CINCIN TANG

CINCIN TANG
49. Panik Di Jalan


__ADS_3

Nanang dan Intan mengobrol selama menunggu hidangan menu ikan.


"Brother Nanang, kurasa aku akan terjun ke dunia bisnis mengikuti jejak ayahku. Tapi aku tak kan menerima posisi yang di tawarkan ayahku di perusahaan keluarga. Aku akan membuat usahaku sendiri."


"Itu bagus Intan, aku siap menjadi gurumu."


"Kamu berbicara terlalu pede!"


Nanang menjelaskan pada Intan soal cara mendirikan perusahaan apa itu perbedaan antara PT dan CV, cara mengelola keuangan yang baik dan benar, cara melakukan penawaran, cara mengekspor dan mengimpor barang, dll.


"Kamu berbicara dengan sangat baik. penjelasan mu ringkas, simpel, mudah di mengerti. Kamu bisa menjadi guru yang baik."


"Bukankah aku sekarang seorang guru? Sayangnya seseorang bahkan tidak mau memanggilku guru."


Nanang hanya mengatakannya dengan santai, tapi Intan berdiri dan membungkuk pada Nanang dan memanggilnya guru.


"Ya Guru..."


Nanang mendongak menatap Intan. Tatapannya mengatakan 'jelaskan padaku'


Intan tersenyum dan berkata:


"Kamu mengajariku dengan baik dan baik. Hanya tepat bagiku untuk memanggilmu guru."

__ADS_1


Mereka terus asyik mengobrol sebelum tiba-tiba berhenti karena koki utama datang dengan sepanci ikan.


"Cobalah ikan sakura dan ikan teratai yang saya buat. Bukan hanya bebas tulang, rasanya juga gurih, manis, dan pedas. Ini hidangan favorit para pelanggan di sini." Kata chef.


Nanang mengambil sepotong ikan dengan sumpitnya dan meletakkannya di piring Intan.


Ikan tersebut di ambil dari danau buatan sesaat sebelumnya, jadi ikannya segar dan rasanya lebih alami. Tulang ikannya telah di buang, dan di masak dengan baik oleh koki yang luar biasa. Menjadikan ikannya serasa enak, gurih, bebas bau amis, dan baunya harum menggugah selera.


Intan mencobanya dan matanya berbinar, ia mengakui masakan ikan ini rasanya enak dan enak.


"Lezat!" Kata Intan.


"Kalau kamu menyukainya, aku akan membawa kokinya dan menyuruhnya menjadi koki pribadi di keluargamu."


Keduanya tak melanjutkan obrolan, keduanya makan sampai kenyang dengan damai.


Setelah makan dan beristirahat sejenak, keduanya pergi mengendarai mobil Bubun kembali ke tempat kakek Tang.


Keduanya sesekali mengobrol sepanjang jalan, karena terus mengobrol, keduanya merasa haus. Nanang menghentikan mobilnya di pinggir warung di jalanan membeli dua botol Aqua. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan.


Tepat setelah mobil melaju perlahan, Intan melirik kebelakang dan tertegun kaget!


''Eh, kenapa tidak ada?!!''

__ADS_1


Nanang tersentak dengan suara Intan yg meninggi, dia menoleh ke Intan dan bertanya:


"Apanya yg tidak ada?!"


''Warungnya, kok, hilang?!':


"Hilang... ?!" Nanang pun melirik ke belakang dan langsung kaget.


"Astaga... ?!! Warungnya tidak ada, menghilang?!! Tempat di belakang jadi gelap gulita, tadi saya beli minuman dari warung mana Tan?"


''Warung... warung hantu, mungkin ?!''


Seketika itu juga tubuh Nanang dan Intan bergidik merinding, jantung serasa berdebar-debar menahan ketegangan. Nanang shock sesaat, dan keheningan tercipta diantara mereka berdua.


''Brother Nanang, botol Aqua yg tadi di beli juga hilang... ''


"Hahh... ?!" Nanang kaget sekali lagi, dan benar saja botol Aqua yg baru saja ia beli menghilang..


''Aku ingat pernah mendengar cerita horor soal hantu warung di jalan pinggiran kota Tang dari radio Horor FM. Katanya orang yg berhenti dan membeli sesuatu dari warung tersebut akan menemui ajalnya jika dia sendirian, tapi jika dia berdua, dia dan temannya akan selamat dan tidak akan diganggu atau di hantui. Untungnya kita berkendara bersama, jadi kita akan aman pastinya.'' Kata Intan.


"Ya, aku juga pernah mendengarnya. Konon yang disebut 'hantu warung Jalan pinggiran Kota Tang' menghargai persahabatan sehingga dia akan membiarkan tetap hidup, tapi hantu warung merasa tertekan melihat orang yg kesepian, jadi dia akan membunuh orang yg sendirian."


Nanang memacu mobilnya lebih cepat, bagaimanapun dia ingin pergi dari jalan itu secepatnya, mereka tidak akan nyaman sebelum keluar dari jalan itu.

__ADS_1


__ADS_2