CINCIN TANG

CINCIN TANG
58. Misteri Intan


__ADS_3

Ia terbang ke udara dan menyerang dengan tangan kanannya yang di lapisi asap putih. Saat pukulannya akan mengenai anak kecil itu, anak kecil itu menghilang ke kehampaan hanya meninggalkan suara cekikikan.


"Hihihi hihi .. "


Setelah anak kecil itu menghilang, pria berbadan besar itu terbang dan mendarat di sisi Nanang, ia berkata:


"Kamu tidak sehari ada di sini. Ini bukan tempat untuk manusia tinggali."


Saat Pria besar itu akan berkata lagi, teriakan Intan terdengar.


"Brother Nanang!!"


"Kau menjauh dari Brother Nanang!" Teriak Intan.


Intan bergegas berlari ke arah Pria besar itu dan meninju wajahnya, tapi Pria itu berhasil mengelak ke samping. Intan lalu menendang dengan tendangan memutar tapi Pria itu mengelak dan terbang mundur ke belakang sambil posisinya tetap menatap Intan. Lalu matanya fokus pada cincin di jari Intan.


"Cincin Tang ..! Kamu keturunan Tang San rupanya ..! Cincin sialan yang di benci oleh para hantu.. Kalian sepertinya tidak membutuhkan pertolonganku. Hati-hatilah dengan hantu Gadis Kecil, ia adalah jiwa yang paling jahat! Ia yang menyesatkan kalian ke dunia ini dan pasti akan memburu kalian hingga kalian mati."


Mengatakan itu, pria besar itu menghilang ke kehampaan tanpa jejak.


Intan merasa tidak nyaman, bergumam dalam hati, 'Ia mengetahui cincin tang keluargaku..'

__ADS_1


Sementara itu, Nanang mengernyitkan keningnya, memikirkan apa yang baru saja di katakan penolongnya.


"Intan.. Syukurlah engkau baik-baik saja." Kata Nanang sambil menghela nafas.


"Brother Nanang, akhirnya aku menemukanmu."


Kata Intan dengan emosional.


Intan lalu memeluk Nanang dengan erat, ia sangat khawatir saat bangun Nanang tidak ada di sisinya. Terlebih ini di Dunia Lain dan ada terlalu banyak jenis bahaya!


Nanang menepuk punggung Intan, berusaha menenangkannya.


Setelah Intan tenang, barulah Intan melepaskan pelukannya dari Brother Nanangnya.


"Ia adalah penolongku. Aku di hipnotis oleh hantu anak kecil, aku menuruti semua perkataan dan perintahnya. Mengikutinya ke jurang ini dan menyuruhku untuk terjun ke jurang ini. Aku mengikuti perkataannya dan melangkah terjatuh ke jurang. Beruntung aku di tolong oleh Hantu pria tadi.. Jika tidak, aku pasti sudah menjadi mayat!" Nanang menceritakan kisahnya.


Intan mengangguk, Ia menyadari ternyata ia telah salah faham.


Memang Kakek buyutnya dulu pernah berkata bahwa tidak semua hantu itu jahat meskipun mereka biasanya jahat dan jahat.


"Aku sudah salah faham padanya. Aku rasa aku harus meminta maaf padanya nanti jika bertemu lagi." Kata Intan dengan nada sedikit menyesal.

__ADS_1


Intan bertukar kata dengan Nanang dan akhirnya keduanya memutuskan untuk terus berjalan mencari cara untuk bisa kembali ke dunianya Planet Bumi, Negara Api.


Saat mereka melangkah pergi, suara Hantu Pria berbadan besar terdengar oleh keduanya.


"Pergilah ke arah barat, di sana adalah portal untuk kembali."


Nanang dan Intan menghentikan langkahnya mencoba melihat sekeliling dan mencari hantu itu, tapi tidak bisa menemukannya.


"Terimakasih sudah menolongku, terimakasih petunjuknya!" Kata Nanang.


"Terimakasih dan maaf aku menyerangmu sebelumnya." Kata Intan.


Tidak ada balasan, setelah menunggu sesaat, keduanya pergi ke arah barat sesuai petunjuk yang di berikan hantu itu.


Keduanya berjalan dan terus berjalan, perut keduanya keroncongan menahan lapar.


Nanang dan Intan akhirnya beristirahat, Intan memasukan tangan kanannya ke tasnya dan mengeluarkan roti dan botol air lalu memberikannya pada Nanang.


"Intan, kamu memiliki membawa makanan di tasmu?"


"Ya."

__ADS_1


Intan lalu memasukan tangan kanannya ke dalam tasnya dan mengeluarkan ayam goreng.


Nanang menerima ayam goreng dari Intan, tapi ia mengernyit karena ayam gorengnya masih agak panas. Ia menatap Intan dan ingin bertanya, 'Bagaimana mungkin ayam gorengnya seperti batu saja di goreng sementara mereka seharian terjebak di Dunia Lain?' Tapi pada akhirnya Nanang tidak bertanya. Ia hanya berpikir bahwa Intannya akan mengatakan padanya saat waktunya tepat. Bagaimanapun ini adalah rahasia Intan, dan ia tidak mau memaksa kekasih kecilnya.


__ADS_2