
Intan menarik tangannya dan melepaskan tangan Daniel yang memegang lengannya.
Ia mundur dan melihat wajah Daniel, ekspresi Intan menjadi jelek, 'Kenapa pria bajingan ini ada di sini? Lalu untuk apa ia menyapaku? Bukankah kami seharusnya bermusuhan??'
"Maaf, kamu salah orang, aku bukan Intan, namaku Bunasih Asih."
Daniel memiringkan kepalanya dan bertanya.
"Kamu bukan? Karena kamu bukan Intan, kenapa kamu tidak ikut denganku minum di Tea House..?" Ajak Daniel. Ia mengikuti permainan Intan yang berakting konyol.
"Kenapa aku harus ikut dengan orang asing?" Tanya Intan.
"Karena aku ingin kita saling mengenal."
Intan menjulurkan lidahnya sesaat lalu menariknya kembali.
"Aku tidak berkenalan dengan pria jelek.. maaf." Kata Intan.
"Karena aku jelek, dan nona juga jelek, kenapa kita tidak langsung menikah saja?"
Intan tercengang beberapa detik, menatap Daniel dengan dengan mata berkedip-kedip, lalu mundur kebelakang, menatap Daniel seakan bertanya 'what the hell?!'
"Aku sudah punya pacar!"
Daniel maju selangkah, tapi Intan mundur selangkah, terus di ulang maju mundur sampai 3 kali sebelum keduanya akhirnya berhenti bergerak.
__ADS_1
"Siapa pacarmu? Jika pacarmu hanya pria lemah, aku aka menculikmu."
"Pacarku tampan dan kaya."
"Aku juga kaya dan tampan."
"Kamu tidak setampan pacarku! Juga Pacarku adalah CEO Nang Grup! Kamu tidak layak bersaing dengannya!"
"Oh, setahuku CEO Nang Grup sudah punya pacar yang namanya Intan. Karena kamu bukan Intan, kenapa kamu berpura-pura menjadi Intan? Itu berarti kamu masih sendirian."
"Baiklah, hentikan sandiwara. Aku Intan, ada apa kamu tiba-tiba mendatangiku? Apakah kamu ingin berkelahi denganku?"
Daniel mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahu
"Hei, aku tidak ingin mengajakmu berkelahi."
?????!
"Hah? Apa maksud kata-katamu? Berkencan? Pergilah!"
"Ya. Berkencan. Aku akan memberimu uang jika kamu mau berkencan denganku."
"Apakah kamu memiliki kelainan seperti kegilaan? Baru 11 hari yang lalu di Kota Teng aku dan kamu hampir saling membunuh dengan pistol, dan sekarang kamu mengajakku berkencan?? Juga, Aku sudah punya pacar!"
"Tidak. Aku tidak gila."
__ADS_1
"Lalu maksud 'berkencan' itu apa??"
"Ya... Kencan seperti biasa."
"Kenapa kamu mengajakku berkencan?"
"Uh, kenapa ya... Karena kamu manis dan manis."
Mata Intan berkedip beberapa kali.
"Siapa yang manis? Ehm, aku memang manis." Intan mengakui dirinya manis, "Tapi maaf, aku tidak bisa berkencan denganmu. Karena aku sudah memiliki orang lain di hatiku."
"Apakah, kamu sudah makan? Ayo kita makan." Kata Daniel mengabaikan kata-kata Intan.
Daniel meraih lengan Intan, tapi Intan langsung melemparkan tangannya ke samping, lalu ia berlari meninggalkan Daniel sendirian.
Daniel berdiri mematung ia terus menatap Intan yang sedang berlari menjauhinya. Entah apa yang sedang di pikirkannya.
Intan terus berlari, setelah agak jauh dia melihat kebelakang dan menyadari Daniel tidak mengejarnya.
"Huh... "
Intan merasa lega. Intan memutuskan segera mencari taksi dan pulang ke rumah.
___________
__ADS_1
Intan berada di dalam taksi, selama perjalanan ia pikir perjalanannya menyenangkan sampai tiba-tiba orang yang tidak di undang datang mengganggunya.
'Apa yang sedang di rencanakan pria itu? Apakah dia belum melepaskan masalah yang terjadi di kasino? Apa dia datang untuk membalas? Pria itu memilki pola pikir yang nekat, dia berbahaya, aku harus menjauh dari Daniel! Aku rasa aku perlu memberitahu Brother Nanang, bisa jadi ia datang ke Kota Tang untuk mencari Brother Nanang dan menyerangnya.'