
Happy reading semoga suka dengan karya saya, jangan lupa tekan 👍.
.
.
.
.
.
Sudah 30 menit lamanya Kemal menunggu Cinderella di ruang tamu, ditemani Bram dan Sandra yang menemaninya ngobrol, sambil sesekali membicarakan bisnis, matanya dari tadi melihat ke arah pintu atas yang tidak kunjung terbuka itu.
Kemal merutuki kebodohannya yang menyuruh wanita itu berdandan cantik, dia khawatir jika banyak lelaki yang akan menatapnya mesum, dia tidak akan rela dan pasti akan menghabisi siapapun lelaki itu.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pintu kamar Cinderella terbuka, dan Kemal langsung mengarahkan pandangannya ke arah Cinderella yang sedang menuruni anak tangga.
Kenapa aku baru menyadari jika kecantikannya melebihi cerita dalam dongeng. Batin Kemal yang semakin bodoh. Mana ada coba kisah Cinderella ditampilkan di dongeng, yang ada di film bukan? itupun wanitanya kalau nggak karakter kartun ya Lily James yang bibirnya sexy itu.
Mata Kemal masih menatap gaun yang melekat indah di tubuh Cinderella, rambutnya yang di gerai membuatnya seperti bidadari bergaun hitam yang menjemputnya naik ke surga.
“Kemal!” panggil Cinderella saat sudah sampai di depannya.
“Oh ... Sudah siap?” tanyanya yang pura-pura kaget karena panggilan Cinderella.
“Ayo ...” sahutnya lalu berpamitan pada ke dua orang tua Cinderella.
“Nak Kemal,” panggil Sandra setelah dia menutup pintu Cinderella.
“Ya Tante.”
“Tolong jaga anakku, dan jangan pulang terlalu malam,” pesan Sandra pada Kemal.
“Iya Tante.”
“Dan satu lagi Mal! Jangan nodai dia,” ucap Bramana terang-terangan karena Bramana sudah hafal sifat Kemal yang penjahat kelamin itu, Kemal hanya mengangguk, seolah benar-benar akan bisa menahan hasratnya untuk tidak menyentuh Cinderella.
__ADS_1
Setelah berpamitan Kemal melajukan mobilnya ke arah rumah makan yang menurutnya sangat romantis, walau tanpa persiapan dan bantuan Billy, semua juga tau dan mengenal siapa Kemal, jadi sekali menelepon semua akan dipersiapkan sesuai keinginanya.
Bagi Cinderella ini makan malam paling romantis yang pernah dia dapatkan, kalau pergi dengan Andre dia pasti akan makan di restoran menu sehat, berbeda dengan Kemal yang mengajaknya ke restoran yang tempatnya menyediakan menu favoritnya.
“Mau pesan apa?” tanya Kemal.
“Kamu saja yang makan, aku cukup minum jus alpukat saja,” ucapnya. Kemal menanggapinya dengan senyuman. Tanpa sepengetahuan Cinderella dia memesan banyak menu kesukaan gadis itu.
Kemal terus menatap gadis di depannya, ingin sekali dia mengecup bibirnya yang menggoda itu.
Apa mungkin dia menggunakan gunci Sisley yang harganya ratusan juta itu, jadi bisa membuat aku tertarik, atau lipstiknya mengandung pelet? bisa saja sih! Batin Kemal bermonolog sendiri dengan pikirannya.
“Ci ... Kenapa kamu melakukan diet?” Cinderella mengalihkan pandangannya ke arah Kemal. Dia tadi sedang menatap penyanyi jazz yang tengah bernyanyi. Ntah siapa yang berani mengundang penyanyi jazz itu, apa ini di khususkan untuknya lantaran meja disekelilingnya semua meja kosong, hanya ada mereka berdua.
“Hm... Kenapa? Ya karena ada seseorang yang membuatku ingin melakukan hal itu,” jelasnya.
“Bukan karena aku,” ucap Kemal dengan senyum jenakanya. Cinderella terdiam menatap Kemal tanpa ekspresi, dia malu karena Kemal ternyata sudah mengetahuinya.
“Kamu ih..?” Ucapnya sambil memukul pelan tangan Kemal yang ada di depannya. Kemal yang semakin gemas mencubit pelan hidung gadis yang semakin mancung itu.
“Ci ... Sebenarnya bagaimana perasaanmu padaku?” Tanya Kemal yang mulai serius.
“Benarkah?” tanya Kemal lagi menatap Cinderella yang mengalihkan pandangannya ke arah lain.
“Ci ... Katakanlah semuanya dengan jujur! tidak ada lagi yang perlu kamu tutupi!” Perintah Kemal.
Saat akan menjawab, waiters datang mengantarkan makana, membuat Cinderella mengurungkan ucapanya, dia menatap banyaknya makanan yang ada di depannya itu. Semua makanan berlemak dan berprotein tinggi, dia masih bisa makan sih! Asal makannya tidak menggunakan karbohidrat. Matanya berbinar saat menatap makanan di depannya, Kemal yang tau itu langsung tersenyum smirk ke arah Cinderella. Mengerti bahwa wanitanya menginginkan makanan lezat di depannya.
“Makanlah dulu! Kita bisa lanjutkan nanti setelah makan,” ucapnya. Cinderella yang mendengar itu langsung mengambil ikan goreng, dan cumi goreng tanpa tepung. Dia masih bisa menjalani program dietnya karena keduanya tanpa kecap dan gula.
“Kamu nggak mau pakai nasi? Ini enak lhoh... Nasinya wangi lagi,” ucap Kemal menggoda Cinderella. Ntah dari mana dia tau jika Cinderella melakukan diet, hingga dia bisa mengetahui sedetail itu.
“NO!!” Teriaknya kesal, karena Kemal terus menggodanya, mereka berdua makan tanpa menggunakan sendok, ntah kenapa Kemal mau melakukan itu, mengingat jika dipikir-pikir dia adalah CEO terkenal dan pintar dalam bidangnya tapi dia tidak malu makan menggunakan tangan langsung. Mungkin kerena berada di depan gadisnya ini, semua kesadarannya menghilang.
Mereka berdua menikmati makan malam diiringi suara lagu dari Vina Panduwinata ~ Selamat Malam, membuat suasana menjadi tenang dan lebih romantis, ntah apa yang ingin disampaikan oleh Kemal tp Cinderella cukup bahagia dengan acara candeligt dinner dadakan ini. Meski tidak ada dansa tapi Kemal terus menatapnga dengan lembut membuat Cinderella merasa tersanjung.
Mereka menyelesaikan makan malamnya tepat saat jam di dinding menunjukkan angka 7. Kemal lalu memanggil waiters untuk membersihkan mejanya. Cinderella yang perlu memperbaiki make upnya meminta izin pergi ke toilet.
__ADS_1
Tidak tau! Entah kenapa jantung Kemal terasa berdetak lebih cepat saat melihat Cinderella kembali dari toilet.
Kemal masih enggan menatap ke arah lain, yang membuat Cinderella merasa risih karena tatapan Kemal, bahkan dia tidak berkedip sama sekali.
“Pulang yuk!” Ajak Cinderella memecahbrasa canggungnya.
“Hah ... Kok pulang?” Cinderella menatap balik Kemal. Heran dengan jawaban Kemal.
“Kita sudah kenyang mau ngapain lagi disini,” ujar Cinderella yang merasa aneh dengan tingkah Kemal.
“Em ... Nanti dulu, ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu,” Cinderella hanya melirik sebentar ke arah Kemal, dia terdiam mengunci pandangannya ke arah Kemal, menunggu Kemal memulai ucapannya.
Sedangkan Kemal lebih takut lagi saat Cinderella menatapnya seperti itu. Dia menarik nafasnya dalam agar bisa meredam rasa nerveosnya.
“Ci ...” Panggil Kemal
“Ya ...” Jawabnya singkat.
“Kenapa?” Lanjut Cinderella yang penasaran.
Kenapa berdebar begini ya, mulut juga rasanya terkunci. Batin Kemal dengan masih menatap mata coklat milik gadis di depannya itu.
“Aku ....”
“Aku men...” suara Kemal tertahan.
“Aku men-.” mengulangi ucapannya tapi dia tidak bisa menyelesaikannya.
“Apa Mal! Kamu mau bilang apa?” ucap Cinderella yang tidak sabar.
“Aku mencintaimu.”
.
.
.
__ADS_1
.
Penasaran nggak gimana kelanjutannya. Kasih votes dan like dulu ya biar saya semangat ngetiknya.