CINCIN TANG

CINCIN TANG
5. Konfrontasi Langsung Dengan Wanita 40-han


__ADS_3

Orang yg dipukuli Nanang bernama Herman Johnsons yg merupakan tuan muda kedua dari keluarga Johnsons. Dia memiliki seorang kakak lelaki yg bernama An En Johnsons orang yg kejam dan kejam namun sangat menyayanginya.


Begitu kakaknya mendengar hal yg terjadi pada adiknya dia sangat murka! dia langsung datang ke TKP dan langsung memeriksa kamera pengintai disekitar, memeriksa identitas orang yang menyerang adiknya.


Tak lama kemudian, dia melihat penampilan Nanang dan Intan lalu segera menyuruh seseorang untuk menguntit mereka.


.....


Intan dan Nanang makan di sebuah warung makan yg menjual berbagai menu ayam goreng. Setelah makan dan membayar, mereka hendak pergi mencari penginapan untuk istirahat.


Namun, tepat setelah mereka keluar dari warung makan, mereka dihentikan oleh sekelompok pria agresif yg mengepung mereka. Tanpa diragukan lagi, mereka pasti dikirim oleh keluarga Johnsons.


Orang-orang ini tampak agresif dan terlihat seperti para petarung yg baik. Jelas keluarga Johnsons tidak menganggap enteng mereka.


"Huhh....!" Intan tidak bisa membantu tapi mendengus kesal. Dia tidak bisa membantu tapi berpikir bahwa masalah selalu menemukannya. Dia bukan gadis agresif juga tidak suka menimbulkan masalah. Tapi dia juga tidak akan berdiri diam jika seseorang menemukannya masalah, untunglah dia menguasai seni gulat, kalau tidak dia akan diintimidasi berkali-kali.


Semua orang yg lewat menjauh takut kalau mereka akan terseret dalam kekacauan dan berakhir terluka.


Beberapa orang berusaha memanggil polisi, tapi polisi menolak datang demi keluarga Johnsons. Penonton khawatir kalau mereka akan dipukuli, terutama Intan yg merupakan seorang kecantikan langka.


Saat mereka bergerak mengelilingi, Nanang dan Intan juga bergerak menyerang. Intan mengangkat kakinya dan menendang salah satu pria hingga terjatuh ketanah dan menghindari tinju yg diarahkan penyerang lainnya padanya dengan menyingkir kesamping lalu menyerang dengan tendangan kaki kanan yg langsung mengenai perut lawan yg menyebabkan lawan meraung kesakitan.


Sementara itu Nanang segera menangkap pria yg berlari kearahnya dan membantingnya ke tanah menggunakan gerakan spine Buster yg membuat pria itu langsung pingsan. Dua pria lain maju kedepan berusaha menyerangnya tapi Nanang menghindarinya dan menangkap kedua leher penyerang menggunakan gerakan choke slam dengan masing-masing tangannya mencekiknya lalu mengangkat dan membanting keduanya ketanah, kedua pria yg dibanting pun langsung tak sadarkan diri.


Pertarungan berlanjut dan Intan melompat tunggi mengait musuh dengan kedua kakinya menggunakan gerakan hurricane dan melempar musuhnya ketanah dengan kedua kakinya, dia lalu menggunakan tendangan samping yg cantik dan elegan mengenai wajah musuh yang kembali mengirim terbang musuhnya.


Pertarungan benar-benar tak berimbang, lawan-lawannya dipukuli dengan kejam sementara Nanang dan Intan baik-baik saja.


Ini adalah pemukulan satu sisi. Tak lama kemudian mereka semua terbaring di tanah tak sadarkan diri.

__ADS_1


Penonton terkejut, mereka tidak berharap orang yg akan dipukuli menjadi sekelompok pria agresif itu. Baik Nanang dan Intan keduanya jauh lebih baik daripada sekumpulan preman itu.


"Aku tidak punya niat untuk melawan keluarga Johnsons, tapi aku juga tidak akan bersikap ramah pada musuh. Jika Johnsons masih mengirimkan orang-orangnya, aku tidak segan meratakan rumah Johnsons menjadi puingan debu !" Kata Nanang dengan nada dingin.


Ini bukan hanya ancaman isapan jempol, bagaimanapun sebagai CEO dari grup Nang, dia memiliki pengaruh di berbagai kota termasuk kota Teng, keluarganya juga merupakan keluarga generasi kedua yg super kaya yg memiliki pengaruh di bidang politik dan bisnis skala nasional. baginya keluarga Johnsons yg hanya memiliki pengaruh di kota Teng hanya kotoran semut.


Nanang meraih tangan Intan dan pergi. Salah satu pengamat yg merupakan anak buah An En Johnsons segera menelepon dan melaporkan hasilnya pada An En.


An En Johnsons tercengang mendengar laporan anak buahnya, dia percaya bahwa kedua orang itu bukan pengunjung biasa. Jika Nanang dan Intan hanya pengunjung biasa, Meraka tak kan pandai bertarung dan berani mengancam.


Memikirkan hal itu, An En Johnsons ragu-ragu. Meskipun dia tidak senang dengan hasilnya, dia tahu dia tidak seharusnya menimbulkan masalah bagi keluarganya. Bagaimanapun dia harus mempelajari informasi terlebih dahulu. Jika Nanang dan Intan berasal dari keluarga kuat, dia hanya bisa melupakan masalah tapi jika mereka hanya orang biasa, dia hanya akan menyingkirkan mereka dengan menyewa pembunuh bayaran.


******


Nanang dan Intan check in di sebuah hotel, mereka masih memiliki kesadaran moral jadi mereka tidur di kamar yg berbeda.


keesokan paginya Intan dan Nanang bangun jam 8, mereka sebenarnya telah bangun pagi sekali hanya menolak bangun karena mall di kota Teng tidak buka sampai jam 9.


Karena ini hari Minggu, jam 9 mall sudah ramai oleh pengunjung. Pakaian wanita ada di lantai dua, jadi Intan dan Nanang langsung menuju lantai dua.


Mall ini sangat besar, membuat Intan dan Nanang kebingungan untuk mencari tetapi harus mencari.


Intan pertama-tama melihat sekeliling dan akhirnya menemukan toko pakaian yg terlihat baik dan sesuai seleranya, jadi dia masuk.


Intan memperhatikan harga pakaian di toko ini sangat mahal, tapi untuk Intan yg merupakan generasi ketiga dari keluarga kaya, harga itu hanya sepotong debu.


"Alola, Nona .." Seorang pramuniaga menghampiri dan menyapa Intan.


"Nona, jika anda menyukainya, jangan ragu untuk mencobanya."

__ADS_1


''Aku ingin melihat pakaian yg cocok untuk wanita di usia empat puluhan.'' kata Intan.


"Nona muda, silahkan ikut saya." Mengatakan, pramuniaga membawa Intan ke sebuah distrik di ikuti oleh Nanang.


"Aku tidak tahu ciri-ciri orang yang akan dihadiahi oleh nona."


''Dia sedikit kurus sepertiku, dan tingginya juga sama sepertiku.':


Kemudian, pramuniaga mengambil sepotong gaun dan bertanya pada Intan:


"Nona muda, bagaimana pendapat nona tentang ini?"


''Yah, itu terlihat bagus.''


Intan melihat dengan matanya memeriksa gaun yg dibawa, menyentuhnya dan merasa bahannya lembut dan nyaman, ini cocok untuk ibunya.


Tapi siapa tahu, gaunnya tiba-tiba disambar dari tangannya oleh orang lain.


"Gaun ini bagus, aku akan mencobanya."


Itu adalah seorang wanita berusia 40-han, dia tidak cantik tapi berpakaian sangat mahal.


Seseorang yg merebut pakaian orang lain benar-benar sangat kasar, Intan tidak bisa berkata-kata, kenapa masalah selalu menghampirinya?


Wajah Intan menggelap, dan segera berteriak: ''Kembalikan !!''


Jika ada orang mengambil sesuatu dari tangannya, apakah dia berpikir dia begitu mudah diganggu? Ada beberapa hal yang Intan tidak pedulikan dan bisa ia tanggung, tapi ada beberapa hal yg ia tidak akan mundur.


Tapi wanita 40-han itu sama sekali mengabaikan teriakan Intan, seolah mengabaikannya seperti udara kosong.

__ADS_1


Intan melihatnya dan mengerutkan kening, alisnya berkerut dan berkedip tak menyenangkan. Langkah cepat dan segera pergi mengahadapi wanita itu.


*Alola \= Halo/hai/salam


__ADS_2