
Intan terbangun dari mimpinya pada pukul 20.00 malam, wajahnya berkeringat, ia ingat adegan dalam mimpinya saat ia di lamar oleh pria botak berjubah.
Setelah melongo untuk beberapa menit, Intan turun dari kasur dan mandi.
Ada berbagai sabun mandi terkenal di kamar mandi mulai dari Lifebuoy, Nuvo, Giv, Claudia, Klinsday, Citra, Imperial leather, dll. Ada juga luluran seperti lulur Bali dan juga perlengkapan mandi lainnya. Semua ini di siapkan oleh pelayan yang di perintahkan oleh Nanang, karena tidak tahu merk yang biasa di pakai Intan, maka ia menyuruh pelayannya untuk membeli setiap sabun yang ada di supermarket.
Intan melepas pakaiannya, tubuh mulus terlihat di cermin besar di kamar mandi, tubuhnya tidak gemuk, agak kurus, tapi berisi pada tempat yang seharusnya berisi. Pinggang langsing dan panggul yang terlihat berisi semenarik paha gadis atletis yg terbuka, secara keseluruhan seksi dan terlihat proporsional layaknya model atau cheerleader.
Intan memandangi tubuh telanjangnya di cermin dan tersenyum mengagumi tubuhnya yg mantap dan mantap.
"Ehm, aku memang sangat cantik..." Gumam intan pelan pada dirinya sendiri.
Intan mandi dengan dengan teratur memulai dengan shampo lalu menyikat gigi, mencuci wajah, lalu luluran menggosok badannya dan membilas dengan air kemudian memakai sabun mandi pada tubuhnya lalu kembali membersihkan diri dengan air.
Selesai mandi Intan turun ke bawah, Nanang telah lama menunggunya di meja makan.
"Intan, ayo makan. Ini sudah jam 9 malam pasti kamu lapar."
Intan mengangguk,
"Ehm, ... Ayo makan."
Ada ayam goreng dan tempe goreng, ada udang dan oreg tempe kering di meja makan.
Untuk minuman ada Nutrisari, Teajus, Teh Pucuk, Minute Maid, jus terong Belanda, jus wortel dan es teh manis.
Melihat menu minuman yang tidak biasa Intan hanya mengerucutkan bibirnya.
"....."
__ADS_1
Ia ingin berbicara tapi ia juga merasa lucu dengan menu minuman yang banyak dan semuanya serba dingin. Intan menahan tawa dan memandang Brother Nanangnya, dia merasa Brother Nanangnya sangat imut dan imut sekali.
Nanang menaruh nasi di piring lalu meletakkan ayam goreng dan tempe goreng yang merupakan kesukaan Intan.
Intan menerimanya dengan dengan hati, ia mengunyah makanannya seperti marmut kecil, Nanang sangat senang melihat Intan makan, saat ia mengunyah dan terkadang pipinya mengembung sedikit ia pikir menurutnya Intannya imut dan imut.
Nanang mengupas udang dan memasukannya ke piring Intan, Intan dengan senang hati berterima kasih pada Nanang, ia memang menyukai udang, tapi terkadang hanya melewatkannya karena malas mengupas kulitnya.
Suasana makan sangat harmonis meskipun hanya Intan sendirian yang makan, Nanang sudah makan sebelumnya saat Intan tertidur.
Selesai makan malam, Intan berjalan ke ruang santai dan menonton drama televisi yang berjudul virus sang keturunan ketujuh.
Drama ini di sutradarai oleh Sutradara Reo, menceritakan kisah tentang anak yang di beri nama unik yaitu Virus.
Virus lahir tanpa orang tua yang merawatnya karena ayahnya tidak di ketahui sementara ibunya meninggal tidak lama setelah kelahirannya.
Nada dering dengan lagu Lathi tiba-tiba berdering.
"Everything has changed
It all happened for a reason
Down from the first stage
It isn't something that we fought for
Never wanted this kind of pain
Turn myself so cold and heartless
__ADS_1
But something you should know...."
Intan melihat bahwa ini adalah dari nomor yang ia tidak kenal. Setelah beberapa detik berpikir untuk mengangkatnya atau tidak, Intan memutuskan untuk menekan tombol jawab.
📱"Alola." Sapa Intan
📞"Alola, apakah ini Nona Intan? Saya Chu Feng." Tanya si Penelepon. Suaranya terdengar lembut
📱"Ya, Tuan Chu." Intan masih tidak mengenali siapa Chu Feng ini, tap ia masih melanjutka obrolan kecil di HP.
Nanang yang ada di sampingnya mendongak dan mendengarkan dengan .s.e.k.s.ama.
📞"Saya adalah kakaknya Chu Aining, Saya meminta no. anda dari bibi anda, saya ingin meminta maaf atas nama adik saya yang telah menginjak kaki anda di pesta ulah tahun sepupumu. Sungguh adikku tidak ada niat untuk menyakitimu ia benar-benar tidak sengaja. Saya sungguh-sungguh minta maaf atas namanya."
📱"Tidak apa-apa.. Aku tidak mempermasalahkannya, aku tahu ia melakukannya secara tidak sengaja."
📞"Aku ingin mentraktirku makan untuk permohonan maafku. Atau jika Nona butuh sesuatu, katakan padaku. Saya pasti akan melakukan apa yang saya bisa."
Chu Feng tidak memiliki niat lain, ia hanya ingin mengkompensasi kesalahan adiknya dengan benar.
Nanang yang ada di samping Intan langsung auto cemburu saat mendengar pria asing berani mengajak pacarnya untuk makan, bila ia ada di hadapannya maka ia pasti akan memberinya pelajaran dan pelajaran.
visual body Intan
*Alola \= Halo/Hai/Salam. sapaan resmi yang di gunakan penduduk di dunia novelku.
-------------- Jangan Lupa Tampol Like -------------------
__ADS_1