CINCIN TANG

CINCIN TANG
17. Menolong Gadis Yang Menangis


__ADS_3

"Kamu siapa? kenapa kamu melompat?" Intan kembali bertanya.


'Aku Mei, aku tidak ingin di jual... Aku putus asa dengan perjodohan dengan pria beristri.' Ucap gadis itu sambil terisak.


'Ayah saya memaksa saya untuk menikahi Tuan Seven, saya tidak ingin menjadi selir ketujuh..!'


Nanang dan Intan kaget, selir ketujuh? apa ini.. sudah banyak istri mau istri tambahan??'


Siapa Tuan Seven?


kekuatan fisiknya pasti sangat bagus dan bisa tahan lama.


"Aku akan mendengarkan terlebih dahulu, jika memungkinkan untuk membantu, aku akan membantumu." Meskipun Intan kaya dan dari keluarga militer kuat yg berkuasa, ada banyak hal yang tidak bisa ia tangani, jadi dia akan mendengarkan dan menilai terlebih dahulu.


'Kakak, tolong aku, aku tak mau menikahi Seven, aku tak mau jadi istri kedelapan dari pria 70 tahun di kota! Uuuuu...' Gadis kecil bernama Mei menangis dari hidungnya dan air mata.


Intan hampir pingsan mendengar usia lelaki itu, 70 tahun dan masih ingin memiliki selir kedelapan, luar biasa!


Bagaimanapun, Tuan Seven adalah lelaki tua, dan tidak pantas baginya untuk memeluk dan menikahi gadis Mei yang tampaknya usianya baru 15 tahun. Intan menepuk bahu gadis itu, berusaha menghiburnya.


Gadis itu melanjutkan ceritanya, Intan dan Nanang terus mendengarkan cerita lengkap dari gadis Mei itu, setelah mendengarkan, mereka berdua merasa iba, Mereka menatap gadis yang menangis dan menangis itu.


Ayah gadis Mei adalah Jang, seorang penjudi terkenal di desa terpencil yang suka mempertaruhkan uangnya di kasino di kota Teng. Dia sering kalah dan akan minum setiap kali dia kehilangan uang, dan memukuli putrinya dalam keadaan mabuk. Mereka juga memiliki seorang putra di rumah. Putranya cukup rajin dan jujur, sementara ketujuh putrinya yang lain telah dijual.


Mei ini adalah putri bungsu! Dia akan dijual untuk uang dalam waktu dekat. Mungkin uang itu juga akan dihabiskan untuk berjudi. Nanang berpikir, sungguh anak yang malang.


Nanang tidak bisa membantu tetapi berbicara.


"'Apakah kamu ingin menggagalkan pernikahan mu?"' Tanya Nanang


'Ya.' Jawab gadis itu


"'Saya Nanang, dan ini Intan disebelahku, Istriku."'


Intan hanya memutar matanya mendengar apa yg dikatakan Nanang.


"Kami akan membantumu mengakhiri pernikahan yang tidak adil ini!" Tegas, Intan berkata.


Pikiran wanita muda itu terhenti sejenak. Jelas bahwa dia masih belum kembali sadar bahkan setelah beberapa saat.


Intan tidak keberatan. Dia mengeluarkan saputangan sutra dari lengan bajunya dan menyeka air mata wanita muda itu. Gadis itu bingung dengan sikap lembutnya. Dari mana datangnya wanita cantik ini?

__ADS_1


Dengan tenang, Intan bertanya, "Berapa yang Tuan Seven bayarkan pada ayahmu untukmu?"


'Dua puluh juta belly.'


Gadis Mei memperhatikan Intan memberinya saputangan. Dia memegang saputangan sutranya, bingung.


Intan meremas wajah lembut gadis itu. Sambil tersenyum, dia berkata.


"Tolong antar kami ketempat mu, tolong hubungi ayahmu dan beritahu dia bahwa suamiku memiliki urusan bisnis besar yang ingin dia diskusikan dengannya."


Mei mencengkeram celana Intan dan bertanya pelan.


'Nona, apa yang akan suamimu lakukan?'


Intan menepuk kepala gadis Mei dan tersenyum, berkata tanpa tergesa-gesa.


"Kamu akan tahu sebentar lagi."


Gadis itu bangkit dan membawa Nanang dan Intan ke desa tempatnya tinggal.


Desa tempat tinggal Mei sekitar 2 jam jalan kaki dari tempat villa Nanang berada. rupanya gadis Mei tidak punya uang sehingga hanya pergi berjalan hingga akhirnya melompat ke sungai sebelum ditolong Nanang. Mereka mengendarai mobil Nanang untuk sampai kesana lebih cepat.


Desa tempat gadis Mei tinggal disebut desa kabut, Konon katanya desa ini dinamai desa kabut karena saat musim hujan desa ini dingin dan memiliki kabut yang membatasi penglihatan, terkadang mereka tak bisa keluar rumah sampai beberapa hari saat kabut begitu tebal, untunglah ini musim semi jadi tidak ada kabut di desa kabut sekarang ini.


begitu Intan dan Nanang keluar, mereka warga terkesiap seolah melihat yang cantik dan tampan, Sang Dewi dan Dewa turun ke bumi.


"Wow, cantik sekali, siapa dia?"


'Pria itu sangat tampan sepertinya dia orang kaya !'


"'Bukankah itu sudah pasti? kau lihat saja pakaian mereka, juga mengendarai mobil mewah, Apakah mereka mengunjungi kerabatnya disini?'"


""Siapa warga yang menjadi kerabat mereka? mereka sangat beruntung sekali memiliki kerabat yang kaya raya seperti mereka.. benar-benar membuat iri!""


"Hei lihat bukankah itu Mei Apakah mereka kerabat jauhnya?"


'Aku rasa tidak, jika si tua Jang memiliki kerabat kaya, mereka pasti sudah pindah dari desa ini sejak lama.'


"'Lalu mereka kerabat siapa? Apakah kerabatmu?"'


"Bukan, tapi yang jelas mereka bukan kerabatmu!"

__ADS_1


Gadis Mei membawa Nanang dan Intan pergi ke rumah gadis Mei, setelah waktu yang dibutuhkan untuk membakar satu dupa telah berlalu, gadis Mei membawa Nanang dan Intan ke rumahnya.


Di halaman rumah ada Jang yang biasa disebut Pak tua Jang oleh penduduk. Wajahnya memerah dan dia terlihat sedikit mabuk saat mengamati dua tamu yang dibawa anak gadisnya.


Nanang dan Intan mengamati Pak tua Jang, lalu memulai percakapan bisnisnya.


"Alola Pak Jang.." Nanang menyapa Pak tua Jang.


Mata pak tua Jang memerah Dan Dia memegang sebotol anggur kecil di tangannya, mabuk dan bingung dia menatap Nanang dengan linglung dan bertanya dengan jijik.


'Siapa kamu ?'


Nanang menjawab, "ingin mendiskusikan kesepakatan bisnis dengan anda."


'bicara tentang bisnis apa?' Tanya Pak tua Jang, Dia sangat mabuk dan pikirannya kadang-kadang tidak bisa mengingat setengah kata.


Nanang menjawab dengan santai.


"kami ingin membeli rumah dan tanah Anda seharga 1miliar belly."


'1, 1 miliar belly?'


Pak tua jangan akhirnya sadar dari mabuk nya pada saat itu.


Para penduduk yang mengikuti Nanang intan dan juga para tetangga yang menonton kedatangan tamu asing langsung menjadi tercengang kaget.


Satu miliar belly? bagi orang desa seperti mereka, jumlah uang ini bukanlah sesuatu yang bisa mereka hemat Bahkan dalam dua kehidupan rumah tahunan mereka hanya sekitar 12 juta belly per tahun.


Untuk keluarga biasa, seseorang dianggap kayak ketika mereka dapat memiliki satu miliar belly.


Pak Dedes yang juga adalah kepala desa kabut tercengang oleh lamaran Nanang yang tiba-tiba dan dengan tenang bertanya kepadanya.


"'Apa maksudmu.. membeli tanah dan rumah mereka dengan satu miliar belly?"'


Para tetangga bergumam, "Apa yang dia maksud adalah bahwa tanah dan rumah itu akan menjadi miliknya, lalu pak tua Jang dapat melakukan apapun yang ia inginkan dengan uang sebanyak itu.""


*1 Belly \= 1 rupiah


*Desa Kabut \= Desa Fiksi di novelku.


*Alola \= Hai, hallo, hello, hi, salam.

__ADS_1


*Waktu satu dupa \= sekitar 15 menit, 2 dupa sama dengan 30 menit.


__ADS_2