CINDERELLA GENDUT

CINDERELLA GENDUT
Terbongkar


__ADS_3

Crazy up nih... jangan lupa like dan vote.👍😁


.


Happy reading


.


.


.


Revan segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat, dia bermaksud ingin segera mengeluarkan alkohol itu dari perut Cinderella, supaya tidak terjadi sesuatu dengan anak yang ada di dalam perut nonanya itu.


Dari tadi ponselnya terus berdering, panggilan dari sekertaris Billy tidak dia angkat, bukan tanpa alasan dia tidak menjawab ponsel itu, dia jengkel dengan Kemal, meski sudah beristri tapi sifat pemain wanitanya tidak mau berhenti dan bertaubat padahal istri juga tengah hamil anaknya.


Saat tiba di rumah sakit, Revan segera mengangkat tubuh Cinderella dan meletakkannya di ruang UGD. Dia menjelaskan kronologi kenapa Cinderella bisa memejamkan matanya. Perawat yang bertugas segera mengambil tindakkan, beruntungnya dokter special Obgyn masih berada di rumah sakit, jadi dia segera mendatangi dokter kandungan untuk memeriksa kondisi Cinderella.


“Apa Anda suaminya?” tanya dokter yang baru saja keluar dari ruangan UGD. Tanpa mendapatkan jawaban dari Revan dokter itu langsung menjelaskan kondisi Cinderella. “Beruntung Anda dengan cepat membawa istri Anda ke sini, kalau tidak mungkin kedua bayi Anda tidak akan selamat,” lanjutnya menjelaskan pada Revan.


“Maksud Dokter?”


“Iya. Istri Anda hamil anak kembar, apa Anda belum memeriksakannya?” tanya dokter yang berusia 40an tahun itu. Revan hanya diam, dia kaget saat melihat Sandra dan Bramana sudah berada di depan ruang UGD.


Apa mereka mendengarkan penjelasan dokter tadi? bagaimana aku harus menjelaskan pada mereka? Ucap Revan dalam hati.


“Apa yang terjadi dengan Cici,” tanya Sandra yang sudah berpindah di depan Revan.


Dokter yang masih berada di sana, menjelaskan pada Sandra dan Bramana yang baru saja tiba.

__ADS_1


Mereka berdua tidak percaya jika Cinderella tengah hamil, karena mereka baru menikah satu minggu yang lalu, mereka bisa menebak penyebab kenapa anaknya itu mau menikah dadakan seperti itu. Bramana yang sudah tau sifat Kemal meminta Revan untuk segera menghubungi menantu playboynya itu, dan Revan segera melaksanakan perintah tuan besarnya itu.


Setelah Revan menelepon sekertaris Billy, dia lalu menceritakan kejadian yang sebenarnya yang dialami oleh Cinderella, termasuk kejadian pemerkosaan yang Kemal lakukan. Bramana mulai geram dan menyesal karena sudah mengizinkan Kemal menikahi Cinderella. Dia pikir Kemal sudah benar-benar berubah dan mencintai Cinderella. Itulah alasan kenapa dia menerima perjodohan yang sebenarnya sudah dia rencanakan dengan Martin dari dulu.


Sandra yang mendengar itu hanya bisa menangis, ternyata putri tunggalnya menjadi korban ulah bejat Kemal. Dia melirik ke arah pintu UGD karena perawat baru saja memanggil dokter Cinderella.


Cinderella yang tiba-tiba muntah membuat Sandra dan Bramana panik. Dokter bilang itu efek dari alkohol yang tadi masuk ke dalam perut Cinderella, penjelasan dokter itupun membuat Sandra dan Bramana sedikit lega, karena jika cairan itu sudah keluar makan tidak akan membahayakan calon cucunya.


Bramana meminta pada perawat agar segera memindahkan Cinderella ke kamar terbaik di rumah sakit tersebut.


Cinderella yang sudah sadar, menatap kedua orangtua yang sudah duduk di sofa.


“Mama...,” ucap Cinderella yang kaget saat baru masuk ke ruangan yang sudah di sediakan, dia baru saja tiba diantar oleh perawat dari ruang UGD.


“Hai..., Sayang bagaimana apa ada yang sakit?” Sandra mendekat ke arah brankar Cinderella yang baru saja datang.


“Emang aku kenapa Ma? Aku baik-baik saja,” tutur Cinderella saat Sandra menatapnya intens. Sandra hanya tersenyum kecut saat anaknya itu masih mencoba menutupi kehamilannya.


Bramana dan Revan yang tengah berada di sana, segera berpamitan untuk meminum kopi di kantin. Sandra yang tidak tahu maksud mereka hanya bisa mengizinkan kedua lelaki beda usia itu pergi.


“Jangan manis-manis kopinya Pah...,” pesan Sandra pada suaminya yang sudah berjalan menuju pintu keluar. Bramana pun hanya mengangguk dan mengedipkan matanya ke arah istrinya.


Mereka berjalan keluar ruangan Cinderella, menuju lobi rumah sakit, karena mereka berdua ingin memberi pelajaran pada Kemal.


Setelah lama menunggu dan Kemal tidak kunjung datang, akhirnya Revan memutuskan untuk menghubungi Billy.


“Di mana Kemal?” tanya Revan kasar pada Billy yang berada di ujung telepon.


“Kemal baru di acara pesta, dia belum keluar ruangan,” jawab Billy yang mengatakan dengan jujur.

__ADS_1


“Apa kamu belum memberitahukan bahwa istrinya masuk rumah sakit?” tanya Revan pada Billy.


“Bukannya kamu sendiri yang mengatakan untuk tidak menyampaikan padanya. Hah...! Santai bung aku akan selalu memegang kata-katamu,” ucap Billy yang sebenarnya sudah berbicara ngelantur karena mabuk. Revan yang mendengar itu langsung mematikan panggilannya, beralih menelepon ke nomor Kemal, hingga panggilan ke 4 kalinya, panggilan itu baru terangkat oleh wanita di seberang sana.


“Hallo,” ucap wanita di seberang telepon.


“Di mana Kemal?”


“Kemal baru berada di kamar mandi, kenapa?” Revan yang mendengar itu semakin geram, dia yakin Kemal sudah berbuat sesuatu di seberang sana. Revan mematikan teleponnya lalu kembali menghampiri Bramana yang tengah duduk di sofa ruang tunggu.


“Bagaimana?” tanya Bramana pada Revan.


“Mereka belum keluar dari tempat pesta, Pak.” Bramana langsung berdiri dan mengajak Revan untuk mengunjungi tempat pesta yang di datangi Kemal.


“Menurutmu, apa Cici mencintai Kemal?” tanya Bramana saat sudah berada di dalam mobil.


“Kalau yang selama ini saya lihat, Nona Cici memang mencintai Pak Kemal,” jawab Revan jujur.


“Kalau seperti itu, apa aku terlalu jahat jika membiarkan Cici tetap tinggal bersamaku dan memisahkan mereka berdua?” Revan hanya diam tidak menjawab pertanyaan Bramana.


Setelah perjalanan 30 menit mereka sudah sampai di tempat pesta, tempat itu sudah terlihat sepi karena pesta sudah selesai di gelar, hanya beberapa tamu penting dan spesial saja yang masih berada di sana, Bramana masuk dengan gagahnya menghampiri Kemal yang tengah memangku seorang wanita. Dia langsung memukul wajah Kemal, tepat di hadapan orang banyak, bukan hanya sekali tapi tiga kali bogeman itu melayang sempurna di pipi Kemal.


Kemal yang sudah tersungkur di bawah, hanya bisa memegang rahangnya yang terasa sakit, tanpa berkata ataupun berucap Kemal langsung pergi darisana, membiarkan mertuanya itu mengumpat tidak jelas.


.


.


.

__ADS_1


.


Lanjut ya! >>>


__ADS_2