
Ekspresi wajah Nanang membaik, ia lalu berkata,
"Benarkah?"
"Tentu saja! Kamu Aku selamanya dan selamanya ....!"
Nanang tersenyum cerah, ia sangat senang dan senang.
Nanang duduk di sofa di sebelah Intan, keduanya saling bertatapan.
Setelah beberapa menit saling menatap, Nanang berucap.
"I Love Ya, Marry Me ...!"
"Tidak mau ...! Aku takut kamu salah orang seperti Saitama Sensei Sibotak!"
"Saitama? Siapa dia?" Tanya Nanang dengan selidik.
"Dia karakter cerita yang kauceritakan tadi sore...! Dalam mimpiku dia melamarku tapi kemudian batal melamar ...! Aku sangat kesal! Ini semua salah brother Nanang karena menceritakan orang aneh sebelum tidurku!!"
Nanang: "...."
'Apakah ini salahku ia bermimpi aneh sebelumnya? Sialan Saitama! Beraninya ia muncul di mimpi kekasihku! Tak termaafkan!Jika dia karakter nyata pasti sudah aku pukuli hingga menjadi bola tenis! Untunglah ia hanya karakter fiksi di buku cerita!'
Nanang menaruh dua jari telunjuknya di pipi Intan lalu lalu menarik pipinya sedikit ke belakang sehingga Intan tampak tersenyum.
"Tersenyumlah.."
__ADS_1
Nanang lalu menaruh dua jari telunjuknya di pipinya sendiri dan tersenyum sambil berkata:
"Karena senyummu membuatku tersenyum .."
Intan berdebar mendengar apa yang di katakan Nanang. Ia gelisah dan senang pada saat bersamaan. Ia mengangkat tangan kirinya menutupi mulutnya yang tersenyum, pipinya memerah. Ia baru tahu ternyata brother Nanangnya sangat pandai merayu ...
"Intan sudah malam, ayo kuantar tidur, mari tidur bersama."
"Tidak mau."
"Kenapa ...?"
"Karena aku sedang menonton drama Virus Sang Keturunan Ketujuh di tv. Brother Nanang berhenti menggangguku. Terlebih aku sudah kenyang tidur sebelumnya."
"Baiklah .. Apa sinetronnya lebih penting daripada menemaniku?"
Nanang: "...."
'Apakah aku tidak lebih penting daripada drama sinetron?'
Intan: "Brother Nanang tidak usah bersedih. Meskipun Sutradara Reo adalah fresh meat dan aku hanya bisa melihat dramanya seminggu dua kali. Tapi aku hanya mencintaimu seorang di dunia ini."
".... kata-katamu meragukan .."
"Haha.." Intan menutup mulutnya yg tertawa cekikikan dengan kedua tangannya.
"Aku hanya bercanda brother Nanang, ayo tidur bersama. Tapi karena kita belum menikah, kita tidak bisa tidur seranjang!"
__ADS_1
"Ya.. Baiklah"
"Kali ini brother Nanang tetap harus menceritakan kisah pengantar tidur. Suaramu sangat merdu hingga aku mengantuk ingin tidur dan akhirnya tertidur pulas ..!"
"Ok, ok."
Nanang menggendong Intan ala Newlywed couple ke kamar, membaringkan Intan dan menyelimutinya lalu membacakan cerita.
"Dahulu kala, di saat aura tebal masih menyelimuti bumi, saat di mana setiap orang adalah kultivator dan memiliki umur panjang hingga ribuan tahun. Hiduplah seorang pria bernama Jin yang lalu di sebut Pak Jin."
"Ia berjalan ke hutan untuk berburu ayam Kate dan ayam hutan untuk di buat ayam goreng dan ayam bakar."
"Dalam perjalan pulang, ia melihat mayat wanita terbaring di got yang bau tai .."
"Ia memeriksa mayat wanita tersebut dan terpana saat membalik wajahnya ternyata ia gadis remaja yang sangat cantik... sayangnya ia bau tai karena jatuh ke got."
"Pak Jin memeriksa mayat itu dengan menaruh dua jarinya di lubang hidung gadis itu, dan terkejut mengetahui gadis ini masih hidup."
"Ia bersuka cita dan langsung membawanya ke rumahnya, memandikannya dengan penuh penderitaan karena kamar mandinya jadi bau tai .."
"Setelah memandikannya dan membaringkannya di kasur, keesokan harinya gadis itu terbangun sambil berteriak, 'Lapar... mau ayam goreng..' "
"Pak Jin menanyainya tapi gadis itu hilang ingatan, Jin senang karena dengan begitu gadis tersebut tidak akan punya pilihan selain tinggal dan menjadi istrinya."
*Newlywed couple : Pasangan pengantin baru
*Fresh meat : Gadis cantik/ Pria tampan yang masih muda dan masih bisa tumbuh (kisaran umur remaja, anak SMA dan anak kuliah yang tampan atau cantik masuk kategori fresh meat)
__ADS_1
___________ Jangan Lupa Like dan Comment________________________