CINCIN TANG

CINCIN TANG
57. Hipnotis


__ADS_3

Sesuatu yang berkilau tiba-tiba muncul di jari telunjuk Intan. Saat kilau itu menghilang, sebuah cincin hitam dengan pola inskripsi tertentu pada pinggirnya muncul di jari telunjuk Intan.


Cincin itu mengeluarkan cahaya putih, dan cahaya putih itu menyebar mengerumuni tubuh Intan dan perlahan menyembuhkannya.


.......


Sementara itu, Nanang perlahan membuka matanya, Ia terluka, tapi itu hanya luka dangkal dan tidak ada yang serius.


Nanang duduk dan melihat sekeliling, ia menyadari bahwa ia ada di pinggiran hutan, ia tiba-tiba teringat! 'Intan!'


Ia bangkit dan berteriak, "Intan ..!"


"Intan! Di mana kamu?!"


"Intan, Intan, Intan ...!!"


Nanang berteriak, tapi tidak ada balasan suara Intan sama sekali.


Nanang panik, bagaimanapun ini adalah Dunia Lain. Dunia yang berbahaya!


Nanang berjalan sekeliling dan tiba-tiba melihat seorang anak kecil dengan rambut pendek. Anak kecil itu melihat ke arah Nanang dengan tersenyum, Lalu matanya berkilau cahaya merah.


Nanang yang melihat Kilauan cahaya itu tiba-tiba kehilangan akal sehatnya, ia telah terhipnotis.

__ADS_1


Gadis itu melambai padanya beberapa kali dan berkata dengan tertawa,


"Haha .. Kemarilah. Kemarilah. Kemarilah."


Suaranya lembut dan kecil, tapi serasa seram jika orang normal mendengarnya meskipun terdengar jelas suaranya di telinga.


Nanang seolah kehilangan jiwanya, ia berjalan ke arah anak kecil itu dan anak kecil itu berjalan melayang 10 cm dari tanah, berjalan menuju tebing jurang ..


_______________


Sementara itu, Intan tersadar dari pingsannya, ia melihat cincin di telunjuknya, dan memeriksa badannya. Ia tidak menemukan luka pada tubuhnya, bahkan bekas darah telah dari tubuhnya, sepertinya Cincin Tang telah menyelamatkannya.


Intan bangkit mencari Brother Nanangnya, dan tidak bisa menemukannya.


"Brother Nanang, di mana kamu ...?!"


Intan terus berjalan ke sekeliling terus mencari Brother Nanang.


Intan tidak bisa menemukannya, akhirnya ia memperluas area pencarian, saat Intan mulai kelelahan, ia memutuskan memanjat ke sebuah pohon tinggi yang lebih tinggi dari pohon lainnya.


Sekilas dari ketinggian pohon ia melihat Nanang dari kejauhan. Sepertinya Nanang berjalan ke arah tebing jurang. Intan Panik dan segera turun dari pohon dan berlari menyusul. Firasatnya mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi.


____________

__ADS_1


Nanang berjalan mengikuti anak kecil itu dan tiba di tebing jurang.


Anak kecil itu melayang 10 cm di atas tanah dan melayang ke tepi tebing dan terus melewatinya sebelum berhenti di udara kosong dan berbalik memanggil Nanang.


"Haha.. Kemarilah. Kemarilah. Kemarilah..."


Suaranya lembut, tapi ini suara anak kecil yang serasa menyeramkan dan menyeramkan.


Nanang berjalan melangkah ke pinggir tebing, dan terus melangkah ke udara dan akhirnya terjatuh karena tidak ada tanah untuk menyangga langkahnya.


Saat ia terjatuh kesadarannya kembali tapi itu sudah terlambat! Ia jatuh dan kemungkinan besar akan mati!


Saat Nanang berpikir ia akan mati, tiba-tiba tangan yang besar menarik tangannya dan menahannya untuk tidak jatuh. Tangan itu menariknya ke tepian tebing dan melepaskan Nanang di bebatuan pinggir tebing.


Nanang menatap sosok yang menyelamatkannya, itu adalah sosok pria berbadan besar berotot yang memakai topeng kelelawar.


"Terima kasih telah menyelamatkan saya." Kata Nanang dengan nada tulus.


Sosok topeng itu tidak membalas ucapan terima kasih Nanang, tapi ia terus memandang sosok anak kecil yang melayang di tengah jurang.


"Kamu lagi ...! Hihihi .." Kata Gadis Kecil itu menunjuk sosok pria besar bertopeng.


"Argh...!" Pria besar bertopeng itu berteriak. Tangannya mengeluarkan energi Yin membentuk asap putih di tangan kanannya.

__ADS_1


Ia terbang ke udara dan menyerang dengan tangan kanannya yang di lapisi asap putih. Saat pukulannya akan mengenai anak kecil itu, anak kecil itu menghilang ke kehampaan hanya meninggalkan suara cekikikan.


"Hihihi hihi .. "


__ADS_2