CINCIN TANG

CINCIN TANG
50. Tukang Ojek Misterius


__ADS_3

Nanang memacu mobilnya lebih cepat, bagaimanapun dia ingin pergi dari jalan itu secepatnya, mereka tidak akan nyaman sebelum keluar dari jalan itu.


Dalam perjalanan, lampu pinggir jalan yang menerangi jalanan tiba-tiba mati, menjadikan jalanan gelap gulita. Di tambah jalanan tiba-tiba di penuhi kabut.


Karena kabut tebal, Nanang terpaksa mengemudikan mobilnya agak lambat.


Lama kelamaan keanehan mulai terasa.


Tidak ada kendaraan di jalan sama sekali.


Tidak ada kendaraan yang melintas baik di depan ataupun di belakang.


"Ini aneh .." Gumam Nanang.


Gumaman Nanang menjadi pusat perhatian Intan.


"Ada apa brother Nanang?"


"Tadi ada banyak kendaraan yang menuju ke pusat kota Tang, kendaraan dari depan dan belakang juga banyak, tapi kenapa sekarang jalanan tiba-tiba menjadi sepi..?"


Intan melirik kanan dan kiri, melihat kedepan dan ke belakang.. Memang sepi sekali..


"Apakah mungkin salah jalan Kak..?"


"Salah jalan?!" Nanang terkejut, ini masih di Kota Tang, ia hapal seluruh jalanan di Kota Tang dengan baik, kenapa bisa tersesat?


"Setahuku ini adalah jalan alternatif yang sedang di bangun untuk mengatasi kemacetan. di jalan yang sebelumnya. Bagaimana brother Nanang, kita sudah nyasar terlalu jauh." Kata Intan

__ADS_1


"Sepertinya memang begitu .."


"Brother Nanang, di depan ada jalan bercabang, ke kiri apa ke kanan?"


"Ukh, aku tidak tahu persis.."


Mobil terus melaju pelan, sesaat sebelum mencapai persimpangan, mereka melihat tukang ojek online sedang duduk di saung pinggir jalan.


Nanang menghentikan mobilnya. dan bertanya pada tukang ojek.


"Tuan, maaf saya mau bertanya. Kalau jalan yang menuju ke kota Tang di selatan ke arah mana yah ?"


"Ke kiri. Terus saja ikuti jalan."


"Terimakasih."


Setelah mengucapkan terimakasih, Nanang bergerak berbelok ke kiri.


Setelah mobil maju sedikit jauh dari tukang ojek itu, Intan menoleh ke belakang dan kaget!


"Akh, kemana perginya ia?"


"Ada apa Intan?"


"Tukang ojeknya hilang!"


"Hilang...?!"

__ADS_1


Nanang penasaran dan melihat ke belakang dan kaget!


"Astaga...! Kemana perginya motor dan tukang ojek itu?! Tadi barusan apakah kita bertanya pada hantu ...?" Tanya Nanang.


"Mungkin saja .." Jawab Intan.


"Ya, Dewa Naga Shenlong, lindungi kami dari gangguan arwah penasaran."


Seketika itu juga, sekujur tubuh Nanang bergidik merinding. Jantungnya berdetak-detak karena menahan ketegangan. Namun ia masih mencoba untuk berusaha tetap tenang.


Sementara itu, Intan mengalami shock sesaat. Ia hanya diam tertegun di tempat. Sementara itu, keheningan tercipta di antara mereka berdua.


Intan tiba-tiba teringat sesuatu, "Brother Nanang, tadi kita lewat ke kiri mengikuti arahan tukang ojek tadi?"


"Ya, ke kiri, memangnya kenapa?" Nanang tiba-tiba menyadari sesuatu, "Kita di sesatkan oleh hantu tadi ...!"


"Brother Nanang, aku khawatir kita telah memasuki Alam Dunia Lain. Tempat yang seharusnya tidak kita masuki!"


Nanang: "...."


Keheningan dan rasa ngeri mulai membanjiri hati mereka.


"Brother aku ingat membaca sebuah cerita di YouTube, terkadang di jalan pinggiran Kota Tang tertentu, saat tiba-tiba jalanan sepi, gelap, dan berkabut, maka itu artinya kita telah di incar oleh makhluk halus. Dan peluang untuk keluar dari Dunia Lain adalah kecil. Sangat sedikit yang bisa selamat!"


"Brother Nanang, lihat pohon beringin itu, kita sudah melewatinya sebelum kita bertanya pada ojek misterius tadi!"


"Kalau begitu, tidak salah lagi, kita berada di dunia Nawangsih.. Ehm, salah, maksudku Dunia Lain!" Kata Nanang.

__ADS_1


__ADS_2