
Begitu saja, Intan menikmati hari-harinya dengan bahagia bersama keluarganya. Di tambah hubungannya dengan brother Nanang juga mendapat restu dari kedua keluarga.
Beberapa hari kemudian.
Hari ini adalah hari Intan akan menikmati makan malam romantis dengan dengan Nanang.
Nanang datang mengendarai mobil merek Bubun. Mobil merek Bubun pada awalnya bernama Ferrari, setelah perusahaan yang di dirikan Nanang yaitu Nang Grup membeli perusahaan terkait, Nanang mengganti nama Ferrari dengan Bubun Embun yang kemudian sering di singkat menjadi Bubun oleh orang-orang.
Nanang turun dari mobil Bubun-nya masuk dan menyapa keluarga Intan.
"Nanang, kamu harus menjaga Intan dengan baik." Kata Ibu Intan Ibu Nur.
"Baik bu." Kata Nanang.
"Jangan pulang terlalu larut, tidur kemalaman terlalu tidak baik untuk kesehatan mata dan tubuh." Kata Ayah Intan Pak Haris.
"Kami tidak akan pulang melebihi jam 10 Yah." Kata Nanang.
"Kalau kamu berani menggertak cucuku, aku akan datang ke keluarga Rubyan untuk meminta keadilan."
"Aku tak berani menggertak Intan kakek, aku tak pernah menang melawannya." Kata Nanang.
Akhirnya setelah menghabiskan waktu sebentar untuk berbicara dengan keluarga Intan, Nanang akhirnya bisa menculik Intan keluar.
Di dalam mobil Bubun, Nanang memulai obrolan dengan Intan.
__ADS_1
"Oh, ya, Intan, kamu sudah lulus kuliah di Negara Tehjavan, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?"
"Aku belum memutuskan. Tapi Ayahku memintaku untuk mengambil alih salah satu anak perusahaan yang di miliki keluarga kami." Jawab Intan.
"Lalu bagaimana kamu menjawabnya?"
"Aku bilang aku hanya mempertimbangkannya terlebih dahulu."
"Apakah ada sesuatu yang ingin kaulakukan?" Tanya Nanang.
"Ada! Bagaiman menurutmu kalau aku menjadi model iklan?" Tanya Intan sambil menatap Nanang yang menyetir di sampingnya.
"Bintang iklan..." Nanang tiba-tiba mengernyitkan keningnya lalu berkata,
"Iklan produk mobil Bubun Embun milikmu dan iklan k.o.n.d.o.m s.u.tra." Jawab Intan dengan nada bermain main, mengangkat alisnya dan memandang Nanang seolah meminta persetujuannya.
Nanang langsung marah, ia langsung mengerem mendadak dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Nanang menatap Intan.
"Tidak boleh! Kamu tidak boleh jadi model iklan .k.o.n.d.o.m.! Itu memalukan.."
Nanang terbatuk dan memberikan sarannya.
"Ehm, sebenarnya perusahaanku selain memproduksi mobil merk Bubun, saat ini sedang memproduksi motor merk Noer & Nurs. Kamu bisa menjadi model iklan untuk kedua item tersebut dan aku janji akan menjadikanmu bintang iklan termahal di Negara Api."
__ADS_1
Intan tertawa cekikikan, dia merasa over protective-nya Nanang sangat lucu.
"Hahaha haha ...! Zehahaha hahaha ...!"
Setelah Intan berhenti tertawa, ia mencubit kedua pipi Nanang dengan kedua tangannya, sambil mencubit ia berkata:
"Aku berubah pikiran, aku tak ingin jadi bintang iklan untuk produk tersebut. Aku ingin menjadi bintang iklan untuk sabun mandi."
Nanang tertegun sejenak, lalu bertanya Intan.
"Apakah kamu serius?"
"Tidak."
"Menjadi bintang iklan sabun akan memperlihatkan kulit tubuhmu yang putih dan putih jadi ... Tunggu, kamu bilang tidak?!"
"Ya, aku hanya ingin sedikit menggodamu haha .."
"Intan, kamu membuat jantungku berhenti berdetak. Kamu harus di hukum."
"Apa hukumanya?" Tanya Intan sambil mengedipkan mata kanannya.
"Kita akan bahas nanti di lain hari." Jawab Nanang dengan senyum tipis namun serasa jahat.
Nanang kembali mengemudikan mobilnya lalu tiba di restoran terkenal di kota Tang.
__ADS_1