CINCIN TANG

CINCIN TANG
44. Nanang dan Intan, Momen Romantis


__ADS_3

"Pak Jin menanyainya tapi gadis itu hilang ingatan, Jin senang karena dengan begitu gadis tersebut tidak akan punya pilihan selain tinggal dan menjadi istrinya."


Nanang mengambil napas dalam lalu melanjutkan ceritanya pada Intan.


"Gadis itu setuju untuk menjadi istrinya, tak lama kemudian keduanya melangsungkan pernikahan mereka yang sederhana dan sederhana, hanya mengundang 8 tamu undangan saja."


"Di malam pernikahan mereka, mereka tidur bersama di ranjang yang sama."


"Hari berganti hari. Minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan. Keduanya hidup saling menghargai dan saling mencintai."


"Tahun berganti tahun, keduanya mulai merindukan kehadiran buah hati."


"Seribu tahun penantian, tapi pasangan ini tidak di karuniai anak satupun... keduanya sedih dan sedih."


"Dua ribu tahun usia pernikahan mereka, mereka sudah menerima kalau mereka berdua mandul. Keduanya tidak pernah membicarakan soal anak lagi."

__ADS_1


"Suatu hari Pak Jin pergi ke pasar menjual ayam Kate. Dalam perjalan pulang ia mampir di warung makan dan secara tidak sengaja mendengar percakapan orang yang duduk di meja sebelah. mereka membicarakan soal malam pertamanya dengan istri mereka."


"Pak Jin mendengar soal kata batang tegak, sempit, darah perawan, dan kata-kata erotis lainnya."


"Pak Jin awalnya tidak mengerti, setelah mendengarkan lama, ia memahami sedikit lalu pergi ke toko buku membeli buku kamasutra. Ia tercengang melihat gambar-gambar dan tatacara melakukan s.e.k.s yang baik dan benar."


"......!! Bagaikan di sambar petir! ternyata yang namanya tidur pasangan itu harus memasukan ke dalam itu dan baru bisa di sebut bersetubuh!"


"Pak Jin segera pulang ke rumah dan menceritakan masalahnya pada Bu Jin. Keduanya paham kenapa mereka masih tidak di karuniai anak...! Alasannya sederhana, karena mereka hanya tidur bersama di ranjang dan hanya tidur tanpa melakukan penyatuan tubuh!!"


"Keduanya mempelajari s.e.k.s dari buku kamasutra dan malamnya memiliki malam pertama yang sesungguhnya. Ini juga yang pertama kalinya dalam 2.000 tahun usia pernikahan mereka. Bu Jin akhirnya tidak perawan lagi .."


"Yah, baru bisa memiliki malam pertama setelah 2.000 tahun..."


"Keduanya lalu di karuniai anak kembar yang di beri nama Sari dan Ayu, mereka berdua kelak kedepannya akan di kenal di dunia persilatan sebagai si Kembar Bunga Beracun Sari Ayu Martha tilaaaaa.ar."

__ADS_1


"Pak Jin dan Bu Jin beserta kedua anaknya Sari dan Ayu akhirnya hidup sebagai keluarga yang berbahagia sampai mereka tua, dan mati dengan damai..."


Nanang mengakhiri ceritanya, ia melirik Intan yang tertidur pulas. Nanang merapikan selimut Intan, dan terus menatap Intan selama beberapa menit.


Nanang berbalik dan melangkah pergi, saat ia akan tiba di pintu kamar, ia berhenti dan berbalik melangkah mendekati Intan.


Ia meraih pipi Intan, mengusap pipinya dengan halus dengan telapak tangannya.


Nanang mendekati Intan dan mencium keningnya. Ia memandangi Intan dan merasa terangsang melihat Intan yang tidur tanpa kewaspadaan di depannya.


Ia kembali mendekatkan wajahnya dan hendak mencium Intan, tapi berhenti saat bibirnya akan menempel.


Nanang berhasil mengendalikan diri, ia hanya kembali mencium pipi Intan lalu pergi keluar dari kamar membiarkan Intan tertidur tanpa gangguan.


Tepat setalah Nanang keluar dari kamarnya, Intan membuka matanya dan tersenyum seperti orang bodoh.

__ADS_1


Intan memejamkan matanya dan tidur dengan tersenyum. Kali ini di mimpinya ia menikah dengan brother Nanangnya.


__ADS_2