CINCIN TANG

CINCIN TANG
40. Anggap Saja Lamarannya Batal


__ADS_3

Ia tak habis pikir, 'Bukankah tidak nyaman membawa uang tunai sebanyak itu saat pergi keluar? tapi pacarnya benar-benar membawanya dan Nanang menebak kemungkinan masih ada uang tunai lainnya di tasnya.'


"Brother Nanang, ayo kita pulang."


"Ya, ayo."


Nanang dan Intan pamitan pada kerumunan orang lalu pergi dengan mobilnya kembali ke villa.


Saat Intan dan Nanang kembali ke villa itu sudah siang menunjukan pukul 4 sore, perut mereka keroncongan lalu Nanang menyuruh pelayannya menyiapkan makanan.


Karena keduanya adalah penikmat ayam goreng dan tempe goreng, tidak aneh kalo di meja makan banyak terdapat menu ayam dan tempe goreng.


Ada Fried chicken, ada ayam goreng, ada ayam geprek dan ayam-ayam lainnya semuanya ada dan lengkap kecuali ayam yg masih hidup.🐔


Ada banyak menu tempe seperti tempe goreng kuning, tempe goreng tepung, keripik tempe goreng dll.



Tempe Goreng Bumbu Kuning



Intan dan Nanang makan dengan lahap, tak lupa saat butir nasi tertinggal di sisi bibir Nanang, Intan mengulurkan tangannya untuk mengambil butir nasi yang tertinggal.


Intan melakukannya dengan alami tanpa canggung seolah-olah tidak ada terjadi apa-apa, tapi berbeda untuk Nanang, kupingnya memerah, ada rasa sesuatu di hatinya yg rasanya adalah sesuatu.

__ADS_1


Setelah makan, Intan mengantuk jadi Nanang mengantarkannya ke kamarnya, membaringkannya dan membacakan cerita Legenda Saitama Sensei.


"Dahulu kala, hiduplah seorang pahlawan dengan kepala botak, dia bernama Saitama Sensei, kulitnya putih dan cerah, terutama kulit kepalanya yang botak sangat putih, pokoknya putih, bersinar, sun light!"


"Saat bumi di invasi oleh monster dan zombie, dan di saat jumlah manusia yang terus menerus turun hingga mendekati kepunahan, munculah Saitama Sensei, dia memakai jubah di punggungnya, memakai pakaian rubber yg bisa melar dan menunjukan ototnya yg besar dan kuat."


"Dia seorang diri mengangkat tinjunya dan mengalahkan pasukan monster dan zombie seorang diri. Konon ia mengalahkan lawan-lawannya hanya dengan satu pukulan sehingga fans-nya memanggilnya One Punch Man."


"Setelah perjuangannya selama bertahun-tahun lamanya, akhirnya ia berhasil memusnahkan monster dan zombie seorang diri. Karena penampilannya yang botak dan berjubah maka penduduk bumi lalu memanggilnya Pahlawan Caped Baldy."


"Saitama ............."


Intan mengantuk sambil mendengarkan cerita Nanang ia akhirnya tertidur.


Nanang menghentikan ceritanya, memandangi kekasihnya yang tidur tanpa ada rasa kewaspadaan sama sekali. Nanang senang karena itu artinya Intan mempercayainya.


Nanang terus melihat Intan yang tertidur, setelah memandanginya selama beberapa menit, Nanang mencium kening Intan lalu pergi keluar.


.........


Intan bermimpi dalam tidurnya, ia bertemu Saitama Sensei, Saitama membawa bucket bunga, bersujud dengan kepala tertunduk di depan Intan dan meminta Intan untuk menikah dengannya.


"Violetta, cintaku tulus padamu."


"Sayangku tulus padamu."

__ADS_1


"Aku akan mencuci baju untukmu setiap hari."


"Memakai mesin cuci Mito."


"Juga mengeringkan rambutmu dengan hair dryer setiap kaumandi."


"Menandaimu dengan satu cupangan setiap hari."


"Memintamu menyuapiku setiap hari saat makan malam."


"Menemanimu ke pasar untuk belanja kebutuhan harian."


"Menemani hari tuamu dan menghabiskan sisa waktuku sampai akhir nyawaku, hingga akhir waktu."


"Jadi menikahlah denganku Violetta...!"


Intan: "...."


"Ehm, maaf Saitama, aku bukan Violetta... Namaku Intan."


Saitama mendongak dan melihat wajah Intan, ternyata itu memang bukan Violetta gebetannya...


Saitama merasa malu dan pura-pura terbatuk untuk mengurangi kecanggungan.


"Uhk! Maaf.... Saya salah orang, anggap saja lamarannya batal..."

__ADS_1


Mengatakan itu Saitama pergi begitu saja meninggalkan Intan.


Intan: "...."


__ADS_2