
Di aula kedatangan, sekelompok penggemar wanita sedang menunggu idola mereka. Tepatnya mereka adalah penggemar dari aktor berkacamata hitam dan topi baseball. Saat mereka melihat Nanang, mereka berteriak kaget.
"Wow, tampan .... !"
"Wow, dia terlalu tampan !"
"Ehm, dia sangat terlalu tampan ......!"
"Apakah dia seorang Idol atau semacamnya ??!"
"Tidak tahu, tapi dia sangat tampan, dia idolaku sekarang !"
"Aku pikir dia bukan seorang idol atau aktor, lebih seperti pewaris kaya, atau tuan muda dari keluarga kaya.."
"Tidak peduli siapa dia, dia tipeku !!"
"Dia lebih tampan dari kakakmu, dia adalah agama terbaru ku !!"
"Aku ingin mendapatkannya, jangan bersaing denganku !"
"Tidak, dia milikku !"
Mendengarkan sekelompok gadis memuji ketampanan Nanang, Intan sama sekali tidak cemburu, dia merasa bangga karena brother Nanang-nya sangat populer, dia hanya akan cemburu bila ada wanita lain yg menginginkan dan berusaha mencuri brother Nanang-nya.
Beberapa fans bergegas bergerak ke arah Nanang, ingin mengambil photo bersama, tapi tatapan Nanang yg tiba-tiba menjadi dingin membekukan dan menghentikan langkah mereka.
Intan berjalan ke arahnya, dan Nanang langsung tersenyum lembut lalu memegang tangannya.
meskipun gadis-gadis itu merasa takut oleh tatapan dingin Nanang, tapi mereka sama sekali tidak marah, mereka justru kagum terutama saat melihat tatapan lembut dan senyum Nanang pada Intan.
"Apakah mereka pasangan ?"
"Mereka pasti pasangan."
"Belum tentu, bisa jadi mereka bersaudara?"
"Tidak mungkin, mereka seharusnya pasangan. Coba lihat mereka bergandengan tangan dan tampak serasi."
"Aku sangat iri pada gadis itu."
"Aku juga ingin punya pacar tampan."
"Kapan aku punya pacar seperti itu?"
"Aku pikir dia tipe pria yg diinginkan setiap wanita."
"Kamu benar.."
__ADS_1
"Aku setuju."
.....
Nanang dan Intan berjalan menuju tempat parkir.
"Kamu sangat populer." kata Intan sambil bercanda.
''Sepertinya lain kali aku harus memakai topeng.'' Nanang mengikuti candaan Intan.
"Hahaha." Intan tertawa kecil. "Tidak perlu memakai topeng, mereka tak akan bisa mendekatimu dengan dinginnya tatapan mu. Juga, jika kamu memakai topeng, mereka pasti akan mengira kamu seorang idol dan membuat mereka semakin gila mengejar mu."
''Tidak usah khawatir, mereka tak kan bisa memiliki karena hanya kamu yg bisa memilikiku." Kata Nanang dengan suara serak.
Intan tertegun sejenak, lalu pipinya memerah.
"Hentikan !"
''Mengapa? yang aku katakan adalah kebenaran.''
Mendengar pengakuan Nanang, jantung Intan berdebar.
"Apakah kamu baru saja menembak ...??"
''Ya.''
"Aku.."
Nanang memandang ke arahnya, mengantisipasi jawaban Intan.
"Aku.. Yes."
Intan memandangnya dan tatapan keduanya bertemu. Ada senyum di pipi keduanya, Intan merasa malu dan pipinya memerah.
Melihat Intan yg memerah dan terlihat malu-malu membuat Nanang bersemangat dan ingin terus menggodanya, sayangnya ada banyak orang disekitarnya, jadi Nanang menahan diri.
Mereka menemukan mobil mereka, ini adalah mobil yg telah dikirim kemarin sebelum keberangkatan mereka ke kota Teng.
Nanang membuka pintu dan membiarkan Intan masuk terlebih dahulu. Dia tidak masuk sampai Intan duduk dengan benar.
"Apakah kamu sudah makan?" Tanya Intan.
''Belum.''
"Kalau begitu, ayo cari tempat makan ke tempat jajanan malam, ini sudah larut dan lebih mudah menemukan makanan di jajanan malam.
''Ya.'' Nanang tidak pilih pilih soal makanan.
__ADS_1
Keduanya menuju tempat jajanan malam, setelah memarkir mobilnya mereka kemudian masuk ke jajanan malam.
Jalanan sangat ramai dan penuh sesak, bagaimanapun sebagai kota industri yg berkembang pesat, malam hari di kota ini hampir tetap terlihat seramai siang hari. Karena ramai, banyak orang-orang tengah menikmati jajanan mereka disini.
Sepanjang jalan, banyak pria yg menatap Intan dengan merah. Intan terlalu cantik, banyak dari mereka ingin menghampiri Intan, tapi tatapan dingin Nanang segera menghentikan mereka.
Meskipun begitu, itu tak menghentikan sebagian orang untuk bersiul pada Intan, berusaha menggodanya.
Seorang pemuda tiba-tiba berteriak pada Intan, mengaku sebagai tuan muda dari keluarga kaya kelas satu di kota Teng, dia berkoar bahwa dia bisa memberikan kehidupan yg baik pada Intan. Uang, emas, perhiasan, apapun selagi Intan memenuhi kebutuhan s.e.k.s.u.a.l.n.y.a.
Intan merasa marah dan terhina mendengar kata-kata pemuda itu. Nanang juga sangat marah. Tidak ada pria yg akan merasa senang bila pacarnya dilecehkan secara s.e.k.sual oleh orang lain.
Oleh karena itu, begitu pemuda itu menyelesaikan kata-katanya, Nanang langsung menendang perutnya, membuat pemuda itu merunduk memegangi perutnya yg sakit. Nanang tidak berhenti, dia menggunakan tinju Superman pada wajah pemuda itu lalu menggunakan gerakan lariat untuk menyakiti leher pemuda itu.
Pemuda itu jatuh terbanting ketanah, dia terbatuk keras memegangi lehernya yg kesakitan. Nanang tidak berhenti, duduk diatas perutnya dan menghantam wajahnya hingga wajahnya membengkak terlalu parah seperti babi gemuk, bahkan orang tuanya pun tak kan bisa mengenalinya.
Orang-orang disekitar kagum karena keberanian Nanang menyerang pemuda itu, karakter pemuda itu memang sampah, tapi bagaimanapun pemuda itu masih berasal dari keluarga kuat di kota ini, tak ada orang yg berani menyinggungnya.
Pemuda itu adalah tuan muda dari keluarga Jonhsons, dia terkenal karena hasrat s.e.k.sualnya yg mengerikan dan tak pernah menghormati wanita. Dalam hal ini, tak ada orang-orang di samping yg menolongnya, mereka justru menikmatinya.
"Tuan Muda Johnsons !"
Dua pemuda yg datang bersama tuan muda Johnsons sangat ketakutan.
Jika sesuatu terjadi pada tuan muda Johnsons, keluarga Johnsons pasti akan menyalahkan mereka berdua, mereka berdua tidak berasal dari keluarga kuat seperti Johnsons.
"Beraninya kamu memukuli tuan muda Johnsons, keluarga Johnsons tak kan melepaskan mu !"
Nanang menatap kedua pemuda itu dengan dingin, kedua pemuda itu ketakutan. Memikirkan apa yg terjadi pada tuan muda Johnsons yg dipukuli hingga membengkak, mereka tidak lagi berani mengatakan kata apapun, takut mereka juga akan dipukuli.
"Inilah yg terjadi jika kamu berani mempermalukan gadisku !" Kata Nanang dengan dingin. Dia sama sekali tidak peduli dengan keluarga Johnsons. Setalah itu, memegang tangan Intan dan hendak pergi.
Melihat Nanang dan Intan akan pergi, kedua pemuda itu merasa cemas, jika Nanang pergi, maka keluarga Johnsons akan menyalahkan mereka dan mereka akan menerima hukuman berat dari keluarga Johnsons. Meskipun mereka takut pada Nanang, mereka harus menghentikannya.
" Kamu tidak bisa pergi !"
Nanang memicingkan matanya dan berkata dengan dingin:
"Apakah kamu ingin diperlakukan sama dengannya?!"
Kedua pemuda itu gemetar ketakutan, mereka tidak ingin mendapatkan perlakuan yg sama yg diterima tuan muda Johnsons. Tapi mereka lebih tidak mau menanggung kemarahan keluarga Johnsons.
"Kamu baru saja memukuli tuan muda Johnsons, jadi kamu tidak bisa pergi. kita harus memanggil polisi dan polisi akan menanganinya." kata salah satu pemuda.
"Menjauhlah dari jalanku atau kamu akan berbaring di tanah seperti dia." Kata Nanang sambil menunjuk tuan muda Johnsons yang terbaring lemah.
Nanang berjalan kedepan dan kedua pemuda itu ketakutan dan memberi Nanang dan Intan jalan. Mereka tidak berani menghalangi Nanang, jadi mereka membiarkan Nanang dan Intan pergi.
__ADS_1