
'Apa yang sedang di rencanakan pria itu? Apakah dia belum melepaskan masalah yang terjadi di kasino? Apa dia datang untuk membalas? Pria itu memilki pola pikir yang nekat, dia berbahaya, aku harus menjauh dari Daniel! Aku rasa aku perlu memberitahu Brother Nanang, bisa jadi ia datang ke Kota Tang untuk mencari Brother Nanang dan menyerangnya.'
Taksi yang ditumpangi Intan akhirnya berhenti di gerbang rumah Kakeknya.
Intan membayar biaya perjalanan dan masuk ke rumah. Baru saja masuk, teleponnya berdering.
📱: "Alola Intan."
📞: "Alola Brother Nanang."
📱: "Intan, aku minta maaf tidak bisa menemanimu."
📞: "Brother Nanang tidak perlu meminta maaf terus menerus. Itu tidak seperti Brother Nanang ingin berbohong dengan ajakan sebelumnya. Aku faham itu hal yang mendadak dan penting. Lagipula tidak baik mengabaikan apa yang di katakan Kakek Rubyan."
📱: "Terimakasih Intan, kamu sangat pengertian."
📞: "Ya. Aku memang."
📱: "Aku sudah membelikanmu tiket untuk menonton gulat di Kota Teng. The Queen dan The Boss akan menjadi pertarungan terbesar tahun ini."
📞: "Terimakasih, Brother Nanang memang yang terbaik!"
📱: "Aku akan menjemputmu nanti sore, aku sudah memesan tiket pesawat."
__ADS_1
📞: "Ok, Brother Nanang memang yang terbaik!"
📞: "Oh, iya, Brother Nanang, tadi aku secara kebetulan bertemu Daniel Zagita."
📱: "Aku mendengarkan.."
📞: "Pria jelek itu menggertakku! Brother Nanang harus membalasnya!"
📱: "Baiklah, aku mendengarkan."
📞: "Aku sedang duduk di bangku di taman sekitar, tiba-tiba pria jelek itu mengagetkanku dari belakang! Ia bahkan mengajakku untuk makan siang! Ukh, memangnya siapa dia berani mengajakku?! Aku sangat kesal dengan pria asing yang sok akrab!"
📱: "Itu bagus jika kamu tidak pergi dengannya. Atau yang lain aku akan patah hati."
📱: "Kamu sebaiknya memang menjauh darinya. Kabari aku jika ia masih berani menemuimu."
📞: "Jika ia masih mencari peluang untuk menemuiku. Apa yang akan dilakukan Brother Nanang?"
📱: "Dia tidak akan berani."
📞: "Bagaimana jika ia menemuiku lagi?"
📱: "Aku akan membuat kasino-nya tutup selamanya."
__ADS_1
📞: ".....ok, Brother Nanang terlalu ganas. Tapi aku suka!"
📱: "Ehm, aku tahu Intan. Dan terimaksih."
📞: "Brother, menurutmu nanti malam siapa yang akan menang?"
📱: "Aku rasa Queen Mol. Ia lebih tinggi dan lebih berotot."
📞: "Tapi aku pikir Boss Sania yang akan menang, ia lebih lincah dan menguasai banyak tehnik yang tidak hanya terfokus pada tehnik gulat."
📱: "Itu bisa saja, bagaimana pun keduanya selalu berakhir imbang di ring arena. Kali ini adalah penentuan, dendam keduanya harus bisa di akhiri di ring malam ini."
📞: "Apakah Brother Nanang akan menonton dengan mengenakan kaos merchandise dari salah satu keduanya?"
📱: "Tidak, Aku CEO perusahaan besar, tidak cocok untuk menjadi penggemar konyol. Aku hanya akan menonton dan menikmati di bangku VIP dan terdepan."
📞: "Itu lebih baik seperti itu, Itu sangat Brother Nanang! Aku akan tertawa keras jika Brother Nanang sampai memakai kaos konyol warna pink dengan cat rambut merah juga rantai dan kacamata besar konyol hanya untuk mendukung seseorang."
📱: "Yah.. sebenarnya itu tidak masalah jika itu kamu yang aku dukung. Orang lain tidak akan memiliki kesempatan dukunganku."
📞: "Brother Nanang harus memegang kata-katanya. Kalau di masa depan aku mendapati Brother Nanang mendukung orang lain selain aku, aku akan marah besar!"
📱: "Baiklah sayang, aku akan memegang kata-kataku."
__ADS_1