". Kata Rion dengan kagum.
"Tumben kamu rajin gitu bantuin ibumu, jadi Sabtu ini kamu mau membantu ibumu membuat kue, wah hebat tuh". Sahut Andri kagum.
"Wah tidak ku sangka seorang Radit mau membantu ibunya membuat kue, biasanya kan kamu bermalas-malasan tuh". Kata Doni.
"Emangnya benar ya kamu bisa bantu ibumu untuk membuat kue!". Tanya Acep penasaran pada Radit.
"Tentu dong". Kata Radit bangga.
"Wah hebat dong". Kata Joni.
"Tentu saja aku bantu ibuku, tapi bukan untuk membuat kuenya, melainkan bantu untuk memakan kuenya hahaha" Kata Radit sambil tertawa terbahak-bahak.
Teman-temannya yang mendengar jawaban dari Radit pun malah bengong berjamaah dan memberi tatapan kesal pada Radit.
Radit pun malah terus tertawa terbahak-bahak karena melihat reaksi teman-temannya seperti itu.
"Dah lah kita cabut yu, keburu sore nanti". Ajak Acep kepada teman-temannya.
Akhirnya mereka semua pun pergi dari kantin dan meninggalkan Radit yang masih tertawa sendirian.
Di sisi lain ada segerombolan siswa lain yang lewat tepatnya kelas lain, mereka pun berjalan ke arah kantin, dan melihat Radit tertawa.
"Eh dia kenapa tuh ketawa sendiri?". Tanya siswa A kepada temannya.
"Enggak tahu tuh mungkin dia sudah tidak waras". Kata siswa B yang temannya siswa A.
"Eh mana mungkin, masa dia pakai seragam sekolah gitu, tidak mungkin tuh". Kata siswa A tersebut.
"Ah atau mungkin dia kesurupan karena di kantin kan tidak banyak orang dan lumayan sepi jangan-jangan dia benar-benar kesurupan, ih ngeri". Kata siswa B yang lumayan takut melihat tawa Radit.
"Wah gawat kita harus lapor pada guru atau satpam sekolah". Ajak siswa A kepada siswa B temannya.
"Ok, aku setuju denganmu". Kata siswa B.
Akhirnya mereka pun berlari mencari bantuan.
Sementara itu di tempat Radit.
"Hahaha aduh ku sampai sakit perut gak berhenti ketawa tadi gara-gara melihat ekspresi kalian". Kata Radit sambil mengusap air matanya karena tertawa.
Saat Radit berhenti tertawa dan melihat ke tempat duduk teman-temannya tadi, dia melihat semua teman-temannya sudah tidak ada, dia pun langsung shock.
"Astaga mereka kemana, kok aku ditinggalkan dasar kalian teman-teman gak ada akhlak awas ya kalian besok". Kata Radit sambil beranjak dari tempat duduknya dan pergi keluar Kanti menyusul teman-temannya yang mustahil masih ada di sekolah.
Sementara itu di tempat Rion yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Seperti biasa Rion pun berjalan menyusuri sepanjang jalan sekolah sampai halte bus yang tidak dari sekolahnya.
Di perjalanan dekat halte bus tidak sengaja Rion melihat seorang pria bertubuh besar sedang mencoba mendekati seorang pria yang membawa sebuah tas jinjing besar berwarna hitam.
Saat pria itu akan naik kedalam mobilnya tiba-tiba pria bertubuh besar tersebut mengeluarkan sebuah pisau dari dalam saku celananya dan akan menodongkan pisaunya ke arah pria yang membawa tas tersebut.
Sebelum itu terjadi Rion mengaktifkan listriknya dan mengarahkannya ke tangan pria tersebut tepatnya yang memegang pisau lalu pisau itu pun jatuh.
Pria bertubuh besar itu pun kesakitan dan pria yang membawa tas tersebut sudah masuk ke dalam mobilnya dan langsung tancap gas.
Sebelum pria itu menyadari dirinyalah yang mengarahkan serangan listrik itu, Rion pun lari ke sebuah gang kecil dekat sekolah lalu memakai jaket dan kacamata yang tersedia di dalam tasnya. Lalu dia pun menyembunyikan tasnya.
"Syukurlah aku selalu membawa ini untuk berjaga-jaga". Bisik Rion dari dalam hati dan dia pun segera keluar dari gang tersebut.
Kebetulan sekali pria tubuh besar itu sedang meringis kesakitan dan mencoba mengambil pisaunya.
"Sengatan listrik dari mana ini!". Teriak pria tersebut sambil memasang muka garang.
Pria bertubuh besar itu pun marah dan mencari seseorang yang mengacaukan aksinya itu.
Lalu dia pun menangkap Rion di sebrang jalan.
"Siapa kamu ?". Tanya pria besar tersebut kepada Rion.
"Apakah kamu yang yang mengacaukan aksiku tadi, dan menggunakan kekuatan listrik itu?". Lanjut pria tersebut.
"Kalau memang iya kenapa". Tantang Rion menjawab pertanyaan pria bertubuh besar tersebut.
"Bagaimana bisa kamu mempunyai kekuatan mustahil manusia bisa mempunyai kekuatan seperti itu". Kata pria tersebut tidak percaya.
"Kamu tidak perlu tahu aku bisa mempunyai kekuatan seperti ini, tapi aku ingin kau berhenti melakukan hal itu nanti bisa melukai orang". Jawab Rion tegas.
"Baiklah kalau begitu coba aku ingin tahu kemampuan mu, tapi tidak disini banyak orang bahaya". Kata Rion.
"Ternyata kau takut ketahuan juga ya, baiklah ikut aku". Kata pria bertubuh besar tersebut.
Akhirnya Rion pun mengikuti pria tersebut ke sebuah gang sempit dan kumuh yang tidak terlalu jauh dengan halte bus.
Ternyata di gang tersebut sudah ada teman-teman dari pria bertubuh besar tersebut yang sedang berkumpul.
Rion pun langsung terkejut.
"Hai kawan coba tengok siapa yang aku bawa, seorang bocah yang telah menggagalkan aksiku dan menerima tantangan dariku". Kata pria bertubuh besar tersebut kepada teman-temannya.
"Lalu dia mempunyai kekuatan listrik". Lanjut pria tersebut.
"Apa kekuatan listrik?hahaha memangnya jaman sekarang ada yang seperti itu". Kata salah seorang teman pria tersebut.
Rion pun sebal mendengarnya.
"Kalian tidak percaya akan ku tunjukkan". Kata Rion dan bersiap untuk mengeluarkan listriknya lagi.
"Wah dia menantang kita semua teman-teman ayo maju". Kata pria bertubuh besar tersebut pada teman-temannya.
Mereka semua pun maju, serangan pertama Rion bisa menghindar, tapi kalau sebanyak ini dan menggunakan senjata terpaksa dia harus mengeluarkan kekuatannya, Rion pun berpikir sambil menghindari serangan mereka.
"Mana kekuatan mu yang tadi bocah keluarkan saja, atau yang tadi hanya kekuatan abal-abal hahaha". Kata preman bertubuh besar tersebut mengejek Rion.
Rion yang sudah habis batas kesabarannya pun langsung mengeluarkan kekuatan listriknya dan langsung mengarahkannya pada senjata mereka sehingga senjatanya pun berjatuhan.
__ADS_1
"Kenapa kalian masih tidak percaya?". Tanya Rion pada mereka.
Para pria bertubuh besar pun menjadi takut, tapi ada yang aneh Rion melihat jumlah mereka semua kok ada yang kurang.
"Satu lagi kemana ini kok jadi segini jumlahnya". Bisik Rion dalam hati.
"Jangan senang dulu bocah". Kata pria bertubuh besar tersebut sambil tersenyum misterius.
Di belakang Rion ada seorang pria bertubuh besar lagi, membawa pisau yang akan di tusukkan pada Rion.
Rion pun menengok ke belakang dan terkejut saat Rion akan menembakkan serangan listriknya lagi dia pun di kagetkan oleh sebuah api yang mengenai kaki pria itu dan terjatuh beserta senjatanya.
Lalu pria itu pun kesakitan dan di tolong teman-temannya.
Lalu muncullah seseorang yang Rion kenal dengan sebuah api di tangannya.
"Wah-wah sepertinya aku datang tepat waktu ya". Kata orang tersebut memakai topeng dan topi serta jaket.
Rion pun terkejut ada seseorang yang bisa menggunakan kekuatan juga tapi api.
Para pria bertubuh besar itu pun langsung ketakutan.
"Ma.. maafkan kami ". Kata para pria bertubuh besar tersebut sambil berjongkok meminta maaf dengan badan bergetar ketakutan.
"Baiklah kami maafkan sekarang pergi dari sini, jangan ganggu temanku lagi dan jangan beritahukan identitas kami pada siapapun anggap saja kalian tidak berurusan dengan kami". Kata orang misterius tersebut.
"Baik kami janji". Kata salah seorang pria bertubuh besar tersebut.
Akhirnya para pria bertubuh besar tersebut pun lari terbirit-birit.
Saat mereka semua pergi keadaan pun semakin canggung. Akhirnya Rion pub memulai percakapan.
"Hmmm, terimakasih ya sudah menolongku". Kata Rion.
"Tidak masalah kalau urusan seperti itu aku sudah biasa". Jawab orang misterius tersebut.
"Wah-wah kita bertemu lagi ya Rion sang pengguna kekuatan listrik". Kata orang tersebut.
Rion pun terkejut.
"Bagaimana bisa tahu namaku dan kekuatanku?". Tanya Rion pada orang tersebut.
"Hmmm, aku tahu namamu karena kita satu sekolah, dan aku pernah melihat mu menggunakan kekuatan mu waktu itu". Jawab orang itu.
"Dan kita pernah bertemu, apa kamu tidak kenal aku, ini pertemuan ke dua kita loh". Lanjut orang tersebut.
"Apa?". Rion pun terkejut orang itu tahu tentang namanya, kekuatannya dan yang paling membuatnya terkejut adalah orang itu satu sekolah dengannya, lalu pernah bertemu dengannya.
"Sudahlah aku tahu kamu pasti kebingungan, ya aku memang bertemu denganmu tapi tidak memperkenalkan diriku, kamu pasti akan tahu aku nanti, oh iya aku juga tidak akan memberitahukan kekuatan mu itu pada satu sekolah, sampai jumpa". Kata orang tersebut dan pergi dari hadapan Rion.
Rion pun masih mematung di tempatnya. Lalu dia pun ingat dia harus cepat-cepat pulang ke rumah keburu hari semakin sore dan membuat adiknya khawatir.
Akhirnya dia pun membuka kacamata dan jaketnya memasukkannya kembali ke dalam tas dan pergi ke halte bus untuk naik bus ke rumahnya.
Di perjalanan pulang Rion masih memikirkan siapakah orang itu sebenarnya.
Siapakah dia ?
Bersambung~~
__ADS_1
*Terimakasih banyak bagi yang sudah mau membaca*πβΊοΈ