
Happy reading sudah up pagi berharap dapat like lebih banyak 😁😂👍🙏
.
.
.
Keesokkan harinya Cinderella terbangun, saat Kemal sudah tidak berada di sampingnya, dia menatap jam di dinding yang tepat berada di depannya.
“Ke mana sih Kemal, baru juga jam 6, sudah ngilang gitu saja,” gerutu Cinderella, dia tidak menyadari jika Kemal tengah duduk di dekat jendela menatap taman dari dalam kamar.
“Sudah bangun?” ucap Kemal saat mendengar gerutuan Cinderella. Membuat Cinderella kaget dan menatap lekat ke arah kemal yang hanya mengenakan baju kaos dan celana selututnya.
“Kamu di situ, Ngapain?” tanya Cinderella.
“Nungguin kamu,” ucap Kemal sambil meletakkan koran di meja dekat sofa.
“Aku nggak akan pergi kemana-mana, tenang saja hanya satu minggu,” ucap Kemal menggoda istrinya.
“Ngomongin apa sih kamu! Ngapain juga aku peduli denganmu mau pergi atau tidak terserah kamu,” ucap Cinderella yang bertolak belakang dengan isi hatinya. Rasa ingin melayani yang tumbuh semalam pun pudar karena sudah malu dengan Kemal yang mendengar gerutuannya tadi.
“Baguslah jika begitu, Billy baru saja telepon jika keberangkatannya di ajukan pagi ini,” ucap Kemal yang membuat Cinderella menoleh ke arahnya.
Tenang Ci, tenang...! Ini hanya gertakkan. Batin Cinderella.
“Ya sudah, sana siap-siap!” perintah Cinderella.
“Kamu saja yang menyiapkan,” ucap Kemal lalu berjalan menghampiri Cinderella yang masih duduk di ranjangnya.
“Benar nggak akan terjadi sesuatu jika aku tinggal?” tanya Kemal, “Apa kamu juga tidak akan merindukanku?” lanjutnya bertanya sambil menatap Cinderella yang sudah mengerucutkan bibirnya. Membuat Kemal ingin segera meraup bibir merah itu.
“Iya, pergilah..., ada Papa dan Mama di sini, aku akan baik-baik saja.” Kemal menatap wajah istrinya yang menunduk. Dia meraih dagu Cinderella dan menghadapkan ke arahnya.
“Aku berharap kamu tidak akan bisa tidur karena merindukanku,” ucap Kemal, “Dan akan menyuruhku, untuk segera pulang,” lanjutnya kemudian mengecup bibir Cinderella dengan singkat. Dia menatap mata istrinya yang sudah berkaca-kaca, seperti tidak mengizinkan Kemal untuk pergi.
“Tenanglah aku akan segera pulang, jangan kau tampilkan wajahmu yang menggemaskan ini,” ucap Kemal saat melihat Cinderella kembali mengerucutkan bibirnya, sepertinya Cinderella memang sengaja menggoda Kemal, agar Kemal kembali mencium bibirnya.
Kemal lalu melepaskan tangannya membuat Cinderella kecewa karena Kemal tidak menciumnya lagi. Kemal lalu beranjak dari ranjang, hendak menyiapkan pakaiannya untuk dibawa ke Sumba.
Gimana sih..., kenapa juga keberangkatannya dipercepat. Batin Cinderella.
__ADS_1
Cinderella lalu menghampiri Kemal yang berada di wardrobe kamarnya. Dia memeluk Kemal dari belakang, menahan tubuh Kemal untuk tidak bergerak.
“Kamu jangan nakal di sana,” pesan Cinderella. Kemal terkekeh saat mendengar ucapan Cinderella itu.
“Aku akan mengingat kejadian kita dulu, saat pikiran itu datang,” ucapnya Kemal sambil berbalik ke arah Cinderella.
“Kamu sedih saat aku pergi?” Cinderella mengangguk, karena dia memang merasa berat untuk berjauhan dengan Kemal.
“Aku menunggumu pulang, secepatnya,” ucap Cinderella.
“Apa kamu akan merindukanku?” tanya Kemal lagi sambil menatap mata istrinya.
“Iya, pasti anakmu yang di dalam merindukan sentuhanmu.” Kemal membuang nafasnya kasar.
“Kalau kamu?”
“Aku ... Aku, aku akan merindukanmu,” ucap Cinderella dengan malu-malu, wajah malunya sudah di sembunyikan dari Kemal, agar Kemal tidak bisa melihat wajahnya.
“Kamu jatuh cinta padaku?” tanya Kemal memastikan perasaan Cinderella.
“Emm..., nggak tau!” teriak cinderalla sambil memukul lengan Kemal, dia hendak meninggalkan ruangan sempit itu, tapi yang ada Kemal justru menahan tangannya. Dia menyandarkan tubuh Cinderella ke pintu kaca yang ada di ruangan.
“Kamu cantik meski baru bangun tidur,” ucap Kemal yang sudah mendekatkan wajahnya di depan wajah Cinderella, nafasnya semakin terasa di pipi Cinderella membuat Cinderella menutup matanya dengan rapat.
“Ci...,” panggil Kemal lagi. Mata Cinderella terbuka, tepat menatap mata besar Kemal. Kemal tersenyum ke arah Cinderella, hidung mereka pun sudah semakin dekat. Perut Kemal juga sudah menempel di perut Cinderella.
“Jujurlah padaku, jika kamu juga mencintaiku.”
“Emmm...,” Cinderella sudah mulai gugup karena Kemal sudah mendekatkan bibirnya tepat di bibir Cinderella.
“Aku...” Cinderella menatap mata Kemal lagi.
“Aku mencintaimu Mal,” ucap Cinderella pelan tapi bisa di dengar jelas oleh Kemal, membuat Kemal menarik bibir atasnya, dia lalu mencium bibir Cinderella dengan ganas, membuat tubuh Cinderella kaku, tapi tidak seperti biasanya, tidak ada penolakan dari Cinderella, dia justru membalas ciuman Kemal yang sangat ganas, ciuman yang awalnya ganas, berubah menjadi ciuman lembut dan manis, sangat panjang ciuman berlangsung, sampai nafasnya sesak, baru mereka berdua melepaskan ciumannya.
Kemal mengusap lembut wajah Cinderella, bibir tipisnya yang melengkung itu berpindah di samping telinga Cinderella.
“Aku juga mencintaimu.” Cinderella merinding saat mendengar suara Kemal yang serak dan rendah itu, dia menunduk, sebisa mungkin menyembunyikan rasa malu yang sedang menghampirinya. Tubuhnya sampai bergetar karena masih takut jika Kemal akan melakukannya di sini sekarang juga.
“Siapkan bajuku, Billy akan memarahiku jika melihat diriku yang masih seperti ini,” perintah Kemal saat tidak bisa melihat wajah Cinderella yang di sembunyikan. Dia bersiap akan menuju kamar mandi.
“Mal...” Kemal menoleh ke arah istrinya. Cinderella kembali menghampiri Kemal dan memeluknya, “Bukan hanya mereka, tapi aku juga akan merindukanmu,” lanjut Cinderella yang sudah mengubah nada bicaranya.
__ADS_1
“Kamu mau ikut?” tanya Kemal. Cinderella mengangguk sebagai jawaban, dan tentunya Kemal juga terlihat sangat bahagia jika Cinderella bersedia ikut.
“Tapi..., perutku bagaimana? Di sana pasti akan banyak wartawan,” ucap Cinderella yang mencemaskan statusnya.
“Kita umumkan saja sekalian jika kita sudah menikah,” ucap Kemal.
“Jangan dulu, Mal!”
“Ya sudah kamu lebih baik di rumah saja, percuma juga kalau di sana aku tidak bisa menjagamu,” ucap Kemal yang khawatir dengan kondisi Cinderella, karena dia juga akan sibuk saat berada di sana nanti.
“Tapi kamu janji ya, cepat pulang!” ucap Cinderella. Membuat Kemal mengangkat bibir atasnya.
“Iya,” ucap Kemal setelah kembali mengecup bibir Cinderella.
“Aku mandi dulu, kamu siapkan semuanya kebutuhanku di sana!” perintah Kemal yang di angguki Cinderella.
Tigapuluh menit kemudian Kemal sudah siap dengan kemeja abu-abu dan celana hitamnya, dia lalu meminta Cinderella untuk mengikatkan dasi di lehernya. Kemal terus menatap wajah istrinya yang sangat dekat dengannya itu. Bibirnya selalu lebar memperlihatkan senyuman pada istrinya.
“Terima kasih, Nyonya Kemal,” ucap Kemal saat Cinderella sudah selesai mengikatkan dasi di lehernya, Cinderella yang mendengar itu hanya tersipu malu karena mendapatkan gelar baru sebagai Nyonya Kemal.
“Oya sebaiknya, kamu ganti namaku di ponselmu!” ucap Kemal berpesan pada Cinderella saat hendak mengambil jam tangannya.
“Sepertinya Billy sudah sampai, kita turun yuk...!” ajak Kemal sambil meraih tangan Cinderella. Cinderella lalu merangkul erat lengan Kemal, seperti enggan berpisah dengan suaminya.
“Pa, Ma, Kemal nitip Cici ya, Kemal pergi tidak lama mungkin satu minggu,” pesan Kemal pada kedua mertuanya.
“Kamu tenang saja dia masih anakku, aku pasti akan menjaganya,” ketus Bramana saat mendengar ucapan Kemal. Kemal hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Cinderella.
“Lebih baik aku tidak mendengar kata cintamu, daripada harus melepasmu dengan seperti ini,” ucap Kemal lirih sambil memeluk Cinderella.
“Ayo bos..., pesawat kita sudah siap, 30 menit lagi harus take off,” peringat Billy.
“Bye..., aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik,” ucap Kemal sambil melepaskan pelukannya. Cinderella hanya mengangguk sambil menahan air mata yang hendak terjatuh. Dia melambaikan tangan ke arah Kemal yang sudah masuk ke dalam mobil, menatap mobil itu hingga menghilang dari pandangannya.
“Sampai jumpa lagi my sweet heart,” ucap Cinderella lirih.
.
.
.
__ADS_1
Next bakal ada yang kangen-kangenan, ditunggu ya...! lagi ngetik nih👍