
Keesokan harinya di sekolah Rion pun datang lebih pagi dari yang lain hanya untuk mempersiapkan diri bertemu Radit dan membereskan masalah ini secepatnya.
Rion pun duduk di bangku nya yang berada di samping Radit.
Andri yang baru saja datang pun langsung menyapa Rion.
"Pagi Rion". Sapa Andri.
"Pagi Andri". Sapa Rion balik.
Akhirnya Andri pun duduk di bangku nya di belakang Rion dan Radit.
"Eh Rion tumben kamu sudah datang?". Tanya Andri heran.
"Eh iya aku ingin datang lebih pagi saja". Jawab Rion.
Andri pun merasa ada yang aneh dengan jawaban Rion. Dia ingin menanyakan pada Rion tapi takutnya itu menjadi privasi bagi Rion. Jadi Andri hanya bisa diam saja.
Tidak berapa lama kemudian teman-teman yang lain pun berdatangan, tapi Rion dari tadi tidak melihat Radit.
Akhirnya bel sekolah pun berbunyi dan Rion pun sama sekali tidak melihat Radit.
Tidak berapa lama seorang guru datang ke kelas Rion dan pelajaran pun segera di mulai.
Akhirnya dengan memberanikan diri Rion pun langsung berinisiatif untuk mengirim pesan pada Radit.
Lalu dia pun mengetik pesan pada Radit, dengan cara menyembunyikan ponselnya.
__ADS_1
Akhirnya pesan pun terkirim. Rion pun langsung menyimpan handphone nya di bawah meja. Dan langsung memperhatikan guru yang sedang menerangkan di depan kelas.
Sambil mencatat apa yang guru terangkan di depan kelas, Rion pun terus menerus melihat handphone nya di bawah meja berharap Radit membaca dan membalas pesannya.
Tapi sayang tidak ada balasan pesan dari Radit dan itu membuat Rion sedih.
Andri yang melihat Rion pun merasa kalau Rion sepertinya bertengkar dengan Radit, dilihat dari gelagat Rion.
Tidak berapa lama Radit pun datang dengan nafas yang ngos-ngos san. Dan Rion pun merasa lega ketika melihatnya.
"Permisi Bu maaf aku terlambat". Ucap Radit pada gurunya tersebut.
"Kenapa kamu terlambat?". Tanya guru tersebut.
"Maaf Bu saya tadi bangun ke siangan". Jawab Radit.
"Ya sudah saya maafkan lain kali jangan di ulang lagi kita harus tahu waktu". Kata guru tersebut menasehati.
Radit pun langsung duduk di bangkunya samping Rion.
Rion yang melihatnya pun merasa lega tetapi juga meras sedih, Radit tidak menyapanya seperti biasa, Radit malah terkesan cuek dan tidak melihat ke arahnya.
Akhirnya mereka berdua pun hanya bisa terdiam, fokus pada guru yang sedang menerangkan di depan tetapi pikiran mereka entah kemana.
Andri yang melihatnya pun merasa terkejut karena dia tidak biasa melihat Rion dan Radit bertengkar yang Andri tahu mereka berdua itu baik-baik saja dan selalu ceria tapi sekarang tidak.
"Apa yang terjadi dengan mereka berdua?" Batin Andri.
"Sepertinya mereka bertengkar ya". Lanjut Andri dalam hatinya.
__ADS_1
Andri ingin membantu, tapi dia merasa tidak berhak untuk ikut campur dalam urusan mereka. Jadi dia hanya bisa diam saja dan biarkan mereka menyelesaikan masalah nya sendiri.
"Semoga mereka cepat baikan dan kembali seperti sedia kala". Batin Andri.
Akhirnya mereka pun melakukan semuanya masing-masing.
Seperti pada saat jam istirahat, Rion berusaha untuk mendekati Radit tapi Radit menghindar dan malah pergi ke Clube sepak bola dengan Doni sampai bel istirahat berbunyi.
Dan sekarang mereka hanya diam-diam saja tanpa berbicara sepatah kata pun.
Sampai akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi, Radit seperti buru-buru membereskan bukunya dan ke luar dari kelas.
Rion pun langsung mengejar Radit.
"Tunggu". Teriak Rion pada Radit yang terus berjalan cepat di depannya.
Tanpa Radit sadari dia sudah berjalan cukup jauh dari Rion dan tanpa dia sadari juga dia berdiri di tengah jalan.
Tidak Radit sadari ada sebuah truk yang melaju ke arahnya dengan cepat.
Rion pun terkejut pada saat melihat nya dan mencoba berlari serta memanggil Radit
"Raadiiiittt". Teriak Rion kencang.
"Awas di samping mu". Teriak Rion lagi.
Radit yang mendengar Rion berteriak pun melihat ke arah samping dan ternyata ada sebuah bus yang melaju ke arahnya dan Radit pun langsung terkejut.
Bagaimanakah nasib Radit selanjutnya? Apakah Radit akan selamat?
__ADS_1
Bersambung ~~~~
...Terimakasih bagi yang sudah mau membaca ☺️...