
Intan melihat sekelompok penduduk Desa Kabut yang menjengkelkan ini bersukacita dengan bodoh, dan ia hanya menganggapnya lucu dan lucu.
Intan tidak sabar untuk menyaksikan adegan yang lebih lucu lagi. Yaitu Saat penjudi yang bernama Jang ini kalah taruhan dan kehilangan semua uang dan rumahnya.
Pak Jang yang merupakan seorang penjudi yang tidak tahu cara berhenti ketika dia telah memenangkan banyak.
Harinya akan tiba ketika dia akan jatuh diluar kemampuan dia sendiri untuk menyelamatkan dirinya.
Itu hanya masalah waktu.
Dan ini adalah saat yang tepat untuk membuat Pak Jang hancur, saat dia kalah, pasti anak dan menantunya akan menyalahkannya.
Kehilangan harta yg sudah di dapat dan mendapat cemooh dari para warga dan juga kebencian yang akan ia terima dari keluarganya atas kehilangan rumah mereka.. Intan menantikannya dengan semangat! Orang seperti Pak Jang yang telah menjual putri-putrinya dan juga senang berjudi dan memukuli putrinya saat mabuk dan kalah judi benar-benar layak di beri obat jera!
....
Pak Jang mengawasi kumpulan uang cek senilai lebih dari 100 miliar belly di meja dan bertanya pada Nanang seperti biasa.
"Siapa yang mengocok dadu terlebih dahulu kali ini ?"
"Saya duluan." Jawab Nanang.
Seperti biasa Nanang mengocok dadu terlebih dahulu. Pak Jang menyukai bagaimana Nanang Itu tampak tidak mengerti dan tersenyum lebar seolah-olah orang bodoh.
Setiap kali Nanang memulai pertama kali setiap kali juga ia selalu kalah.
Kali ini pasti Nanang juga akan mendapatkan nomor kecil seperti 5, 6, 7. dan tidak akan lebih dari angka 7.
__ADS_1
Pak Jang memperhatikan Nanang dengan gembira saat dia mengocok cangkir dadu. Suasana hatinya santai karena ia yakin ia akan menang lagi.
Pak Jang tersenyum lebar, tidak terlihat seperti pria yang sedang mempertaruhkan semua kekayaannya. Dia bahkan sudah mulai merencanakan apa yang akan dia beli dengan uang lebih dari 100 miliar belly jika dia menang. Ia membayangkan akan membeli rumah yang besar, pakaian yang bagus, kasur yang nyaman, dan juga membeli kendaraan mewah dan memamerkannya kepada setiap orang yang ia temui. Ia juga akan memindahkan seluruh keluarganya ke kota Beijingtang yg juga merupakan Ibukota Negara Api.
Tunggu dulu!
Tampaknya Tuan Muda Nanang yang ada di hadapannya masih memiliki banyak uang di tangannya.
Haruskah ia menyuruhnya bertaruh beberapa ronde lagi?
Kemudian memenangkan setiap uang terakhir darinya!
Pada saat itu, ia akan memiliki beberapa ratus miliar belly lagi!
Dengan begitu, ia dan keluarganya tanpa ragu akan di definisikan sebagai orang kaya dan kaya. Dan ia akan menikmati hidupnya seumur hidupnya tanpa perlu bekerja!!
Saat Pak Jang memikirkan semua omong kosong di pikirannya. Nanang yang duduk di seberangnya telah meletakkan cangkir Dadu.
Nanang bertanya, "Aku akan membukanya atau haruskah anda yang mau membukanya?"
Intan yang menonton, berpikir sebentar. khawatir Pak Tua Jang tidak akan tahan dengan kejutan mental nanti saat dia kalah, Intan segera menyerukan pendapatnya.
"Kenapa tidak Kepala Desa saja yang membukanya?"
Namun, Intan segera di interupsi oleh Pak Tua Jang.
"Tidak, tidak perlu, aku yang akan membukanya. Saya ingin membukanya." Pak Tua Jang bersikeras.
__ADS_1
Pak Jang tidak sabar untuk segera membuka cangkir dadu dan melihat angkanya, dia ingin secepatnya memenangkan uang taruhan yang lebih dari 100 miliar belly.
Nanang tidak keberatan lalu ia berkata,
"Buka saja."
"Pasti Titi angka pada tiga dadu adalah 1, 2, atau 3. Total angka tidak akan melebihi dari 7." Gumam Pak Jang sambil membuka cangkir dadu.
Pak Jang sama sekali tidak memperkirakan kemungkinan ia akan kalah. Oleh karena itu, dia sama sekali tidak siap secara mental.
itu karena dia berasumsi bahwa Nanang akan mendapatkan angka kecil lagi seperti sebelumnya.
Jajang anaknya, putrinya, menantu perempuannya dan semua warga yang menonton di samping menjulurkan leher mereka untuk melihat jumlah titik pada dadu.
Udara sepertinya telah membeku saat itu.
Waktu serasa berhenti. 1 detik terasa seperti satu abad.
Setelah beberapa detik, cangkir dadu di buka dan terlihatlah jumlah titik pada ketiga Dadu yang akan di totalkan jumlah titiknya lalu di dapat angkanya.
Setelah beberapa detik, baru kemudian seseorang mengeluarkan suara dengan kejutan.
"Hah?"
"Kali ini bukan angka 5, 6, atau 7. Ini bukan angka rendah!"
"Berapa angka totalnya?"
__ADS_1