
Happy reading, jangan lupa like maaf juga ya jika telat update.👍😁
.
.
.
Kemal mengenggam erat tangan Cinderella ketika memasuki gedung KM Group, para karyawan yang mereka lewati langsung memusatkan ke arahnya, Kemal terus menatap ke arah ke depan, sesekali melirik ke arah istri sahnya. Memastikan jika istrinya baik-baik saja.
Ketika tiba di ruangannya, Kemal mendudukkan Cinderella di sofa, dia memanggil Billy melalui interkom di meja kerja miliknya.
Tidak butuh waktu lama, Billy sudah memasuki ruang kerja Kemal, dia menatap ke arah Cinderella, menatap wanita yang belum lama dia jumpai, dia tersenyum manis ke arah Cinderella, Cinderella membalas senyuman Billy yang tak kalah manisnya, hingga suara Kemal terdengar memarahinya.
“Dia jomblo, jangan memberikan senyum manismu padanya, bisa jatuh hati dia nanti sama kamu!” tegur Kemal yang terlihat cemburu, Cinderella menoleh ke arah Kemal, memainkan bibirnya, membuat Kemal mendekat ke arahnya.
“Minta cium, hah? Sini!” ucapnya tanpa mempedulikan Billy yang tengah memperhatikannya.
Cinderella langsung menghadang mulut Kemal dengan telapak tangan, karena merasa malu dengan keberadaan Billy.
“Nggak usah malu, anggap saja dia manusia yang tidak bisa melihat!” ujar Kemal, yang masih setia berada di samping Cinderella.
Nah kan, buncin deh jadinya, dasar Kemal, Kemal, dulu saja ogah sekarah mah ogah jauh. Batin billy sambil menggelengkan kepalanya.
Sudah terlalu lama Billy berdiri di sana. Namun, tidak kunjung mendapatkan satu perintah dari mulut Kemal. Hingga akhirnya dia memecahkan keromantisan yang di pamerkan Kemal dan Cinderella.
“Sudah siap bos, sepertinya sebentar lagi, para wartawan akan segera tiba.” Billy memberitahukan Kemal, sambil melirik ke arah jam di tangannya.
“Keluarlah! segera panggil aku jika mereka sudah tiba,” usir Kemal pada Billy, sekertaris jomblo itu akhirnya segera meninggalkan ruangan Kemal, meninggalkan tayangan gratis yang sebenarnya bisa dijadikan pelajaran untuknya.
Cukup lama Kemal mengucapkan kata-kata cintanya saat berada di ruangan kerjanya, Cinderella menikmati sentuhan tangan Kemal yang berada di perutnya, pergerakkan dari kedua anaknya sudah dapat Kemal rasakan, membuat dirinya ketagihan, tidak ingin menghentikan usapannya di perut Cinderella.
“Kapan jadwal cek up?” tanya Kemal sambil menciumi pipi Cinderella.
“Lupa belum cek buku lagi,” jelas Cinderella yang tidak mau mengingat jadwal cek upnya karena perkiraan baru 2 minggu yang lalu dia pergi cek up.
“Kita nanti mampir ke dokter ya, aku pengen lihat anak kita!” ajak Kemal.
__ADS_1
“Tunggu jadwal saja, malas ngantrenya, pengap!” Kemal tersenyum saat mendengar ucapan Cinderella.
“Tenang saja, aku bisa kok panggilkan dokternya ke rumah kita, sekalian kita beli alat usgnya,” jelas Kemal.
“Nggak perlu, buat apa juga, buang-buang duit!”
“Buat anak kita berikutnya dong, Ndut!” ucap Kemal sambil mencubit pipi Cinderella. Dia mendekatkan wajahnya ke arah Cinderella, mengecup singkat bibir istrinya.
Bruakk...
Kemal langsung melemparkan buku majalah ke arah orang yang baru saja masuk ke ruangan, Billy hanya meringis saat buku itu tepat mengenai perutnya.
“Mereka sudah tiba bos!” ucap billy saat melihat kemarahan Kemal yang mulai mereda. Kemal hanya menatap tajam ke arah Billy. Lalu segera menggandeng tangan Cinderella untuk menuju ke ruang konferensi, saat berjalan Cinderella menghentikan langkah Kemal, karena tiba-tiba dia ingin buang air kecil.
“Perlu aku antar?” Cinderella hanya menggeleng menolak tawaran Kemal. Tapi Kemal tetap memunggu Cinderella, takut istrinya terjatuh atau di culik orang.
Kemal segera membuka Pintu ruangan saat sudah tiba di depan pintu ruang konferensi, suara jepretan kamera terdengar jelas, di telinga Kemal, bukan hanya lima wartawan yang di undang Billy, bahkan mungkin setiap stasiun tv dia undang untuk acara konferensi kali ini, karena ini adalah hari bersejarah untuk mereka berdua.
Kemal masuk sambil mengeratkan genggamanya ke tangan Cinderella, meyakinkan pada istrinya bahwa semua akan baik-baik saja, dia menarik kursi untuk Cinderella, supaya istrinya itu duduk dengan nyaman.
“Nona Cinderella hamil?”
“Apa benar kalian sudah menikah?”
“Jangan -jangan ini hanya setingan ya, supaya bisnis kalian semakin melejit?”
“Sudah berapa bulan kandungan Nona Cinderella.”
Berbagai pertanyaan keluar dari para wartawan di depan Kemal.
“Tanya satu-satu! Bagaimana Pak Kemal bisa menjawab, jika kalian trus bertanya tanpa memberikan kesempatan Pak Kemal untuk menjawab!” maki Billy pada wartawan di depannya.
“Baiklah saya yang akan mulai pertanyaannya,” ucap wartawan lelaki yang memakai baju kotak-kotak, “Apa Nona Cinderella mencintai Pak Kemal? Kami ingin jawaban jujur dari Nona Cinderella,” lanjutnya bertanya pada Cinderella. Cinderella langsung menoleh ke arah Kemal, menatap sebentar mata Kemal yang juga tengah menatapnya. Cukup lama Cinderella terdiam, hingga membuat wartawan protes, karena menganggap gosip itu merupakan setingan.
“Saya akan menjawabnya sekarang,” jeda Cinderella lalu menatap ke arah wartawan yang hadir. “Awalnya saya seperti wanita pada umumnya, hanya sebatas mengagumi, tapi setelah saya kenal lelaki di samping saya ini lebih dekat, akhirnya saya jatuh hati padanya, awalnya dia mungkin ilfil dengan saya, karena tubuh saya yang gendut, demi dia saya rela menghindari makanan yang saya sukai, hingga berhasil membuatnya tertarik dengan saya, dan saya pastikan saat ini jika saya benar-benar mencintai suami saya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya,” ucap Cinderella sambil menatap ke arah wajah Kemal. Kemal tersenyum senang saat mendengar jawaban Cinderella.
“Terima kasih,” bisik Kemal.
__ADS_1
“Hanya sandiwara,” jawab Cinderella yang juga berbisik lalu menampilkan lesung pipinya ke arah Kemal.
“Sudah berapa bulan usia kehamilan ibu Cinderella?”
“Sudah 5 bulan,” jelas Kemal.
“Kok bisa? Kalian kan menikah baru 3 bulan yang lalu!” Cinderella langsung menatap ke arah Kemal yang hendak menjawab pertanyaan wartawan.
“Jujur lebih baik.” Bisik Kemal.
“Iya, kita menikah setelah istri saya diketahui hamil.”
“Apa Nona Cinderella yang menjebak Pak Kemal, supaya menikahinya, karena kan tadi Nona bilang jika menyukai Pak Kemal?”
“Istriku tidak semurah itu! Jaga ucapanmu! Itu terjadi karena kesalahan saya, yang ingin memiliknya dengan jalan pintas!” jelas Kemal. “Aku mencintainya, dan aku takut dia tidak bisa menerimaku, jadi aku yang berniat untuk menghamilinya,” jelas Kemal.
“Sepertinya sudah jelas, jangan sampai ada gosip yang buruk tentang istri saya.” Kemal lalu berdiri. Menarik tangan Cinderella agar ikut beranjak dari duduknya.
“Sekarang jangan panggil dia Nona Cinderella, panggil dia Nyonya Kemal, karena sejak saat itu kita sudah menjadi satu dalam ikatan cinta, dan kami tengah bahagia karena kami sedang menantikan kehadiran anak kembar kami,” jelas Kemal, lalu mencium bibir Cinderella di depan umum dengan kamera yang masih on live. Billy yang melihat kelakuan Kemal hanya menelan ludah dan menggelengkan kepalanya.
“Matikan kameranya, matikan! jangan diambil gambarnya!” teriak billy. Sedangkan Kemal masih menikmati ciumannya tanpa mempedulikan wajah Cinderella yang sudah merah karena menahan rasa malu.
“I Love You Cinderella Gendut,” ucap Kemal saat menyudahi ciumannya.
“Apa ini bukti jika anda benar-benar mencintai istri anda?”
“Ya.”
“Nyonya Kemal, apa Anda tahu masalalu Kemal yang suka bermain perempuan?” Cinderella tersenyum.
“Masalalunya biarkan dia simpan sendiri, karena aku hadir di masa sekarang dan masa depannya,” jelas Cinderella tanpa menoleh ke arah Kemal. Mereka berdua lalu meninggalkan ruangan konferensi, mengabaikan pertanyaan dari wartawan yang belum puas dengan waktu yang Kemal berikan.
.
.
.
__ADS_1
TBC