CINCIN TANG

CINCIN TANG
38. Keheningan Kembali Terjadi


__ADS_3

"Kepala desa, bisakah kamu meminjamkan golok di rumahmu kepadaku? Aku akan memotong salah satu tangannya." Kata Nanang sambil menunjuk Pak Jang.


Pak Dedes terkejut.


Pak Jang, Pak Nafsun, Jajang, dan yang lainnya juga terkejut


....... Golok?


Pak Jang memandang pemuda yang ia anggap agak kejam. Saat ini dia mempertimbangkan kemungkinan mengambil kembali tanah dan rumahnya melalui kekerasan fisik. Bagaimanapun jika ia dan anaknya Jajang bersatu melawan Nanang yang hanya sendirian maka ia akan menang karena keunggulan jumlah orang.


Pak Jang juga memperhatikan Intan. Gadis Itu tampak kecil mungil dan lemah, selama dia bisa masuk ke rumah dan mengambil pisau atau sesuatu yang tajam untuk mengancam dan menyandra wanita muda itu, dia bisa mengancam Nanang dan mungkin dia bisa berhasil?


Nanang dan Intan memperhatikan tatapan Pak Jang dan menebak apa yang sedang dipikirkan Pak Jang melalui pandangan sekilas.


Intan tersenyum sinis, sementara Nanang tersenyum tipis dan misterius.


"Jika kamu benar ingin mengambil kembali rumah dan tanahmu dari saya melalui pertarungan, saya menyarankan anda untuk berpikir 1000 kali! Saya adalah pewaris dari grup Tang dan juga CEO dan founder dari grup Nang. Gadis cantik di belakang saya ini juga bukan gadis biasa, bukan sesuatu yang kecil sepertimu bisa singgung." Kata Nanang.


Intan juga menambahkan,


"Paman saya adalah Jenderal Besar di Negara Api ini. Sebagai keponakannya yang telah menjalani latihan militer, aku sangat pandai bertarung. Menurutmu, bagaimana saya dan brother Nanang berani datang kemari dari kota Tang dengan selamat meskipun membawa begitu banyak uang? Jangan coba-coba menguji kesabaran kami atau anda akan mati!"


Mendengar apa yang dikatakannya, Pak Jang merasa rencananya yang baru-baru ini tumbuh segera diinjak-injak kembali ke tanah.

__ADS_1


Dia berada di ujung jurang tetapi tidak bisa melakukan apapun untuk mengubah hasilnya.


Nanang tidak perlu repot-repot mempertimbangkan perasaan Pak Jang, ia kembali menegaskan,


"Ada dua cara yang bisa kamu pilih untuk dilalui hari ini. Kamu dapat mengakui bahwa kamu telah menyerahkan rumah dan tanahmu dan mengakui kekalahanmu dengan anggun. Atau


kamu dapat meninggalkan salah satu tangan atau lima jari dan saya pasti akan mengembalikan rumah dan tanah Anda. jika kamu berani memotong tangan mu sekarang juga, saya mungkin akan memberikan anda biaya perawatan gratis untuk tangan anda."


Semua orang terdiam, hanya ada keheningan dan keheningan.


Setelah beberapa detik keheningan, semua orang masih merasa bahwa ini...


"Kejam!"


"Ini begitu kejam!"


"Sebelumnya dia tampak seperti pemuda yang baik dan ramah, tapi siapa sangka ia sebenarnya begitu kejam!"


"Kamu benar! bukankah jika tuan muda itu mengambil tanah dan rumahnya di mana keluarga Jang Tua harus tinggal?"


"Keluarga Jang Tua bisa pergi ke laut, mungkin.."


"Hei..! Apa maksudmu pergi ke laut? Bukankah kamu juga kejam dengan mengatakan itu?"

__ADS_1


"Aku tidak serius!"


"Kawan, kamu harus tahu kapan waktunya bercanda!"


"Hei, menurut kalian kemana keluarga Jang akan pergi setelah ini?"


"Saya tidak tahu..."


"Saya tidak tempe.."


"Saya tidak tahu bahasa Inggrisnya adalah I have no idea!"


"Bukankah harusnya I don't know?"


"Sama saja artinya kawan..!"


"Lalu saya tidak tempe bahasa Inggrisnya apa?"


"Ok, ok, kalian bertiga berhenti! Berbicara dengan kalian seperti berbicara dengan ikan, tidak nyambung dan membuatku serasa bodoh!"


"Tuan Muda, kamu adalah orang kaya, sementara Pak Jang hanyalah penduduk miskin dari Desa Kabut yang miskin dan miskin, bisakah kamu membicarakan ini dengan Pak Jang secara damai?"


Nanang berteriak secara tiba-tiba,

__ADS_1


"Semuanya diam!!"


Keheningan kembali terjadi.


__ADS_2