
Nanang membuang batu dan menarik Intan untuk segera masuk ke dalam mobil.
'Braakk ..!'
Nanang menutup pintu mobil dengan suara keras.
Nanang buru-buru menyalakan mobil sementara itu kakek pemilik rumah datang dengan melayang di udara dan menyapa dengan suara serak namun sangat jelas di telinga.
"Kenapa pergi terburu-buru! Silahkan masuk kembali ...! Hihihi hihi ..!"
Kepala kakek tiba-tiba putus dari lehernya dan melayang ke arah mobil sambil tertawa cekikikan.
"Ihihi hihi ..! Ihihi ..!"
Suara seram kakek itu bagai alarm bahaya bagi Nanang, ia segera menghidupkan mobil dan memacu mobilnya secepatnya.
Kepala melayang itu mengikuti di belakang, namun akhirnya berhenti mengejar karena kalah cepat dengan mobil.
Meskipun Hantu kepala buntung itu sudah tidak mengejar, Nanang masih dalam keadaan tegang, nafasnya sedikit terengah-engah.
Hantu Gengar tiba-tiba muncul di tengah jalan, tubuhnya gemuk berwarna hitam, seolah badannya terbuat dari elemen kegelapan. Matanya besar dan tatapannya tampak nakal dan jahat.
Mulutnya terlihat besar dan lebar seolah sama panjangnya dengan panjang telinga kiri ke telinga kanan.
__ADS_1
"Gegege!! Gegege ..!!"
Hantu Gengar itu mengeluarkan suara, tapi itu bahasa alien yang tidak di ketahui dan tidak bisa di mengerti oleh Nanang dan Intan.
"Brother, ada Hantu di depan menghalangi!"
"Tenanglah Intan, karena dia hanya arwah, tentu saja dia tidak akan mati karena tertabrak mobil!"
Mengatakan itu, Nanang tetap melaju dan menambah kecepatan mobilnya dan menabrak Hantu Gengar.
Mobil menabrak tapi hanya melewati tubuh Hantu Gengar.
Hantu Gengar memunculkan bola hitam yang terdiri dari energi kegelapan di tangan kanannya. Ia melempar bola kegelapan itu ke arah mobil merek Bubun yang di kendarai Nanang.
Bola hitam itu mengenai jalan dan meledak membuat guncangan pada mobil Nanang.
Hantu Gengar tertawa cekikikan dan menggunakan kekuatan telekinesis untuk menghilang dan muncul kembali di jalan 50 meter di depan mobil Bubun yang di kendarai Nanang.
Hantu Gengar tiba-tiba membesar menjadi raksasa, mulutnya melebar besar sehingga mampu menelan rumah besar dengan sekali gigitan.
Hantu Gengar Rakasasa tiba-tiba membuka mulutnya, lidahnya besar dan panjang berwarna merah. Lubang mulutnya mengeluarkan angin yang menerjang mobil Bubun dan lalu angin itu menyeret mobil Nanang masuk ke dalam mulutnya dan menelannya.
__ADS_1
Hantu Gengar dan Bola Energi Kegelapan
Hantu Gengar Raksasa
Mobil tertelan, tapi itu tidak lama sebelum Hantu Gengar Raksasa memuntahkan mobil itu jauh ke udara.
Mobil terbang di udara dan mendarat sekitar 500 meter dari tempat Hantu Gengar Raksasa.
'Bukk!'
Mobil menghantam tanah sementara itu sebelum mobil mendarat Nanang telah jatuh dari mobil di udara. Begitu ia jatuh dari ketinggian ia langsung pingsan tak sadarkan diri.
Sementara Intan yang berada dalam mobil terluka parah, ada darah di keningnya dan pakaiannya. Tapi ia berhasil menyeret kakinya keluar dari mobil yang hancur dengan tertatih-tatih. begitu ia keluar dan agak menjauh dari mobil, tiba-tiba mobil meledak.
'Boom!' Mobil meledak.
Intan yang tidak jauh dari mobil terpental oleh ledakan mobil dan terbang jauh sejauh 100 meter. Intan tak sadarkan diri. Dia terluka parah.
Sesuatu yang berkilau tiba-tiba muncul di jari telunjuk Intan. Saat kilau itu menghilang, sebuah cincin hitam dengan pola inskripsi tertentu pada pinggirnya muncul di jari telunjuk Intan.
Cincin itu mengeluarkan cahaya putih, dan cahaya putih itu menyebar mengerumuni tubuh Intan dan perlahan menyembuhkannya.
__ADS_1